Home / Kadis DLH Perjuangkan Nasib Pasukan Orange Agar Sejahtera

Berita & Artikel - Berita 2022

Kadis DLH Perjuangkan Nasib Pasukan Orange Agar Sejahtera

Padang, - Saat ini melalui Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Padang perjuangkan tenaga honorer atau pasukan orange. Pasukan orange ini memang betul - betul kita perjuangkan nasibnya, dengan demikian hal itu akan membantu kita juga dalam menjaga kebersihan di wilayah Kota Padang.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Mairizon Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang saat menjelaskan kepada pasukan orange di salah satu kawasan kantor DLH Kota Padang, Kamis (6/10/22).

Kadis Lingkungan Hidup Kota Padang Mairizon mengatakan, akibat dari aksi pasukan orange tersebut, mereka tidak bekerja seperti biasa mengumpulkan sampah dari masyarakat dari jam 03.00 subuh hingga jam 08.00 pagi.

“Alhamdulillah setelah kita jelaskan duduk persoalannya kepada tenaga honorer pasukan orange, mereka cukup mengerti dan memahami apa yang sebenarnya terjadi. Ini hanya miskomunikasi saja,” Tutur Mairizon Kepala Dinas Lingkungan Hidup Padang.

Mairizon mengungkapkan, miskomunikasi terjadi karena petugas honorer yang sudah mengabdi belasan tahun ini menyangka bahwa mereka bakal diberhentikan dari pekerjaan mereka. Informasinya mungkin dari media sosial maupun isu yang tidak jelas, padahal bukan seperti yang mereka pikirkan.

Saat ini sebut Mairizon, Kemen PAN-RB memang betul sedang melakukan pendataan kepada tenaga Non ASN, sesuai dengan surat Surat Menpan RB no/1511/ M.SM.01.00/2022 tertanggal 22 Juli 2022 dan surat Menpan RB no B/1917/M.SM.01.00/2022 tertanggal 30 September.

“Ini baru pemetaan yang dilakukan Kemen PAN-RB se Indonesia, guna mengetahui berapa jumlah pegawai honor dan berapa yang ASN yang ada di DLH Padang. Semua nya kewenangan KemenPAN RB, bukan kewenangan Pemko Padang,” Tuturnya.

Ia juga mengungkapkan, Pemko Padang nantinya bakal membuat laporan ke Kemen PAN-RB untuk mencarikan jalan keluar kepada tenaga non ASN di posisi pengemudi maupun petugas kebersihan. Karena tupoksi pengemudi dan petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup berbeda dengan yang lainnya.

“Contohnya sopir untuk pejabat tidak sama dengan sopir DLH yang tupoksinya melakukan pengelolaan persampahan. Petugas DLH persampahan tupoksi nya tidak sama dengan cleaning service," Tuturnya lagi.

Beliau berharap Mudah - mudahan ada kebijakan dari pusat tidak menyamaratakan antara petugas DLH dengan job lainnya.

Solusi lainnya sebut Mairizon adalah, mereka yang tidak masuk database Kemen PAN-RB akan dimasukkan ke tenaga outsorching. Nantinya DLH Padang bakal membuat syarat kepada perusahaan outsorching, bahwa perusahaan wajib memakai tenaga eksisting di DLH Padang.

Hal tersebut dilansir dalam intrust.

Sementara itu Mairizon juga menyebutkan sudah berjalan waktu 2 tahun kami terus memperhatikan tenaga kerja dengan memberikan nasi dari hasil sumbangan.

"Dengan bantuan sumbangan dari rekan - rekan yang medorong pekerjaan kebersihan ini seperti kepada petugas orange," Pungkasnya.

Beliau juga menyebutkan sumbangan ini tidak berasal dari dana APBD namun akan tetapi sumbangan tersebut didapatkan melalui rekan - rekan kita yang selalu mendukung kinerja pasukan orange.

"Kegiatan ini tidak ada hubungannya dengan aksi mogok yang terjadi ini," tegasnya menjelaskan.

(Diskominfo/Ham)

Apa perasaan anda terhadap konten ini...?

like

0

dislike

0

angry

0

sad

0