Home / Warga Padang Panjang Ikuti Sosialisasi Pembangunan Keluarga

Berita & Artikel - Berita 2020

Warga Padang Panjang Ikuti Sosialisasi Pembangunan Keluarga

Warga Padang Panjang Ikuti Sosialisasi Pembangunan Keluarga

Padang--Dalam situasi  pandemi Covid-19, semua aktivitas warga  terganggu dan harus mematuhi protokol kesehatan. Hal itu upaya memutus mata rantai virus Corona yang terjadi saat ini. Termasuk kegiatan Sosialisasi Pembangunan Keluarga yang digelar mintra kerja  Anggota Komisi IX DPR-RI bersama BKKBN tidak bisa dihadiri beramai ramai dan dibatasi di aula SMAN 3 Kota Padang Panjang, Sabtu (28/11/2020).

Kegiatan Sosialisasi Pembangunan Keluarga diikuti warga Kota Padang Panjang, Nara sumber tampil  Safrina Salim SKM MKes, Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN Nasional, hadir Kepala Perwakilan  BKKBN Provinsi Sumbar Ir. Hj. Etna Estelita  M.Si.

Anggota Komisi IX DPR-RI  dr. H. Suir Syam Mkes. MMR diwakili staf ahlinya Dwi Aprianti Spd  menyampaikan, bahwa Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri,  anak anaknya.

 

Program pembangunan Keluarga upaya untuk menciptakan keluarga berkualitas. Hal itu tentu dimulai dari persiapan dari remaja pasangan yang akan menikah. Mulai dari memetik ilmu pengetahuan yang cukup, umur sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Dan perencanaan yang matang untuk memasuki pernikahan, sehingga akan melahirkan pasangan atau keluarga yang berkualitas, ucap Dwi Aprianti

 

Sejalan dengan itu, ucap Dwi Aprianti, berencana itu adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan,  dan lain sebagainya. Sebenarnya pembangunan keluarga telah dilakukan masyarakat, namun terkadang terabai ketentuan yang telah ditentukan.

 

Sedangkan Safrina Salim SKM MKes, Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN Pusat menyampaikan,  penyiapan kehidupan berkeluarga tentu melalui pemahaman tentang pendewasaan usia perkawinan supaya  pasangan keluarga itu mampu mel secara terencana, serta menikah dengan persiapan yang matang sesuai siklus kesehatan reproduksi.

 

Pada kesempoata itu Safrina Salim mengingatkan kepada masayarakat Kota Padang Panjang bahwa pentingnya melakukan pernikahan di usia yang produktif agar tahap perkembangan ibu dan anak tidak terjadi stunting. Selain itu, dapat mencapai jarak kehamilan yang tepat sesuai dengan ketentuya yang ada,  21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun. (mcpadang/Irwan Rais)

Apa perasaan anda terhadap konten ini...?

like

0

dislike

0

angry

0

sad

0