Home / Puskesmas Padang Pasir Akan Lakukan Tracing Terhadap Kontak Erat Di SD 24

Berita & Artikel - Berita 2022

Puskesmas Padang Pasir Akan Lakukan Tracing Terhadap Kontak Erat Di SD 24

Puskesmas Padang Pasir Akan Lakukan Tracing Terhadap Kontak Erat Di SD 24

Padang--- Kepala Puskesmas Padang Pasir dr Winanda MARS menjelaskan, pihaknya akan melakukan Contac Tracing (pelacakan kontak) terhadap mereka yang berkontak dengan siswa dan guru yang dinyatakan positif terpapar COVID-19.

"Kita akan berkoordinasi dengan petugas Tracer untuk memastikan mereka yang berkontak erat, terutama di wilayah tempat tinggal siswa dan guru tersebut," ujar Winanda di ruang kerjanya, Rabu (02/02/2022).

Upaya tersebut dilakukan menyusul adanya kasus positif COVID-19 di SD 23 dan SD 24 Kelurahan Ujung Gurun Kecamatan Padang Barat.

Ia menjelaskan ditemukannya kasus COVID-19 di sekolah tersebut dimulai saat pihaknya mengadakan Swab screening terhadap 10 persen guru dan murid di dua sekolah tersebut pada Kamis 27 Januari 2022.

Dari hasil swab screening tersebut ternyata salah seorang guru dinyatakan positif terpapar COVID-19. Untuk itu menurut Winanda pihaknya melakukan swab Tracing dan hasilnya ada lima orang murid dan guru yang positif COVID-19.

"Selanjutnya kita berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Camat untuk melakukan swab massal di dua sekolah tersebut," imbuh Winanda.

Hasilnya dari sepertiga jumlah total 701 guru dan siswa yang di swab, hingga hari ini sudah 15 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Dari jumlah tersebut menurut Winanda, lima orang diantaranya berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Padang Pasir.

"Untuk yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Padang Pasir kita bersama petugas Tracer akan mendata dan melakukan screening terhadap kontak erat, sementara untuk yang lain akan dilakukan oleh Puskesmas sesuai daerah masing-masing," lanjutnya.

Saat ditanya terkait kemungkinan para siswa SD tersebut terpapar COVID-19 varian Omikron, Winanda belum bisa memastikan.

"Kita tunggu hasil dari pusat karena untuk menentukan perlu dilakukan Sequencing, dan kita disini belum punya alat untuk mendeteksi varian Omikron," pungkasnya. (MC Padang/RA).

Apa perasaan anda terhadap konten ini...?

like

0

dislike

0

angry

0

sad

0