Home / Kini Di Kota Padang  Deta Kajang Padati Kian Populer

Berita & Artikel - Berita 2022

Kini Di Kota Padang  Deta Kajang Padati Kian Populer

Kini Di Kota Padang  Deta Kajang Padati Kian Populer

 

Padang--Padang sebagai  ibu Kota Provinsi Sumatera Barat banyak memiliki potensi ekonomi kreatif, disamping warga   multietnik dan multikultur. Kota Padang yang dipimpin Hendri Septa juga kaya dengan khasanah budaya, serta ragam seni dan kreativitas.

Hal ini diungkapkan Andi Amir Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Padang kepada wartawan, Kamis  (10/3/2022). Di Kota Padang kekayaan warisan budaya  juga menjadi kekuatan besar dalam pengembangan industri kerajinan berbasis tradisi dan budaya. Bahkan warisan budaya merupakan sumber inspirasi untuk menghasilkan produk-produk kreatif dan  inovatif yang bernilai tambah dan berdaya saing tinggi.

Nyatanya kini batik motiv Kajang Padati sedang populer di Kota Padang, kenyataan  dalam setiap kegiatan yang digelar Pemko Padang  Batik Kajang Padati  selalu digunakan sebagai Deta oleh pejabat dan masyarakat. Buktinya  Padang Launching Rakernas XV APEKSI dan ICE 2022 Rabu kemaren, Ketua Dewan Pengurus Apeksi Bima Arya Subianto yang juga Wali Kota Bogor dan Wali Kota Padang Hendri Septa  menggunakan Deta Kajang Padati, ucap Andi senang.


Kota padang sebagai Tuan Rumah Rakernas APEKSI 2022 menjadikan Batik  dan Deta Motiv Kajang Padati sebagai Pakaian resmi APEKSI dan Deta dijadikan oleh-oleh bagi delegasi 98 anggota APEkSI.

Kemudian Muhammad Ishaq, seorang budayawan Sumatera Barat mengatakan, tradisi budaya lama ini harus dibangkitkan dan dilestarikan kembali. Menurutnya, pada zaman dulunya, semua masyarakat di Minangkabau menggunakan Deta, sebab menggunakan Deta melambangkan seorang pendekar.

“Deta dipakai oleh seorang lelaki Ranah Minang, memakai Deta atau saluak melambangkan seorang pendekar, pendekar dalam keilmuan, intelektual. Jadi Deta melanbangkan kesatriaan, kerendahan hati,”ujar Muhammad Ishaq.

Sementara itu masyarakat Kota Padang Okri Junanda mengatakan, Deta bagi kaum lelaki di Minangkabau merupakan suatu kehormatan dan sekaligus melestarikan seni budaya tradisional di Minangkabau.

“Ini suatu kehormatan budaya kita dapat menggunakan Deta, selain itu juga menunjukan budaya Minangkabau yang masih populer dan digunakan dalam acara resmi,”ujar Okri Junanda.

Okri Junanda berharap, seluruh elemen masyarakat terutama para generasi muda untuk ikut serta melestarikan seni budaya yang ada di Sumatera Barat.(Mcpadang/Irwan Rais)

 

Apa perasaan anda terhadap konten ini...?

like

0

dislike

0

angry

0

sad

0