Selamat Datang

  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
Advertisement
Kota Padang Pada Hari Jadi Ke 341 ( 7 Agustus 1669 – 7 Agustus 2010)

Berpacu Berbenah Diri Setelah Dilanda Gempa, Fokus Benahi Infrastruktur Kota

    Padang adalah salah satu kota besar dan termasuk tertua  di pantaibarat Pulau Sumatera, berpenduduk pada siang hari satu juta jiwa dan malam hari 980.000 jiwa lebih. Padat di siang hari, karena masyarakat dari berbagai daerah melakukan transaksi perdagangan di kota ini dan juga pegawai negeri/ swasta dari luar kota  bekerja siang hari di Padang.
    Padang  terdiri 11 kecamatan dan 104 kelurahan, dihuni oleh multi etnis, berbagai suku dan budaya dari tanah air. Tetapi ini pulalah yang membuat kota ini begitu dinamis dan bergairah. Rasa kebersamaan dan persatuan sangat terpelihara disini dengan baik.
    Di bawah kepemimpinan periode kedua Walikota DR. H. Fauzi Bahar, M.Si bersama Wakil Walikota H. Mahyeldi Ansharullah, Sp diharapkan Kota Padang semakin maju dan berkembang. Serta mampu membangun kembali berbagai infrastruktur kota yang hancur akibat digoyang gempa berkekuatan 7,9 SR 30 September 2009, ujar Kabid Humas Pemko Padang Richardi Akbar, S. Sos,

Sejak dilanda musibah gempa sekitar setahun lalu dinamika kehidupan di Padang begitu meningkat. Apalagi semua orang ingin- cepat- cepat Padang pulih kembali. Untuk itulah Pemko Padang bersama dengan legislataif yang dipimpin Ketua DPRD Zulherman dan  berbagai komponen masyarakat berupaya sekuat tenaga bagaimana menata dan membangun Padang seperti sedia kala, bahkan lebih hebat dari sebelumnya.
    Tidak bisa dipungkiri akibat gempa  rusak sendi- sendi perekonomian masyarakat, mengakibatkan semakin berkurangnya pendapatan asli daerah (PAD) mencapai 50 persen. Sumber- sumber retribusi dan pajak semakin berkurang. Ini pulalah yang membuat para pimpinan kota ini berfikir seribu keliling, bagaimana menggenjot PAD dan mendapatkan dana segar untuk membenahi kota ini.
    Berbagai upaya telah dan akan dilakukan, baik kepada para pengambil kebijakan di tingkat pusat, seperti DPR- RI, sejumlah departemen/ non departemen, swasta, lembaga social/ kemasyarakatan maupun kepada Negara-Negara sahabat yang tidak mengingat.
    Pokoknya semua upaya sudah dilakukan, dengan tujuannya hanya satu, yaitu bagaimana Kota Padang ini bangkit kembali dan mampu memacu pertumbuhan, baik dari segi perekonomian, membangun kembali kantor pemerintah yang hancur, sarana pendidikan, sarana kesehatan, sarana ibadah, perumahan masyarakat, irigasi, jembatan, jalan dan infrastruktur lainnya.
    Melalui APBD Tahun 2010 telah diarahkan dana  bagaimana percepatan pembangunan kembali Padang pascagempa. Itupun jumlah tidak memadai, karena PAD masih terbatas. Pemko melakukan upaya lain, yaitu melobi pemerintah pusat untuk mendapatkan sejumlah bantuan dana untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi Agenda Pembangunan 2009 -2014
    Pemko Padang telah menyusun berbagai agenda pembangunan 2009 -2014 yaitu, mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan amanah, meningkatkan kwalitas kehidupan beragama, beradat dan berbudaya, meningkatkan keterpaduan pengentasan kemiskinan dan pengangguran, meningkatkan kerjasama penanggulangan bencana, bahaya dan dampaknya, meningkatkan pemerataan pembangunan kawasan dan prasarana-sarana, serta mewujudkan ketanggungan dan daya saing menuju kota metropolitan.
    Sedangkan prioritas pembangunan tahun 2009 – 2014 yaitu, peningkatan kapasitas dan budaya kerja untuk peningkatan kinerja dan citra, penerapan teknologi informasi dan komunikasi untuk peningkatan efisiensi pelayanan,  pembenahan internal kelembagaan untuk peningkatan integrasi urusan pemerintah,  pelimpahan wewenang kepada kecamatan, kelurahan untuk efektifitas pelayanan.
    Pengembangan modul pembangunan partisipatif untuk peningkatan partisipasi public, pembentukan peraturan daerah untuk peningkatan keamanan dan ketertiban umum,  peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan pendidikan untuk mencapai target MDG, pengembangan kelompok masyarakat peduli untuk mediasi dalam partisipasi public, pembenahan pasar tradisional,  dan modoren untuk peningkatan kesejahteraan rakyat.
    Pemberdayaan usaha kecil dan menengah untuk peningkatan ketahanan ekonomo, penetapan pusat- pusat pengembangan kawasan untuk percepatan menuju kota metropolitan, pengembangan jalan lingkar dan jalan pantai untuk perbaikan akses pusat- pusat, peningkatan akses dan intensitas
interaksi untuk pemerataan pembangunan kawasan, pembenahan system transportasi umum untuk peningkatan kenyamanan penggunanya, peningkatan kemampuan dalam penanggulangan bencana untuk mengatasi dampaknya, pengembangan model kerjasama pembangunan antar lembaga dan antar daerah, serta perbaikan koordinasi dan sinkronisasi program untuk pemberdayaan komunitas miskin.
    Dimensi pokok rehabilitasi dan rekonstruksi Kota Padang pascagempa yaitu, mendekonsentrasikan pusat kota dan pengembangan pusat kegiatan ekonomi baru, memulihkan perekonomian dan menjadikan pusat kota lama sebagai pusat bisnis dan pariwisata, memulihkan kehidupan masyarakat dan kesiapan bencana, memulihkan prasarana pendidikan dan kesehatan, mereorganisasikan jaringan dan membangun prasarana dan sarana transportasi, dan menyesuaikan dokumen perencanaan.
    Sedangkan mendekonstrasikan pusat kota Kota Padang meliputi, pemindahan pusat pemerintahan ke kawasan Air Pacah, revitalisasi pasar satelit, baik yang dekat kawasan pantai, maupun yang berlokasi ke timur (mendistribusikan sebagian kegiatan perdagangan ke pasar satelit), dan pengembangan kawasan dan pusat ekonomi baru.

    Khusus untuk membangun kembali sarana perekonomian masyarakat, pemerintah pusat melalui dana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mealokasikan dana sebesar Rp64,5 Miliar untuk membangun kembali Pasar Inpres 1 – 4 yang sudah hancur. Tahun 2010 ini dana tahap pertama sebesar Rp64,5 Miliar tersebut sudah dapat dimanfaatkan dan ditambah dana pendaping dari APBD Rp59 miliar. Pasar rencananya dibangun empat lantai dan sekaligus berfungsi sebagai shalter atau tempat evakuasi bila sewaktu- waktu terjadi tsunami. Di sana mampu menampung 40.000 orang, dimana masyarakat yang berdatangan dari radius 1 Km.
Sedangkan untuk selanjutnya BNPB sudah menjamin pula akan ada tarmen berikutnya, sampai Pasar Inpres  1 – 4 tuntas, ujar Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB DR. Bakri Beck.
    Begitu juga halnya pembangunan sarana pendidikan dan kesehatan sedang dipacu, bahkan sudah dibantu pula oleh pihak ketiga untuk 103 SD, baik lokal maupun mancanegara. Antara lain pembangunan kembali SD yang hancur di Kecamatan Padang Barat sebanyak 7 SD, Padang Timur 6
SD, Padang Selatan 8 SD, Padang Utara 9 SD, Koto Tangah 16 SD, Kuranji 14 SD, Nanggalo 12 SD, Lubuk Begalung 6 SD, Pauh 3 SD, Lubuk Kilangan 5 SD dan Bungus Teluk Kabung 17 SD, SMP 6 lokasi, SMA 2 lokasi, SMK 2 lokasi dan TK 2 lokasi, ujar Kabid  TK/ SD Diknas Padang Musdek.
    Begitu juga halnya  sejumlah sarana ibadah dan kesehatan telah dibenahi/ dibangun kembali, berkat bantuan pihak ketiga (donator). 
Program penerimaan siswa baru tetap dilakukan dengan system PSBOnlien, gunanya untuk menciptakan suasana yang nyaman dalam penerimaan siswa, menghindari memo pejabat dan menumbuhkan rasa keadilan. Pengembangan Wilayah Stategis dan Lingkungan Sehat Pemko Padang bersama DPRD Kota Padang juga telah menetapkan program pengembangan wilayah stategis dan lingkungan sehat. Untuk pengembangan wilayah strategis cepat tumbuh sebagaimana yang diungkapkan Ketua DPRD Kota Padang Zulherman kepada pers, Pemko telah mengalokasikan dana sebesar Rp711,17 juta.  Kegiatan itu pendampingan revisi rencana tata ruang dan wilayah kota 2009 -2028 dengan biaya Rp277,35 juta. Kegiatan penyusunan rencana induk transportasi kota dengan anggaran Rp381,32 juta.
    Selanjutnya kegiatan penunjang kelembagaan badan koordinasi penataan ruang daerah (BKPRD) Kota Padang dengan biaya Rp52,5 juta.  Dana APBD 2010 untuk pembiayaan program perencanaan pengembangan wilayah strategis menurun dibandingkan tahun 2009 yang mencapai Rp3,34 miliar.
Meskipun demikian program tersebut diharapkan jalan, kata Ketua DPRD Kota Padang Zulherman.
    Pemko juga bertekad menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat di komplek perumahan tahun 2010, makanya disediakan pula dana Rp3,39 miliar. Dilaksanakan enam program yaitu, pengembangan air minim dan sanitasi, pembangunan infrastruktur sanitasi,  membangun infrastruktur air minim, kegiatan monitoring dan pelaporan serta proyek penanggulangan kemiskinan di perkotaan (P2KP).
    Juga dianggarkan dana Rp1,49 miliar untuk program pengembangan perumahan. Yaitu untuk membiayai kegiatan perbaikan lingkunhgan perumahan sebesar Rp500 jutsa dan untuk perbaikan jalan lingkungan perumahan Rp993,12 juta.
    Program pemberdayaan zakat umat muslim dan program- program keagamaan lainnya yang sudah diakui pemerintah nasional harus tetap dikembangkan. Kalau tahun 2009 lalu penghimpunan zakat mencapai Rp10,3 miliar, pada akhir tahun 2010 ini akan lebih, atau sesuai target Rp15 miliar. Begitu juga halnya dengan program lainnya yang tesebar di seluruh SKPD tetap mengacu kearah peningkatan perekonomian masyarakat perlu kebersamaan. Di goyang gempa tahun lalu, Padang betul-betul porak poranda.
Ditaksir memerlukan dana sekitar Rp20 Triliun untuk untuk bangkit kembali. Baik untuk membenahi gedung perkantoran, rumah masyarakat, sarana pendidikan, sarana ibadah, sarana perekonomian, sarana kesehatan, irigasi, jembatan, jalan dan infrastruktur lainnya.
    Untuk mendapatkan dana sebesar itu tidak sanggup melalui APBD Kota Padang, meskipun dianggarkan lima tahun ke depan. Salah satu upaya adalah dengan meminta bantuan ke berbagai lembaga Negara atau kemasyarakatan, seperti pemerintah pusat, pemerintah provinsi,  pihak swasta, Negara asing/ organisasi dunia dengan tidak mengikat, dan yang lainnya.
    Untuk itu tentu perlu adanya kesamaan tekad, vis/misi dari berbagai komponen daerah ini, sehingga apa yang diharapkan tersebut direspon pihak lain atau mendapat dukungan untuk merehabilitasi dan merekonstruksi kembali Kota Padang pascagempa.
    Sebutlah misalnya, antara Pemko Padang dengan anggota DPRD Kota Padang ke depan harus seiring selangkah memikirkan dan mamajukan kota ini. Kontrol sah- sah saja, tetapi bagaimana Padang ini ke depan semakin maju dan berkembang sama dengan kota- kota besar/ metropolitan lainnya di tanah air. Dirgahayu Padang Kota Tercinta ke 341 ( 7Agustus 1669 – 7 Agustus 2010).

 
Advertisement

Jajak Pendapat

Setujukah anda pusat pemerintahan Kota Padang dipindahkan ke Air Pacah ?
 

Galeri Foto


Temporary name, please change.


Air terjun 3 tingkat


Pantai Air Manis
Pantai air manis yang juga terdapat objek wisata malin kundang

Lapangan Golf Ulu Gadut
Temporary description, please change...

Pantai Carolina 2

RSS Nasional

Syndicate

dualbahasa.gif

Counter

Pengunjung: 9250033

IDR Exchange

Kurs
Jual
Beli
USD
00,00
00,00
SGD
00,00
00,00
JPY
00
00
GBP
00,00
00,00
EUR
00,00
00,00
Updated: 2012-02-07 00:03:36

ShoutBox

simduk.gif

User Online

Saat ini terdapat 28 pengunjung online
 
counter