Walikota Fauzi Bahar : " Nilainya N O L"

Image
FAUZI BAHAR
Sebagai seorang mukmin, tentu kita melakukan ibadah puasa, membayar  zakat  menurut kadar yang ditentukan, bersedekah diwaktu lapang maupun diwaktu sempit, dan menunaikan ibadah Haji ke Mekah bila menyanggupi. Dan ibadah-ibadah utama itu pun kita lengkapi pula dengan berbagai amaliah lainnya dalam rangka menata kehidupan bermasyarakat. Tapi ketahuilah. Semua itu tidak berarti sama sekali, dan semuanya bernilai nol. Nol besar!
 Benar. Nilainya Nol besar. Puasa, zakat, sedekah ataupun naik haji, sama sekali tidak akan menyelamatkan kita kelak di hari kiamat. Tetapi, sabar, jangan kaget dulu. Marilah kita baca dulu sebuah Hadist yang riwayatkan oleh Ath-Thabrani, “Awwala maa yuhasabu a’laihil,abdu yaumalqiyaama, asshalatu”, artinya, “Amalan seorang hamba yang paling pertama dihisab dihari kiamat adalah shalat”. “Pa in shaluhat shaluha sha iru ‘amalihi”, artinya, “Jika shalatnya baik, maka baik pulalah seluruh amalannya”, dan “ Wa in pasadat pasada saa iru ‘amalihi”, artinya, “Dan jika shalatnya rusak, maka rusak pulalah seluruh amalannya”.

    Pertanyaannya,  kapan ibadah puasa kita bernilai nol, ibadah zakat kita menjadi tak bernilai sama sekali bahkan ibadah haji kita menjadi serangakaian ritual yang sia-sia? Atau apapun amal ibadah yang kita lakukan menjadi bernilai Nol Besar di sisi Allah Subhanahuwata’ala?  Kapan?  Yaitu jika ibadah Shalat yang kita lakukan,  di pengadilan Allah di Yaumil  Masyar kelak ternyata hasil hisapnya rusak, atau lebih parah lagi kita ternyata tidak melakukan ibadah shalat sama sekali.
Camkanlah wahai saudaraku, “Wa in pasadat pasada saa iru ‘amalihi” “ Dan jika shalatnya rusak, maka rusak pula seluruh amalannya”. Alangkah sia-sianya kita, alangkah luarbiasanya penyesalan kita nanti di sidang pengadilan Allah di hari kiamat. Ketika kita membayangkan akan memetik buah dari ibadah puasa yang kita tanam semasa di dunia, ketika kita membayang ranumnya buah ibadah zakat, Haji dan sedekah yang kita lakukan semasa di dunia. Tetapi manakala Shalat, sebuah  ibadah yang  paling pertama dihisab, ternyata hasilnya rusak dan bernilai Nol. Maka saat itu juga, semua menjadi nihil sama sekali. Nilai ibadah puasa, zakat yang kita keluarkan, ibadah haji yang kita kerjakan, dan berbagai amaliah lain yang kita perbuat, semua terbang dan menguap bersama gelombang panas manusia yang bergemuruh di Padang Masyar yang luas tak bertepi. Alangkah sia-sianya.
Tetapi sebaliknya, “    Pa in shaluhat shaluha sha iru ‘amalihi”, artinya, “Jika shalatnya baik, maka baik pulalah seluruh amalannya”. Nah, bila nilai ibadah shalat kita nanti ditimbangan pengadilan Allah bernilai baik, maka Allah jamin baik pulalah seluruh amalannya. Artinya benar, manakala shalat telah berada ditimbangan yang bagus yang lainnya sudah mengikut dan tidak dipertanyakan lagi. Sorga sudah ditangan. Alhamdulillah.
Karena demikian benar adanya, sudah menjadi kewajiban utama bagi kita selaku umat Muslim, untuk selalu memelihara ibadah shalat. Baik memelihara kekusyukkan dalam melakukan shalat maupun dalam memelihara ketepatan waktu pelaksanaan shalat. Dua-duanya mesti kita pelihara. Memelihara supaya ibadah shalat kita khusuk, tentu kita berupaya untuk secara terus menerus meningkatkan pengetahuan kita akan shalat, seperti memperdalam pengetahuan tentang kafiat-kafiat shalat dan hakekat shalat. Serta selalu berusaha keras bagaimana melaksanakan shalat tepat diawal waktunya. Melaksanakan shalat tepat diawal waktu sudah menjadi bagian bagi terselenggaranya shalat yang khusuk.
Teramat penting  untuk kita memasukkan ke hati apa yang telah disampaikan Nabi kita  Muhammad  SAW, seperti yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah, “Yang membedakan antara Muslim dengan Kafir adalah meninggalkan shalat”, dan wasiat terakhir Rasulullah itu adalah, “Jagalah Shalat….Jagalah Shalat…” . Maka seseorang yang menjaga akan shalatnya, maka disitulah shalat yang kita lakukan akan menjadi energy positif bagi diri kita untuk melawan berbagai perbuatan keji dan mungkar, “Inna shalata tanha a’nilfahsa’i wal munkar”. Sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar.
Menutup tulisan ini, coba pembaca ambil pena, lalu tulis mulai dari kanan ke kiri, (yang ditulis hanya angka Nol saja) nilai puasa Nol. Nilai Haji Nol, nilai Zakat Nol, nilai sedekah Nol, nilai membaca Al.Quran Nol, nilai membantu fakir miskin Nol. Setelah itu paling kanan sekali tulis nilai Shalat angka Satu. Maka dari kanan ke kiri akan ada 6 angka Nol di Tambah sebuah angka Satu. Berapa jumlahnya? Semua berjumlah: 1.000.000. Satu Juta...! Luar Biasa besarnya pengaruh nilai Shalat itu terhadap amalan yang lain. Allahu Akbar. 

 
Advertisement
counter