Selamat Datang

  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
Advertisement
Wawako Padang H. Mahyeldi Ansharullah, SP:
Diversifikasi Pangan, Diperlukan Peningkatan Hasil Produksi

Padang,

Kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau. Diversifikasi pangan juga suatu upaya peningkatan konsumsi aneka ragam pangan dengan prinsip gizi seimbang. Optimalisasi diversifikasi Pangan dapat mengoptimalkan penganekaragaman pangan sesuai anjuran PPHN dan kendala ketersediaan komoditas pangan untuk memenuhi kebutuhan energi pangan.

Disampaikan Wakil Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah, SP saat membuka acara “Presentasi dan Diskusi tentang Teknologi Pertanian, Energi Alternatif Minyak Bintaro, Hutan Tanaman Industri Dengan Tim Institut Pertanian Bogor (ITB), Rabu (18/01) di Ruang Sidang Lantai II Balai Kota Padang.

 

Adapun pembicara dari Institut Pertanian Bogor Dr. Slamet Budiyanto, Dr. Aris Purwanto, Prof. Budi Indra Setiawan. Pada acara tersebut di hadiri Dinas Pertanian Perternakan Perkebunan Kehutanan Kabupaten dan Kota se Sumatra Barat.

 

Bintaro, Bitun atau Mangga lautmerupakan tanaman berbatang tegak dengan tinggi 3-8 meter, saat ini tanaman Bintaro belum dibudidayakan sebagai salah satu komoditas perkebunan, hanya dijadikan sebagai tanaman hias di perumahan atau jalan, ujar Kabid Humas Pemko Padang Richardi Akbar, S. Sos kepada pers.

 

Bintaro mempunyai daun tunggal dengan bentuk helai lancip, ujung daun runcing berwarna hijau tua. Buahnya berwarna hijau pada saat muda dan berubah menjadi merah kecoklatan pada saat tua, berbentuk bulat agak lonjong seperti mangga. Tanaman Bintaro banyak ditanam sebagai tanaman peneduh, pemanfaatan buah Bintaro sebagai sumber energi lokal bagi masyarakat.

 

Untuk memproduksi 1 kg minyak diperlukan 2,9 kg biji atau 36,4 kg buah bintaro atau 1,8 kg biji kering. Untuk memproduksi 1 kg biodiesel diperlukan 3,5 kg biji atau 43,5 kg buah bintaro atau 2,2 biji kering. Biji Bintaro mengandung minyak antara 35 -50 %.

 

Hasil produksi dari buah bintaro arang, minyak, biodiesel kasar, biodiesel murni, Ampas, Serat, Obat.Proses pembuatan minyak Bintaro, pengumpulan buah, pengupasan buah, pengeringan biji, penggilingan biji, Ekstraksi pengempresan minyak. Pengumpulan buah bintaro, bahan baku untuk minyak, biji Bintaro, dikumpulkan dari buah Bintaro yang jatuh dan sudah mengering.

 

Pengupasan buah Bintaro, Buah bintaro kering hasil pengumpulan selanjutnya dikupas untuk diambil bijinya. Pengupasan dilakukan dengan pisau khusus untuk memudahkan melepaskan biji dari daging buah yang mayoritas berisi serabut.

Pengeringan biji Bintaro , Proses pengeringan biji bintaro dan cangkang dilakukan dengan cara menjemur,Selama proses pengeringan, cangkang dan biji bintaro dihamparkan di lantai pengering dengan alas plastik.

   

Penggilingan biji Bintaro, Biji bintaro yang sudah kering digiling dengan alat penggiling atau ditumbuk.Tujuan penggilingan atau penumbukan ini adalah untuk meningkatkan fraksi minyak dari biji Bintaro yang dapat diekstrak. (rel)

 
Advertisement

Jajak Pendapat

Setujukah anda pusat pemerintahan Kota Padang dipindahkan ke Air Pacah ?
 

Galeri Foto


Bangunan
Taman Museum Adityawarman

Bakominfo
Temporary description, please change...

Bakominfo
Temporary description, please change...

Pantai Nirwana


Air terjun 3 tingkat

RSS Nasional

Syndicate

dualbahasa.gif

Counter

Pengunjung: 10312181

IDR Exchange

Kurs
Jual
Beli
USD
00,00
00,00
SGD
00,00
00,00
JPY
00
00
GBP
00,00
00,00
EUR
00,00
00,00
Updated: 2012-05-22 00:06:09

ShoutBox

simduk.gif

User Online

Saat ini terdapat 24 pengunjung online
 
counter

RSS Sumbar

cURL error 7: