Home / Desiminasi Hasil Audit Kasus Stunting Psikoedukasi Pada Ibu Hamil

Berita & Artikel - Berita 2022

Desiminasi Hasil Audit Kasus Stunting Psikoedukasi Pada Ibu Hamil

Desiminasi Hasil Audit Kasus Stunting Psikoedukasi Pada Ibu Hamil

Padang,---Sebagai tindak lanjut upaya percepatan penurunan stunting, DP3AP2KB Kota Padang menggelar Desiminasi Hasil Audit Kasus Stunting di Aula DP3AP2KB, Kamis (13/10/2022).

Namun, sebut tim pakar psikolog Purwanti Endah Rahayu, M.Psi, Pada Desiminasi Hasil Audit Kasus Stunting, terungkap dan ditemukan berbagai persoalan, diantara keluarga mendapatkan pendampingan gizi.

Buang Air Besar Sembarangan (BABS).Tidak memperoleh bantuan tunai bersyarat dan bantuan sosial pangan.

Keadaan sanitasi lingkungan buruk.Tidak mempunyai jamban sehat.Faktor gangguan makanan, tidak suka makan ikan. Selama 3 bulan terakhir sulit memenuhi kebutuhan makanan dan perilaku merokok suami (perokok pasif).

Ibu hamil, kehamilan pertama, sudah 20 Minggu atau lima bulan.Pendidikan hanya tamatan sekolah dasar. Pekerjaan ibu rumah tangga.Lalu memberikan dukungan psikologis pada ibunya dan memberikan arahan pada pasangan serta keluarga untuk melakukan hal-hal yang dapat menjaga kondisi mental dan emosi pada ibu hamil tersebut, sebut Rahayu.

Menurut Purwanti Endah Rahayu, kondisi emosinya yang belum stabil. Adanya komunikasi kurang efektif dengan pasangan.Bahkan terkadang merasa diabaikan oleh pasangannya.

Melakukan pemantauan secara berkala terkait dengan keterbukaan dengan pasangan. Penerimaan pasangan terhadap kondisi emosi ibu yang tidak stabil.

Psikolog Purwanti Endah Rahayu yang juga dosen UPI-YPTK memberikan arahan dan psikoedukasi tentang pernikahan pada kedua suami istri tersebut. Tujuannya supaya tercipta komunikasi efektif antar pasutri untuk menjaga mental dan emosinya.

"Pasutri dibekali dengan pemahaman psikologis terhadap situasi-situasi yang tidak terkendali terkait dengan emosi ibu yang belum stabil,"ucapnya.

Memberikan arahan pada pihak keluarga terkait dengan kemungkinan persoalan yang akan dialami oleh pasangan suami tersebut. 

Selanjutnya orang tua menjadi tempat bercerita dan berdiskusi, tempat ternyaman dan aman jika terjadi konflik pada pasutri (**/Irwan Rais)

 

Apa perasaan anda terhadap konten ini...?

like

0

dislike

0

angry

0

sad

0