|
Sukseskan 4 Agenda Kota Padang  FAUZI BAHAR Walikota Padang DR. H. Fauzi Bahar, M.Si mengajak Camat, Lurah dan LPM menyukseskan berbagai agenda penting Pemko Padang bulan Juli dan Agustus 2010. Antara lain lomba dragot boat Internasional 29 Juli s/d 1 Agustus, Hari Jadi Kota 7 Agustus, HUTRI 17 Agustus dan menuntaskan masalah dana gempa tahun 2007. Hal tersebut disampaikan Walikota Padang DR. H. Fauzi Bahar, M. Si, di Palanta kediaman resmi walikota, Senin (19/7). Lebih jauh dikatakannya, lomba dragon boat adalah salah satu even tetap Pemko Padang dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Kota Padang setiap tahun. Even ini sudah mendapat respon positif oleh warga kota dan mereka sangat terhibur, kata Fauzi Bahar.
Sedangkan peringatan Hari Jadi Kota ke 341, tanggal 7 Agustus 2010 dijadikan sebagai momentum Padang bangkit kembali setelah dilanda gempa berkekuatan 7,9 SR 30 September 2009 lalu. Untuk itu diharapkan para camat, lurah dan LPM secara bersama-sama memikirkan dan berbuat lebih banyak lagi berbagai upaya yang harus dilakukan dalam pemulihan Padang kembali seperti waktu lalu. Kita jangan selalu mengedepankan masalah, tetapi bagaimana berbuat nyata untuk membangun Padang, yang dimulai dari tingkat RT, RW, kelurahan, kecamatan dan sampai ke tingkat yang lebih besar, yaitu Kota Padang. Bila kita bersama- sama memikirkan kemajuan Padang sudah pasti akan sukses, tegas Fauzi Bahar. Menurut Kabid Humas Richardi Akbar, S. Sos Pemko tetap bertekad akan memberikan yang terbaik untuk kota ini, tidak cukup dengan dana yang ada di Padang, kita akan usahakan ke pemerintah pusat. Namun kita harus selalu seiring selangkah. Jangan ada pemikiran negative diantara kita, ujarnya. Begitu juga halnya tentang memperingati 65 tahun Indonesia Mardeka, mari kita rapatkan ‘barisan’ untuk memajukan kota ini. Khusus terhadap masalah dana bantuan gempa tahun 2007, dari Pemko semua data- data sudah diserahkan ke DPRD Kota Padang, yaitu berupa by name by address. Untuk itu kita berharap pihak legislatif bisa lebih cepat menyetujuinnya, sehingga bisa disalurkan kepada masyarakat yang berhak senilai Rp2,6 Miliar, ujar Fauzi. Ia kembali meyakinkan bahwa data- data tersebut sudah akurat sesuai yang direkap oleh camat melalui kelurahan, setelah mendapat informasi dari RT/ RW. Pemko tidak berniat sedikitpun memperlambat, apalagi merugikan masyarakat. Tetapi kita sama- sama menunggu proses selanjutnya, tegasnya. |