| Kedahsyatan Pesantren Ramadhan |
|
Oleh Fauzi Bahar (Walikota Padang) Keberbedaannya yang khas, orisinil, dan dilaksanakan di bulan yang penuh Keutamaan dan Keberkahan, yakni bulan Ramadhan, serta metode pengajaran serta jam belajar yang dirancang mulai sejak terbit sang fajar, telah menjadikan sebuah jaminan bahwa pelaksanaan pesantren Ramadhan tak ubahnya seperti kawah candradimuka, yang dapat mengasah mental spritual, keimanan dan daya tahan anak didik. Kekuatan mental, ketajaman rasa spiritual, keimanan yang kokoh, adalah perangkat yang mau tidak mau mesti dimiliki oleh generasi muda kita. Dan semakin ke masa depan maka nilai itu akan semakin mutlak dibutuhkan. Menarik mengurainya satu per satu dalam telaahan singkat ini. Terutama sisi lain yang belum banyak atau bahkan belum pernah dibincang khusus selama ini. Yakni, dari sisi waktu. Semua dimulai ketika sang fajar telah terbit. Di dahului dengan shalat Subuh berjamaah. Sebuah pemulaian aktivitas yang paling baik dan tidak ada lagi waktu yang terbaik sesudah itu untuk memulai sebuah aktivitas. Mudah benar memahami dan merasakannya, bagi anak-anak kita, yang rata-rata tidak ditempa dalam lembaga khusus yang punya tradisi disiplin waktu. Tetapi dengan kegiatan Pesantren Ramadhan, tradisi disiplin waktu itu langsung dibangun. Sejatinya mereka dilepas ke Dari sisi materi, maka inilah cara kita bagaimana selama tiga minggu, tanpa henti, generasi muda dapat kita celup dengan perangkat-perangkat aturan main dalam hidup sebagai mana yang diperintahkan oleh Islam. Dan selepas Pesantren Ramadhan, anak-anak kita telah pulang dengan hapalan semua ayat-ayat pendek dalam juz amma. Dengan cara apakah kemampuan ini akan dimiliki oleh anak-anak kita? Memang jawabannya bukan satu-satunya dari kegiatan pesantren ramadhan. Tetapi kita tentu jujur pula dalam hal ini, kegiatan apakah selain Pesantren Ramadhan? Adakah? Tetapi itu mungkin hal-hal kecil saja. Dan yang paling menarik untuk kita pertanyakan adalah, seberapa banyak hari ini kita hapal ayat-ayat pendek yang melekat dalam juz amma? Andai kita juga dulu, ditempa untuk menguasai hapalan ayat-ayat pendek, tentu hari ini kita akan lebih banyak menghapal selain dari Sisi lain, ini buat kita yang sudah dewasa. Dari pengamatan yang kami lakukan ketika penyusunan Disertasi Doktor kami, ternyata kegiatan Pesantren Ramadhan ini juga diminati oleh kalangan orang Dewasa. Keterpanggilan untuk menambah ilmu dan memperbanyak amal saleh selama Ramadhan, oleh sebagian orang dewasa atau orang tua peserta pesantren Ramadhan, telah dilakukan dengan keikutsertaan mereka dalam kegiatan, banyak yang aktif selama kegiatan berlangsung tetapi tidak sedikit pula yang terlibat secara pasif seperti ikut menjadi sponsor dalam pelaksanaan kegiatan Pesantren Ramadhan. Tak pernah saya membayangkan bahwa ada orang tua yang meminjamkan perangkat in focus dan bermacam peralatan lainnya untuk semakin memantapkan pelaksanaan Pesantren Ramadhan. Semua adalah karena kata hati. Yakni Kata hati, untuk menjadi manusia yang semakin baik. Untuk diri sendiri, untuk masyarakat, untuk bangsa dan Negara. Dan semuanya, akan bermuara kepada kebaikan kehidupan di akhirat. Kelak, tetapi pasti.
|
|
|
| Home |
| Profil |
| Pemerintahan & DPRD |
| Keuangan, Pembangunan dan Harga |
| Peluang Investasi |
| Pariwisata |
| Hotel & Restoran |
| Sarana & Prasarana |
| Potensi Daerah |
| BukuTamu |
| Kontak |
| AKSI DARURAT PASCA GEMPA |
Kurs
| Jual
| Beli
|
|---|---|---|
USD |
00,00 |
00,00 |
SGD |
00,00 |
00,00 |
JPY |
00 |
00 |
GBP |
00,00 |
00,00 |
EUR |
00,00 |
00,00 |
Updated: 2012-02-08 00:03:38
|
||
