|
 FAUZI BAHAR Walikota Padang, DR. H. Fauzi Bahar MSi kembali menerima penghargaan atas prestasi dan kepeduliannya membangun Kota Padang. Penghargaan kali ini yaitu Pemimpin Peduli Bencana yang diberikan Jaringan Jurnalis Siaga Bencana (JJSB) Sumatra Barat. Penghargaan peduli bencana ini merupakan penghargaan yang kesekian kalinya diterima Fauzi Bahar, dimana sebelumnya juga pernah mendapatkan penghargaan dari pusat melalui BMG dan NJO internasional. Penghargaan tersebut diserahkan Anggota DPD-RI asal Sumbar, Emma Yohanna yang diterima langsung Walikota Padang Fauzi Bahar di Hotel Pengeran’s Beach Padang, kemarin (12/7) malam. Penghargaan Pemimpin Peduli Bencana tersebut pantas diterima Fauzi Bahar sebagai Walikota Padang yang sangat peduli terhadap bencana. Peduli yang telah ditunjukan Fauzi Bahar selama ini bukan hanya sigap membantu masyarakat korban bencana, namun juga sangat peduli menyikapi ancaman bencana.
Serta yang paling penting yang dilakukan Pemko Padang di bawah kepemimpinan Walikota FAuzi BAhar selama ini yaitu mendekatkan diri masyarakat kepada Allah SWT agar terhindar dari bencana melalui kegiatan-kegiatana keagamaan. Fauzi BAhar kepada wartawan usai menerima penghargaan tersebut mengungkapkan, penghargaan yang diterimanya itu merupakan penghargaan bagi masyarakat Kota Padang. Program penanggulangan bencana yang dilakukan selama ini tak lepas dari peran serta semua pihak yang telah membantu selama ini. “Kita berterima kasih kepada JJSB, Kogami, Tagana, Pramuka, OSIS, BEM, Mapala serta banyak lagi organisasi masyarakat, organisasi pemuda, organisasi mahasiswa dan pelajar yang telah pewduli tanggap darurat terhadap bencana selama ini. Semoga dengan penghargaan ini dapat meningkatkan kesiagaan kita terhadap bencana kedepan,” ujar Fauzi Bahar. Dia menjelaskan, program tentang bencana yang dilaksanakan Pemko Padang yang mendapat respon dari JJSB dan pemerintah pusat dan dunia internasional selama ini yaitu kesiagaan Pemko Padang serta langkah sigap yang dilaksanakan Pemko Padang bekerjasama dengan semua pihak dalam penanggulangan bencana. Program tersebut yakni melaksanakan latihan evakuasi gempa dan tsunami bagi kalangan siswa dan masyarakat. Bahkan, latihan evakuasi ini mendapat respon dari pemerintah pusat melalui BMG dan Menristek, dimana pernah dilaksanakan live streaming latihan evakuasi gempa dan tsunami serentak di Kota Padang, Banda Aceh dan Kantor BMG Pusat. Latihan evakuasi serentak melalui live streaming tersebut dimaksudkan untuk memberikan kecepatan informasi sedini mungkin tentang ancaman tsunami setelah gempa oleh BMG kepada daerah sebagai titik lokasi terjadinya gempa. Selain latihan evakuasi masyarakat, Pemko Padang bekerjasama dengan Kogami dan BMG Tabing Padang serta ORARI juga melaksanakan latihan evakuasi bagi pelajar dan mahasiswa, khususnya yang bermukim di kawasan zona merah ancaman tsunami di sepanjang pantai Padang. “Kita gelar latihan evakuasi ini untuk memasyarakatkan ancaman bencana gempa dan tsunami bagi masyarakat kita, sehingga masyarakat tidak panik setelah gempa terjadi. Namun masyarakat tahu langkah apa yang dilakukan setelah gempa,” ujarnya lagi. Di samping latihan evakuasi tsunami, Pemko Padang juga meningkatkan kualitas iman dan taqwa masyarakat agar semakin dekat disisi Allah SWT. Program keagamaan dilaksanakan melalui dzikir dan doa bersama serta menyemarakan shalat jemaah di seluruh masjid dan mushala yang ada di Kota Padang, termasuk di seluruh sekolah, perguruan tinggi dan perkantoran. (Rel) |