Peristiwa Bancana Alam di Kota Padang

Longsor

 

Bahaya longsor lahan di Kota Padang dipengaruhi oleh karakteristik lahannya berupa kemiringan lereng yang umumnya berkisar antara 23 - 99%. Bentuk lereng umumnya tidak beraturan (reguler, dengan panjang lereng yang bervariasi mulai dari 12 hingga 150 meter). Tingkat bahaya longsor lahan tinggi hampir terdapat pada setiap kecamatan di Kota Padang, kecuali Kecamatan Padang Utara dan Padang Timur yang memiliki topografi daerah datar dengan kemiringan lereng sebagian besar berkisar antara 0 – 8%, sehingga tidak memiliki potensi untuk mengalami longsor. Sedangkan Kecamatan Padang Selatan dengan luas lahan 16 Ha memiliki tingkat bahaya longsoran lahan tinggi dan tingkat longsoran rendah umumnya terdapat pada setiap kecamatan yang ada di Kota Padang dengan penggunaan lahan berupa non permukiman sehingga apabila terjadi longsoran lahan tidak menimbulkan korban jiwa.

Topan

 

Bencana topan yang menimpa Kota Padang sepanjang tahun 2008 terjadi sebanyak 4 kali, namun demikian bencana yang terjadi tidak menimbulkan dampak/kerugian yang berarti bagi masyarakat.

 

Kebakaran

 

Resiko kebakaran yang terjadi di Kota Padang memiliki tingkat resiko kebakaran yang berbeda. Resiko tersebut dapat digolongkan atas 3 wilayah yaitu:

a. Tingkat Resiko Kebakaran 1,

Tingkat Resiko Kebakaran 1, merupakan resiko kebakaran terbesar yang merupakan area pusat perdagangan dengan tingkat kepadatan tinggi dan terdapat di Kecamatan Padang Utara, Padang Timur dan Padang Barat. 

b. Tingkat Resiko Kebakaran 2,

Tingkat Resiko Kebakaran 2, merupakan resiko kebakaran lini ke 2 terdapat di Kecamatan Kuranji, Nanggalo, Padang Selatan dan Lubuk Begalung yang merupakan kecamatan tumbuh cepat. 

c. Tingkat resiko Kebakaran 3, 

    Tingkat Resiko Kebakaran 3, merupakan resiko kebakaran terkecil yang terdapat di Kecamatan Bungus Teluk.

 

Banjir

 

Dilihat dari geomorfologi, Kota Padang merupakan perpaduan antara bentuk: lahan perbukitan vulkanik bagian timur, lahan aluvial bagian tengah dan lahan marin bagian barat. Daerah  bagian timur  perbukitan vulkanik lebih tinggi dari daerah bagian tengah dan barat, sehingga daerah ini yang dilalui oleh beberapa sungai besar seperti Batang Bungus, Batang Arau, Batang Kuranji dan Batang Air Dingin serta dialiri permanen sepanjang tahun oleh 18 sungai kecil yang mengakibatkan sering terjadi banjir. Disamping itu Kota Padang daerah tropis mempunyai curah hujan yang cukup tinggi rata-rata 367.70 mm/bulan dengan rata-rata hari hujan 15 – 16 hari per bulan. Apalagi luapan sungai tersebut bersamaan dengan terjadinya pasang dilaut atau pasang naik. 

Bahaya banjir di Kota Padang dapat dibedakan bahaya banjir tinggi dan sedang, dimana bahaya banjir terbesar terdapat di Kecamatan Koto Tangah yang memiliki bentuk lahan dataran aluvial, rawa belakang dan depresi anargisik dan bahaya banjir sedang terdapat pada Kecamatan Kuranji.

 
Advertisement
counter