Advertisement
Kedahsyatan Pesantren Ramadhan

Oleh Fauzi Bahar  (Walikota Padang)

           

Image
FAUZI BAHAR
Semakin jauh kita ke tengah merenangi lautan hikmah kegiatan Pesantren Ramadhan, semakin tahulah kita bahwa kegiatan Pesantren Ramadhan itu seperti hamparan samudra luas. Tidak bertepi, dan menyimpan kandungan hikmah yang tidak akan habis-habisnya. Ia tidak hanya sebagai apa yang nampak oleh indra kita, dari pemindahan sekolah ke masjid atau dari serangkaian proses belajar  mengajar yang kita ketahui selama ini. Tetapi ia lebih kaya akan nilai yang hari ini memang tidak tampak. Dan esok, beberapa tahun kemudian, Pesantren Ramadhan akan mewarnai sikap dan prilaku generasi muda kita. Yang hari ini, mereka baru duduk dibangku Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas.

            Keberbedaannya yang khas, orisinil, dan dilaksanakan di bulan yang penuh Keutamaan dan Keberkahan, yakni bulan Ramadhan, serta metode pengajaran serta jam belajar yang dirancang mulai sejak terbit sang fajar, telah menjadikan sebuah jaminan bahwa pelaksanaan pesantren Ramadhan tak ubahnya seperti kawah candradimuka, yang dapat mengasah mental spritual, keimanan dan daya tahan anak didik. Kekuatan mental, ketajaman rasa spiritual, keimanan yang kokoh, adalah perangkat yang mau tidak mau mesti dimiliki oleh generasi muda kita. Dan semakin ke masa depan maka nilai itu akan semakin mutlak dibutuhkan.

            Menarik mengurainya satu per satu dalam telaahan singkat ini. Terutama sisi lain yang belum banyak atau bahkan belum pernah dibincang khusus selama ini. Yakni, dari sisi waktu. Semua dimulai ketika sang fajar telah terbit. Di dahului dengan shalat Subuh berjamaah. Sebuah pemulaian aktivitas yang paling baik dan tidak ada lagi waktu yang terbaik sesudah itu untuk memulai sebuah aktivitas.

            Mudah benar memahami dan merasakannya, bagi anak-anak kita, yang rata-rata tidak ditempa dalam lembaga khusus yang punya tradisi disiplin waktu. Tetapi dengan kegiatan Pesantren Ramadhan, tradisi disiplin waktu itu langsung dibangun. Sejatinya mereka dilepas ke medan perjuangan yang cukup berat, melawan rasa kantuk, melawan berbagai keinginan-keinginan nafsu untuk bersenang-senang. Proses perlawanan terhadap musuh-musuh yang bersarang dalam diri itu, adalah sisi lain Pesantren Ramadhan, yang di hari esok akan dipetik buahnya oleh generasi muda kita.

            Dari sisi materi, maka inilah cara kita bagaimana selama tiga minggu, tanpa henti, generasi muda dapat kita celup dengan perangkat-perangkat aturan main dalam hidup sebagai mana yang diperintahkan oleh Islam. Para santri dicelup dengah masalah hukum, akhlak, historis dan keindahan  rasa seni yang bernuansa Islam. Tak ternilai, betapa mereka diperkenalkan dan kalbunya dibasahi dengah hikmah-hikmah yang terpelihara dalam Asma-Asma Allah dalam Asmaulhusnah.

            Dan selepas Pesantren Ramadhan, anak-anak kita telah pulang dengan hapalan semua ayat-ayat pendek dalam juz amma. Dengan cara apakah kemampuan ini akan dimiliki oleh anak-anak kita? Memang jawabannya bukan satu-satunya dari kegiatan pesantren ramadhan. Tetapi kita tentu jujur pula dalam hal ini, kegiatan apakah selain Pesantren Ramadhan? Adakah? Tetapi itu mungkin hal-hal kecil saja. Dan yang paling menarik untuk kita pertanyakan adalah, seberapa banyak hari ini kita hapal ayat-ayat pendek yang melekat dalam juz amma? Andai kita juga dulu, ditempa untuk menguasai hapalan ayat-ayat pendek, tentu hari ini kita akan lebih banyak menghapal selain dari surat Al. Ikhlas atau Al.Asyri atau Alkausar atau An Nas. Bukankah begitu?

            Sisi lain, ini buat kita yang sudah dewasa. Dari pengamatan yang kami lakukan ketika penyusunan Disertasi Doktor kami, ternyata kegiatan Pesantren Ramadhan ini juga diminati oleh kalangan orang Dewasa. Keterpanggilan untuk menambah ilmu dan memperbanyak amal saleh selama Ramadhan, oleh sebagian orang dewasa atau orang tua peserta pesantren Ramadhan, telah dilakukan dengan keikutsertaan mereka dalam kegiatan, banyak yang aktif selama kegiatan berlangsung tetapi tidak sedikit pula yang terlibat secara pasif seperti ikut menjadi sponsor dalam pelaksanaan kegiatan Pesantren Ramadhan. Tak pernah saya membayangkan bahwa ada orang tua yang meminjamkan perangkat in focus dan bermacam peralatan lainnya untuk semakin memantapkan pelaksanaan Pesantren Ramadhan. Semua adalah karena kata hati. Yakni Kata hati, untuk menjadi manusia yang semakin baik. Untuk diri sendiri, untuk masyarakat, untuk bangsa dan Negara. Dan semuanya, akan bermuara kepada kebaikan kehidupan di akhirat. Kelak, tetapi pasti.                      

 

 
Advertisement

Jajak Pendapat

Setujukah anda pusat pemerintahan Kota Padang dipindahkan ke Air Pacah ?
 

Galeri Foto


Randai


Bangunan
Hotel bumi minang sebelum gempa

Pantai Carolina 2


Pantai Carolina 1


Pantai Nirwana

RSS Nasional

Syndicate

dualbahasa.gif

IDR Exchange

Kurs
Jual
Beli
USD
00,00
00,00
SGD
00,00
00,00
JPY
00
00
GBP
00,00
00,00
EUR
00,00
00,00
Updated: 2012-02-08 00:03:38

ShoutBox

simduk.gif
counter