| Angin Puting Beliung Di Kawasan Siti Nurbaya |
|
Atap Rumah dan Masjid Terbang
Padang, –Angin puting beliung menghamtam kawasan Jembatan Siti Nurbaya, Kelurahan Batang Arau kota Padang. Suara angin menderu seram yang diiringi hujan, sehingga menakutkan warga setempat. Ketika itu kecemasan lansung menyelinap, akhirnya enam atap rumah warga berterbangan dan masjid Waduk Batang Arau juga mengalami hal yang sama. Malahan sekitar 5 menit angin puting beliung itu terjadi, terdengar suara teriakan, ketakutan Selasa (17/1) pukul 10.00 Wib. Peristiwa puting beliung juga mengkibatkan Niko (12), siswa SMP Kartika Padang mengalami luka ringan di kepalanya. Masyarakat terpaksa melarikan Niko ke RS. M.Djamil Padang untuk mendapatkan pertolongan pengobatan.
Hanya sekejap mata Allah Swt mendatangkan angin kencang langsung membuat panik warga dan meobrak abrik enam atap rumah serta satu rumah ibadah. Sehubungan dengan itu, sekitar 15 menit kemudian Tim Pusdalops dan KSB Provinsi Sumbar yang dipimpin kabid Kedaruratan Logistic dan Koordinator Pusdalops BPBD sumbar Ade Edward setelah mendengar peristiwa angin puting beliung itu, langsung ke ke kawasan Jembatan Siti Nurbaya untuk melihat dari dekat dari peristiwa tersebut.
Sekaitan dengan itu, laporan dari tim KSB Batang Arau, dengan dua unit mobil Pusdalops membawa 6 terpal untuk tenda darurat. Laporan dari KSB menyatakan atap rumah penduduk terangkat karena angin kencang. Kuda-kuda atap masjid terbang r sejauh 50 meter.
“ Sebenarnya Gubernur Sumbar Irwan Prayitno sudah mengeluarkan warning, waspada cuaca ekstrim dari 15 Desember 2010 lalu hingga 31 Januari 2012. Menurut lapoaran BMKG Sumbar peristiwa Puting beliung ini terjadi karna aktivitas electric di langit dan juga berpengaruh pada daerah perbukitan seperti yang dialami di Bukit Batang Arau. Jadi, sesuai standar BPBD Sumbar, tim Pusdalops langsung ke lokasi dengan menyisir kebutuhan bencana pada saat itu. Rupanya yang dibutuhkan hanya tenda, makanya diberikan tenda darurat.”
Wakil Ketua DPRD Kota Padang Budiman S.Ag yang juga berada di lapangan menuturkan, ini musibah mendadak. Mengakibatkan kuda-kuda masjid diterbangkan hingga 50 meter. Untuk sementara atap masjid ditutup pakai terpal yang diberikan pihak BPBD Padang. Alhamdulillah ketika bencana ini terjadi, tidak malam hari, untung saja pagi menjelang siang. Kalau malam bisa lebih merepotkan warga. Untuk kepada warga kawasan Jembatan Siti Nurbaya harus banyak tawakal dan jangan terlalu cemas berlebihan, sebab segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Allah Swt. Dan kapan akan terjadinya, tak satupun manusia yang mengetahuinya.
Sementara salah satu warga Batang Arau, yang enggan menyebutkan namanya menyatakan, “saya lihat sendiri angin kencang itu seperti berwarna hitam berkabut, disertai suara gemuruh yang mengerikan. Saking kencangnya mengangkat atap dan kuda-kuda masjid. Angin hitam itu terjadi hanya sekitar lima menit. Namun saat terjadi, rasanya cukup lama.* wan Rais |
|
|
| Home |
| Profil |
| Pemerintahan & DPRD |
| Keuangan, Pembangunan dan Harga |
| Peluang Investasi |
| Pariwisata |
| Hotel & Restoran |
| Sarana & Prasarana |
| Potensi Daerah |
| BukuTamu |
| Kontak |
| AKSI DARURAT PASCA GEMPA |
Kurs
| Jual
| Beli
|
|---|---|---|
USD |
00,00 |
00,00 |
SGD |
00,00 |
00,00 |
JPY |
00 |
00 |
GBP |
00,00 |
00,00 |
EUR |
00,00 |
00,00 |
Updated: 2012-05-22 00:06:09
|
||

cURL error 7:
|
|