|
 FAUZI BAHAR Kalau tidak aral melintang Walikota Padang Drs. H. Fauzi Bahar, M. Si Selasa ini (9/2), akan mempresentasikan perkembangan Kota Padang pasca gempa 30 September 2009 kepada pimpinan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), di Gedung Bappenas Jakarta. Ia didampingi Sekda Padang Ir. H. Emzalmi, M. Si, Kepala Bappeda Padang Ir. H. Indra Cantri, M. Sp dan sejumlah pejabat teras Pemko lainnya.  EMZALMI Menurut Kepala Bidang Humas Pemko Padang Richardi Akbar, S. Sos, Senin kemarin (8/2), berbagai upaya yang telah dilakukan Pemko Padang pasca gempa 30 September 2009 akan  INDRA CATRI dipaparkan kepada pejabat Bappenas, termasuk upaya percepatan pembangunan (recovery) yang dilakukan oleh Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BPRR) Kota Padang yang dikomandoi Sekda Padang Emzalmi.
Yang akan disampaikan tersebut antara lain kerugian yang dialami Kota Padang akibat gempa berkekuatan 7, 9 SR, baik kerugian disektor pendidikan, kesehatan, pasar, bangunan masyarakat, jembatan, irigasi, jalan, drainase, sungai, korban jiwa dan kerusakan infrastruktur lainnya. Misalnya dibidang pendidikan Pemko Padang mengalamii kerugian, berupa bangunan yang rusak berat 1.606 lokal, rusak sedang 1.038, rusak ringan 903 lokal. Total kerugian Rp262.627.200.000. Bidang kesehatan rusak berat 15 bangunan, rusak sedang 17 dan rusak ringan 53, yaitu meliputi rumah sakit, Puskesmas dan Puskesmas Pembantu. Total kerugian Rp29.450.000.000,.-. Rumah penduduk yang rusak berat 33.597, rusak sedang 35.816, rusak ringan 37.615, perkiraan total kerugian Rp.5.506.751.250.000,-. Sarana dan prasarana rumah ibadah rusak berat 283, rusak sedang 289, rusak ringan 201, total kerugian ditaksir Rp153.120.000.000. Kerusakan sarana jalan dan jembatan yaitu, jalan rusak berat 8 lokasi, rusak sedang 22 lokasi, total kerugian Rp70.550.000.000,- Jembatan yang rusak berat 8 buah, rusak sedang 19 dan rusak ringan 3 buah, taksir kerugian Rp22.380.000.000,- Dan begitu juga kerusakan lainnya, seperti drainase, irigasi, sungai dan pasar, yang total kerugian mencapai Rp7 Triliun. Secara keseluruhan Pemko membutuhkan dana termasuk memindahkan pemerintahan mencapai Rp200 Triliun. Angka taksiran ini sudah dihitung oleh BPRR Kota Padang. Melalui pertemuan antara Pemko Padang dengan Bappenas hari ini di Jakarta, diharapkan sejumlah anggaran yang sudah diajukan Pemko Padang untuk rehabilitasi dan rekonstruksi Padang pasca gempa dapat dikabulkan, termasuk pembangunan kembali Pasar Raya Padang sekitar Rp237 Miliar yang berbasis shalter, ujar Kabid Humas Richard. Bahkan Walikota Padang Fauzi Bahar berharap apa yang dibutuhkan Pemko Padang tersebut masuk dalam buku biru Bappenas. Sehingga bisa menjadi sebuah pembangunan yang berkelanjutan melalui dana APBN. Pemko Padang berharap warga kota sama-sama berusaha dan mendoakan, sehingga apa yang kita butuhkan menjadi sebuah kenyataan dan mendapat perhatian serius dari pemerintah nasional, ujar Richard. (Rel Humas) |