Selamat Datang

  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
Advertisement
Hentikan Berpolemik Demi Bangun Padang

 Dana Rp64,5 Miliar Dipastikan Untuk Pasar Deputi BNPB Pusat Backri Beck

ImageHentikanlah sikap yang kurang baik, seperti berpolemik yang tidak ada gunanya. Tetapi mari kita bersama- sama membangun Kota Padang dan Sumatera Barat yang sudah hancur akibat gempa 30 September 2009 lalu. DPRD Kota Padang dan Pemko Padang seharusnya bersama- sama memikirkan
bagaimana daerah yang sudah hancur ini cepat dibangun kembali dan jangan malah saling menyalahkan, ujar Deputi Rehabiltasi dan Rekonstruksi BNPB Pusat Backri Beck pada jumpa pers, di VVIP BIM, Rabu sore bersama Walikota Padang DR. H. Fauzi Bahar, M. Si dan Wawako H.Mahyeldi Ansharullah. ‘’Saya sebagai orang Padang sangat terpanggil untuk membangun daerah ini. Sebaiknya pimpinan dan tokoh- tokoh yang ada di Sumbar juga berbuat yang sama, bagaimana kita bisa mendapatkan dana dari pemerintah pusat’’.  Sekarang dananya sudah tersedia kenapa kita harus saling tidak percaya, tegasnya.


Deputy Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Fachri Beck sambil memperlihatkan bukti tertulis kepada Pers program bantuan tersebut menjamin dana  Rp 64,5 miliar sudah tersedia untuk  pembangunan kembali Pasar Inpres 1- 4 di Padang  yang ambruk akibat gempa tahun lalu. Untuk itu DPRD Padang jangan lagi mempersoalkan atau meragukan, bahkan mempolitisir masalah bantuan gempa ini.
Menyangkut bukti tertulis yang ditanya oleh Ketua DPRD Kota Padang, hal  itu jelas ada dan kami akan perlihatkan nanti. Bahkan kemarin ia memperlihatkan surat dari BNPB tersebut, namun surat program tersebut akan diserahkan dulu kepada Gubernur Sumbar. Untuk itu marilah kita saling percaya membangun negeri ini, katanya. Lebih jauh dikatakannya bahwa Padang dan umumnya Sumatera Barat akan dijadikan contoh nasional dalam percepatan pembangunan daerah pasca gempa. Untuk itu mari kita sama- sama mendukungnya, pintanya. Walikota Padang Fauzi Bahar dan  Wawako Padang H. Mahyeldi Ansharullah, juga sudah menjelaskan hal ini sebelumnya kepada Pers, menjawab tentang gonjing ganjing jadi tidaknya pengucuran dana dari pemerintah pusat kepada Pemko Padang untuk membangun kembali Pasar Raya Padang yang runtuh.
    Backri Beck  selaku Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Penanggulangan Bencana BNPB menjelaskan dan memastikan memastikan bahwa dana sebesar Rp64,5 Miliar untuk pembangunan kembali Pasar Inpres di Pasar Raya Padang yang runtuh karena gempa sudah termasuk dalam dana bantuan untuk Provinsi Sumbar sebesar Rp478 Miliar. Jadi kalau sebelumnya Gubernur Sumbar Marlis Rahman dan Kepala BPBD Provinsi Sumbar Harmensyah mengatakan dana sebesar Rp478 Miliar dari
pusat itu hanya diperuntukkan untuk pembangunan perkantoran, mesjid raya dan Rumah sakit M. Jamil Padang, Ternyata juga didalamnya termasuk untuk pembangunan Pasar Inpres di Pasar Raya Padang tahap pertama, mesjid- mesjid lainnya di Sumbar, Unand, IAIN Imam Bonjol Padang dan pembenahan berbagai infrastruktur, seperti jalan, jembatan dan yang lainnya.
    Untuk tahap-tahap berikutnya pemerintah pusat juga akan membantu pembangunan Pasar Inpres secara berkesinambungan, baik tahun 2011 dan tahun tahun-tahun berikutnya sampai tuntas.
    Apa yang ditegaskan oleh pihak BNPB nasional  merupakan khabar gembira dan patut disambut dengan rasa penuh suka cita. Karena terlihat jelas ada titik maju untuk membangun kembali Pasar Inpres yang sudah hancur akibat gempa tahun lalu, kata Walikota Fauzi Bahar.
    Untuk itu dana pendamping sebesar Rp59 Miliar (dari APBD Kota Padang Tahun 2010) yang masih dipolemikkan di DPRD Kota Padang mudah-mudahan akan mencair dan semakin jelas, dan bisa dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan Pasar Inpres 1 – 4 tahap pertama.
Sedangkan dana bantuan BNPB sebesar Rp64,5 Miliar  tidak dimasukkan dalam APBD Kota Padang, tetapi ada rekening khusus, tegas Backri beck. Apalagi sebagaimana yang sudah ditegaskan oleh Sekda Padang Ir. H. Emzalmi, M. Si, bahwa dana sebesar Rp59 Miliar tersebut sudah disetujui dalam Perda No. 1 Tahun 2010 tentang APBD Tahun 2010. Bahkan untuk proses tender pembangunan pasar Inpres tersebut tetap dilanjutkan.
Dengan adanya penegasan dari pihak BNPB Pusat Pemko Padang tetap berkotmitmen melanjutkan apa yang sudah direncanakan. Apalagi pasar adalah menyangkut kepentingan orang banyak. Dan wajar Pemko bersikap tegas dalam hal ini.
    Menurut Walikota Fauzi Bahar Insya Allah menjelang HUT Kota Padang 7 Agustus 2010 pembangunan Pasar Inpres 1 – 4 sudah bisa dimulai. Karena sekarang dalam proses tender. (Rel)

 
Advertisement

Jajak Pendapat

Setujukah anda pusat pemerintahan Kota Padang dipindahkan ke Air Pacah ?
 

Galeri Foto


Bangunan
Taman Museum Adityawarman

S.M. Abadi, MM.
Kepala Seksi Pemberdayaan Telematika Dinas kominfo Kota Padang

Bakominfo
Temporary description, please change...

Lubuk Peraku


Lapangan Golf Ulu Gadut
Temporary description, please change...

RSS Nasional

Syndicate

dualbahasa.gif

Counter

Pengunjung: 9249769

IDR Exchange

Kurs
Jual
Beli
USD
00,00
00,00
SGD
00,00
00,00
JPY
00
00
GBP
00,00
00,00
EUR
00,00
00,00
Updated: 2012-02-07 00:03:36

ShoutBox

simduk.gif

User Online

Saat ini terdapat 23 pengunjung online
 
counter