|
Pemko Padang dibawah kepemimpinan Walikota Padang Drs. H. Fauzi Bahar, M. Si dan Wawako H. Mahyeldi Ansharullah tetap punya komitmen menuntaskan berbagai hal yang muncul akibat musibah gempa berkekuatan 7,9 SR 30 September 2009, seperti masalah pasar, dana bantuan gempa tahun 2007, dana bantuan gempa tahun 2009, rehabilitasi dan rekonstruksi sarana pendidikan, kesehatan sarana ibadah dan pembenahan infrastrustruktur kota lainnya.
Untuk itu masyarakat tidak usah apriori terhadap langkah-langkah yang sudah dan akan dilakukan Pemko Padang dalam menata kembali kota ini, ujar Kabid Humas Pemko Padang Richardi Akbar, S. Sos, kemarin, kepada pers, menanggapi aksi demo dari sejumlah elemen masyarakat kemarin. Bila dihitung sejak musibah gempa 30 September 2009 lalu, baru sekitar 7 bulan. Dalam jangka waktu sependek itu mana mungkin kita bisa melakukan penataaan dan menuntaskan permasalahan yang muncul, apalagi harus memerlukan dana yang cukup besar. Meskipun demikian tim dari Pemko Padang sudah berusaha maksimal dan sudah mengerahkan segala kemampuan untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi. Untuk itu berbagai komponen masyarakat diminta bersabar, jangan memaksakan kehendak. Pokoknya Pemko Padang tetap komit untuk memulihkan kembali kehidupan yang lebih baik di Kota Padang, tegas Richard. Masyarakat, terutama yang melakukan aksi demonstrasi harus berfikiran jernih dan melihat secara komprehensif kondisi Padang saat ini. Padang saat ini memiliki berbagai keterbatasan untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa dengan cepat. Kita memerlukan bantuan dari berbagai pihak, baik dari pemerintah provinsi, pemerintah nasional, maupun dari pihak ketiga yang tidak mengikat. Makanya Pemko berharap masyarakat turut secara bersama-sama memikirkan kota ini. Jangan hanya sekedar menuntut, katanya. Dalam kondisi yang serba terbatas saat ini, jangan biarkan pemerintah jalan sendirian. Tetapi harus ikut dan proaktif mencari berbagai solusi dan jalan terbaik. Sehingga Kota Padang beberapa tahun ke depan bisa pulih kembali. Perekonomian semakin membaik dan pendapat perkapita masyarakat meningkat. Kata Richard aksi-aksi demonstrasi tidak akan menyelesaikan masalah, tetapi lebih baik turut memikirkan dan berbuat nyata dalam percepatan pembangunan kembali infrastruktur kota yang rusak akibat musibah gempa. Lebih jauh Richard mengatakan jangan jadikan masalah kota untuk komoditi politik, dengan memberikan informasi negatif kepada pimpinan kota ini. Untuk diketahui, Walikota Padang H. Fauzi Bahar bersama Wawako H. Mahyeldi sudah mengerahkan segala kemampuannya bagaimana Kota Padang cepat pulih dan bangkit. Bahkan ia tidak segan-segan ke pemerintah pusat secara langsung minta bantuan dana untuk recovery Padang. Masalah dana gempa tahun 2007 dan tahun 2009 itu permasalahan kita bersama. Pemko tetap dilini terdepan menyelesaikannya. Karena untuk pencairan dana tersebut melibatkan berbagai pihak, baik pemerintah provinsi, kota, dan Pokmas. Makanya kita harus secara bersama-sama menuntaskannya. Apalagi Pemko Padang tidak bisa jalan sendirian dan harus bekerjasama dengan pihak legislative mencairkan dana itu (sesuai mekanismenya-Red). Masalah dana saat ini sangat sensitive, makanya Pemko sangat hati-hati dan harus melaksanakan aturan main pemerintah pusat, tegas Richard. Begitu juga halnya tentang relokasi kios darurat sesuai rekomendasi DPRD Kota Padang tetap menjadi perhatian utama. Langkah- langkanya sudah terencana dan terukur oleh Pemko, termasuk menambah 711 kios baru. Namun kita masih terkendala dana relokasi. Tentang rencana pembangunan kembali pasar Inpres yang runtuh akibat gempa, tetap akan menggunakan dana APBN dan APBD Kota dan bukan dana investor. Makanya masyarakat harus sama- sama berdoa dana yang kita butuhkan tersebut segera cair, jelas Kabid Humas Richard. (Rel). |