|
 FAUZI BAHAR Katakan tidak pada ‘sogok manyogok’! Demikian sepenggal kalimat yang ditegaskan Walikota Padang, DR. Fauzi Bahar M.Si saat sosialisasi anti korupsi yang digelar Komite Anti Korupsi (KPK) bersama Pemko Padang, di pelataran parkir Plaza Andalas Padang, Jumat (9/7). Fauzi BAhar juga memberikan apresiasi kepada KPK yang telah melakukan road show ke berbagai elemen masyarakat seperti sosialisasi yang dilaksanakan di Plaza Andalas. Sebab, memang salah satu pendorong terjadinya korupsi yaitu kurangnya pemahaman masyarakat tentang apa itu korupsi. “Kita di Pemko Padang sangat komit memerangi korupsi ini. Makanya, dalam waktu dekat kita akan lounching gerakan anti korupsi mulai sejak dini dengan tema “anti sogok”. Insya Allah ini akan kita lounching bertepatan HUT Kota Padang, 7 Agustus nanti,” kata Fauzi Bahar saat diwawancarai wartawan usai acara dialog dengan KPK sebagai salah satu rangkaian sosialisasi tersebut.
Menurutnya, korupsi penting disosialisasikan terus kepada seluruh elemen masyarakat. Sebab, yang namanya korupsi, baik yang memberi maupun yang menerima kedua-duanya salah. “Makanya, mari kita bersama-sama tegakan “katakana tidak pada korupsi”,” tegasnya lagi. Terkait masih maraknya kasus korupsi pasca reformasi, Walikota Fauzi Bahar yang baru meraih gelar doctor di Universitas Negeri Padang (UNP) ini mengungkapkan, ada tiga hal mendasar yang menyebabkan terjadinya korupsi. Pertama yaitu ketidaktahuan masyarakat tentang korupsi. Kedua aklak dan moral, sehingga perlu pembinaan dan pendidikan kegamaan yang lebik maksimal. Dan ketiga masalah hukuman dan penghargaan. “Ketiga hal ini yang perlu kita fokuskan ke depan. Apalagi masalah hukuman dan reward ini sangat-sangat penting. Karena hukuman dan penghargaan ini yang mendorong seseorang memerangai korupsi,” katanya lagi. Agar perang terhadap korupsi makin terlaksana di Kota Padang, tambah Fauzi, Pemko Padang akan terus meningkatkan pembinaan aklak bagi generasi muda. Sebab, korupsi yang terjadi baik karena ada kesempatan maupun sengaja direncanakan disebabkan karena moralnya lemah sekali. “Makanya, pendidikan keagamaan yang gencar kita laksanakan sejak beberapa tahun terakhir adalah upaya kita menyiapkan generasi anti korupsi untuk tahun yang akan datang,” tambahnya. Fauzi juga menjelaskan ada beberapa upaya mencegah korupsi di kalangan PNS. Antara lain ketelaanan dalam hidup sederhana, kejujuran dan idealism. Profesionalisme dalam menjalankan tugas, menjalankan aturan, menerapkan sanksi tegas, menginformasikan kejadian berindikasi tindak pidana korupsi yang ditemui dilingkungannya. Membantu pihak penyedik dalam proses penyelidikan dilingkungannya, mempelopori dan aktif dalam pemnyelenggaraan program pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi tentang pemahaman korupsi serta upaya pencegahannya, ikut berperan aktif dalam kegiatan pendidikan/pelatihan anti korupsi dan keteladanan dalam keluarga, jelas Fauzi Bahar. (Rel)
|