Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan di Kota Padang

                       Ketersediaan  sarana dan prasarana pelayanan kesehatan di Kota Padang dinilai relatif  cukup memadai sesuai kebutuhan per kecamatan,  namun jika ditinjau dari aspek mutu, maka pelayanan yang diberikan masih perlu terus ditingkatkan. Untuk itu penyediaan, pemeliharaan dan pengembangan sarana, prasarana pelayanan   kesehatan ini perlu diupayakan dengan memobilisasikan peran serta swasta dan masyarakat. 

 

 

 

Perkembangan Sarana Kesehatan di Kota Padang

 

No.

Sarana  Kesehatan

2006

2007

2008

1.

Posyandu (unit)

     814

822

822

2.

Polindes

         3 

3

3

3.

Puskesmas

 

 

 

 

- Induk

       20 

20

20

 

- Pembantu

       57

57

57

 

- Keliling

       19

20

20

4.

Rumah Sakit Umum Pemerintah

 

 

 

 

- Kelas  A (RS Jiwa Gadut)

         1 

        1 

        1 

 

- Kelas  B  ( RS.M.Djamil )

         1 

        1 

        1 

 

- Kelas  C

       2

       2

       2

 

-  Kelas  D (RSUD Sei.Sapih)

         1 

        1 

        1 

5.

Rumah Sakit Umum Swasta

 

 

 

 

- Rumah Sakit Umum

     14 

     14 

     14 

 

- Rumah Sakit Jiwa

        2 

       2 

       2 

 

- Rumah Sakit Kusta

        -

       -

       -

 

- Rumah Sakit Mata

       3 

       3 

       3 

 

- Rumah Sakit Bersalin

       6 

       6 

       6 

                Sumber : Dinas Kesehatan Kota Padang                                                        

 

1. Posyandu

Peranan sarana posyandu dalam pelayanan kesehatan masyarakat cukup berperan, karena ditunjang dengan keterlibatan masyarakat. Jumlah posyandu pada tahun 2006 dan 2007 sebanyak 814  unit yang tersebar pada 104 kelurahan.  Dan  tahun 2008 jumlah Posyandu bertambah   menjadi  822 unit.

 

2.  Polindes

Sarana Polindes pada tahun 2006 berjumlah sebanyak 3 unit dan  tidak mengalami perubahan sampai kondisi Agustus 2008. Polindes ini berada di kelurahan – kelurahan. 

 

3.  Puskesmas.

Pembangunan  Puskesmas dan Puskesmas Pembantu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar dirasakan telah merata di Kota Padang.  Jumlah Puskesmas dan Puskesmas Pembantu tidak mengalami perubahan sampai kondisi Agustus 2008.

Disamping Puskesmas dan Puskesmas Pembantu,  Pemerintah Kota Padang juga menyediakan Puskesmas Keliling untuk menjangkau pelayanan kesehatan masyarakat. Pada tahun 2006 dan 2007  Puskesmas Keliling  berjumlah 19 unit, dan  sampai kondisi Agustus 2008 bertambah satu unit menjadi 20 unit.

 

4. Rumah Sakit Umum Pemerintah.

Sebagai pusat pemerintahan Kota Padang memiliki rumah sakit yang cukup representatif. Rumah Sakit ini berfungsi sebagai rumah sakit rujukan kabupaten/ kota di Sumatera Barat maupun rujukan regional,  dan rumah sakit khusus yang dikelola oleh Pemerintah  terdiri dari kelas A, B, C dan D  seperti kelas A (RS Jiwa Gadut), kelas B ( RSUP M. Jamil), kelas C (RS Reksodiwiryo atau RS Tentara, RS Polisi Daerah Sumbar) dan kelas D (RSUD Sungai Sapiah)

Jumlah Rumah Sakit Umum Pemerintah pada tahun 2006 sebanyak 5 unit dan  tidak ada penambahan   sampai kondisi Agustus 2008.

 

5. Rumah Sakit Umum Swasta.

Pada tahun 2006 Rumah Sakit  Swasta  berjumlah 25 unit dan sampai Agustus 2008 tidak ada pembangunan Rumah Sakit Umum Swasta yang baru.   Rumah Sakit tersebut  seperti; RSU Ibnu Sina (kelas D), RSU Selaguri (kelas D), RSU Selasih (kelas D) R. Sakit Umum Restu Ibu (kelas D), RSU Aisyah (kelas D),  Rumah Sakit Jiwa  Puti Bungsu (kelas  D), Rumah Sakit PT Semen Padang (kelas D).  Rumah Sakit Mata seperti; RS Mata Ropana Suri (kelas D), RS Mata Sitawa (kelas D), RS Mata Perintis (kelas D), RS Mata Occuler (kelas D).  Rumah Sakit Bersalin seperti ; RSB Annisa, RSB Sari, RSB Bunda, RSB Lenggo Geni, RSB Elizabeth dan Rumah Sakit Bedah RS Bedah Ropana Suri masing-masingnya adalah kelas D, sedangkan rumah sakit lainnya adalah RSK Jantung Sumbar.

 

 
Advertisement
counter