|
 MAHYELDI Wakil Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah, Sp melantik dan mengambil sumpah kepala sekolah SMP, SMA, SMK dan Kepala Tata Usaha serta Pengawas Sekolah dilingkungan Diknas Kota Padang. se Kota Padang, di lantai II Balaikota Padang. Juga dihadiri Kepala BKD Kota Padang Drs. H. Hiptonius Damanhuri, M. Si dan Kepala Diknas Kota Padang Drs. H. Nur Amin, Mpd.  HIPTONIUS DAMANHURI Wakil Walikota mengharapkan agar kepala sekolah dapat meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, sehingga dimasa mendatang hasil yang diraih anak didik semakin meningkat. Bahkan Kota Padang menjadi yang terbaik di Sumatera Barat.
Kurikulum sekolah agar menjadi perhatian utama dan pengajaran harus mempedomani hal tersebut. Kurikulum merupakan arah dan pedoman pelajaran yang tidak boleh ditinggalkan oleh anak didik, apalagi oleh majelis guru. Peran kepala sekolah sangat besar disini, tegas Mahyeldi Wawako mengingatkan, dengan jabatan baru tersebut hendaknya motivasi kerja semakin besar , prestasi meningkat dan produktifitas kerja semakin baik pula. Dalam penempatan seorang PNS dalam jabatan struktural maupun fungsional ke depan harus semakin selektif. Kemampuan dan kecakapan lebih diutamakan dalam penempatan jabatan dibandingkan senioritas dan sebagainya. Kebijakan ini diambil, karena untuk mengukur sebuah prestasi, faktor kemampuan dan kecakapan, sikap dan perilaku serta mpralitas lebih penting dibandingkan hanya faktor senioritas usia dan kepangkatan. Ia menekankan pentingnya visi, misi tujuan dan sasaran untuk dijalankan dengan baik, bukan hanya mengandalkan kemampuan profesionalitas dan pengalaman saja. Sedangkan visi misi kota terabaikan. Wawako mengingangatkan beberapa hal seperti, berperan dan mengarahkan anak- anak pasca gempa dan jangan larut dalam trauma. Semua staf harus segera bangkit dan harus bekerja ekstra keras. Jaga sikap dan perilaku dan harus menjadi panutan di sekolah dan dilingkungan tempat tinggal Agar serius mengelola pendidikan. Karena alokasi dana cukup besar, yaitu Rp453.983.561.267 atau 36 persen dari total APBD tahun 2010. Ini terbukti bahwa Pemko Padang cukup besar dalam mengalokasikan dana pendidikan. Selain itu kepala sekolah jangan terlibat dsalam praktek kolusi, korupsi dan korupsi (KKN) dilingkungan sekolah. Bila terbukti tanggung sendiri akibatnya, tegas Mahyeldi. Karena Pemko Padang akan selalu mengawasi dan memonitor penggunaan anggaran. Wawako juga minta kepala sekolah bekerja dengan sungguh- sungguh dan jangan lalai dalam melaksanakan tugas. (Rel Humas) |