|
Walikota Padang DR. H. Fauzi Bahar, M. Si Menyesalkan Sikap Ketua DPRD Padang Yang Terkesan ‘’Menghambat’’
 FAUZI BAHAR Padang, Walikota Padang, DR. Fauzi Bahar M.Si sangat-sangat menyesalkan sikap DPRD Padang Zulherman yang belum juga mengeluarkan rekomendasi persetujuan pencairan dana gempa 2007. Padahal, Pemko Padang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah sejak lama menyerahkan laporan data korban ke pusat dan juga ditembuskan ke Ketua DPRD Padang. Laporan tersebut sudah by name, by address dan sangat jelas. Apalagi, isu yang dibahas sekarang bukan masalah percepatan pencairan dana gempa, tapi justru mempersoalkan sikap Wakil Ketua DPRD, Masrul yang menandatangani persetujuan pencairan dana gempa tersebut. “Siapa sih yang diwakili dan yang mengayomi masyarakat. Bukankah anggota dewan terhormat ini wakil rakyat. Semestinya, DPRD ini yang mendesak Pemko Padang untuk segera mencairkan bantuan ini, bukan sebaliknya menghambat proses,” tegas Walikota Fauzi Bahar di Padang, Selasa kemarin, didampingi Kabid Humas Richardi Akbar, S. Sos, di kediamannya.
DPRD Padang belum juga mengeluarkan rekomendasi pencairan dana gempa karena tidak mengakui jumlah data korban yang diberikan Pemko Padang. Jumlah korban yang dilaporkan Pemko Padang tersebut yaitu 2715 rumah. Sementara yang diakui DPRD hanya 2335 rumah, sehingga sisanya 480 rumah tidak diakui. Data 2715 rumah tersebut sebenarnya sudah diakui pusat yang dibuktikan telah dicairkan bantuan Rp 9,4 miliar sesuai jumlah korban 2715 tersebut. Namun karena DPRD tidak mengakui data ini dan hanya mengakui 2335 rumah, sehingga ada selisih dana Rp 2,6 miliar. “Nah, DPRD minta dana sisa Rp 2,6 miliar ini dibagi rata saja kepada data mereka akui. Mana mungkin. System kerja apa itu ?. Korban lain di Padang Pariaman dan Pesisir Selatan sama-sama ditetapkan menerima sekitar Rp 5 juta masing-masing korban, sementara jika seandainya dibagi rata selisih dana itu, jumlah yang diterima menjadi Rp 6 juta. Tak benar itu,” tegas Fauzi. Menurutnya, jika DPRD Padang tidak setuju silahkan cek langsung data korban yang tidak disetujui itu. Jangan hanya bilang data ini tak benar lalu tak ada tindak lanjutnya. Masyarakat korban gempa terus mengulurkan tangan menanti kapan bantuan ini turun, sementara wakilnya yang duduk di dewan terus berbelit-belit dengan persoalan yang semestinya tidak perlu dipermasalahkan. “Segeralah cek kalau memang tak setuju. Atau sampaikan tertulis kepada Pemko Padang tidak menyetujui pencairan dana gempa, sehingga Pemko Padang bisa pula menjelaskan kepada masyarakat dan mengembalikan dana ini ke pusat,” kata Walikota lagi. Perlu diketahui, lanjut Fauzi, gempa 2007 sudah berlalu 3 tahun. Dalam masa tiga tahun tentu sudah banyak rumah korban yang diperbaiki, karena tidak mungkin dibiarkan rumah yang runtuh terbengkalai ‘menganga’ sampai sekarang. Begitu juga dengan anggota dewan yang duduk sekarang merupakan anggota dewan periode baru yang mulai masuk 2009 lalu. Sementara yang lebih tahu nasib korban gempa ini adalah anggota dewan masa periode sebelumnya. “Nah, marilah kita sikapi ini dengan kepala jernih sekarang. Jangan terus berlarut-larut, sehingga masyarakat korban gempa yang terus dikorbankan,” tambahnya. Seyogianya anggota DPRD membantu kesulitan masyarakat, jangan malah sebaliknya yang bersikap terlalu jauh, seperti memperlambat memberikan rekomendasi pencairan dana gempa tahun 2007. Pemko dan DPRD ada, karena ada rakyat, makanya kita harus berpihak kepada rakyat. Jangan malah selalu mempolitisir sesuatu, yang akhirnya masyarakat yang dirugikan, ujarnya. |