|
 FAUZI BAHAR Keberadaan AW Café di Muaro Padang telah mengurangi permasalahan yang dialami Pemko Padang, yaitu berkurangnya angka pengangguran, seperti terbukanya 54 lebih tenaga kerja sejak beberapa tahun lalu. Hal itu ditegaskan Walikota Padang Drs. H. Fauzi Bahar, M. Si didampingi Kabid Humas Pemko Padang Richardi Akbar, S. Sos usai peresmian peletakan batu pertama pembangunan SD 06 Kampung Lapai Kecamatan Nanggalo, Rabu kemarin (3/2), kepada Pers.
Ia berharap jangan ada lagi pihak- pihak yang suka mencari- cari masalah atau kekurangan yang sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan. Sebagai warga kota seharusnya mereka bangga Pemko secara bertahap telah berhasil membuka lapangan pekerjaan kepada generasi muda. Jangan karena kepentingan politik atau kepentingan lain kita tega menghilangkan pekerjaan yang sudah diperoleh oleh anak kemenakan kita, jelas Fauzi Bahar. Menyangkut pengerukan Batang Arau Muaro Padang kalau dananya sudah ada dipersilahkan untuk melakukan pengerukan. Untuk apa harus diributkan lagi. Batang Arau Muaro itu kan cukup panjang yang harus dilakukan pengerukan sedimennya. Mulailah dari arah ke Palinggam, AW Café itu hanya sebahagian kecil dari kawasan Batang Arau, kenapa harus itu yang selalu dipermalahkan, ujar Kabid Humas Richard. Selama ini dapat dilihat dengan kasat mata arus transportasi laut, baik kapal menuju ke Mentawai atau yang lainnya tidak pernah terganggu, lancar- lancar saja. Pandanglah setiap pembangunan itu dengan hati jernih dan perhatikan jeritan/ harapan ribuan tenaga kerja yang masih menganggur. Seharusnya yang kita permasalahkan bagaimana kita harus mencari berbagai terobosan demi terbukanya lapangan pekerjaan baru. Jangan malah yang sudah ada dihentikan. Kalau soal enghentikan sesuatu itu gampang saja, tetapi setelah itu mau dikemanakan anak kemenakan kita. Atau dibiarkan mereka menjadi penganggur abadi, tanya Fauzi heran. Begitu juga halnya tentang pengerukan sendimen Batang Arau, ‘’Sebelum saya menjadi walikota sekitar tahun 2003/ 2004 lalu sudah saya lakukan bersama instansi terkait. Semuanya berjalan lancar’’, bahkan sekitar 13 bangkai kapal sudah diangkat dari batang Arau tersebut. Sekarang sudah bagus, bahkan indah dan bersih kenapa harus dipermasalahkan. Kalau memang ada dana pusat ya sebaiknya laksanakan saja, kenapa harus diributkan dulu. Pemko Padang tidak pernah menghambat program, baik propinsi maupun nasional, semuanya kita dukung, tegas Fauzi Bahar. Pemko Padang tidak pernah melanggar aturan, seperti beroperasinya AW Café. Aturan mana yang saya langgar, yang benar ajalah, ujarnya. Kawasan Muaro Padang termasuk daerah ‘’kekuasaan’’ Pemko Padang. Kalau dilaksanakn kebijakan yang menyangkut kemaslahatan orang banyak kenapa harus disalahkan. Kalau begitu siapa yang saya rugikan, ujar walikota seperti yang disampaikan Kabid Humas Richard. Pemko Padang berharap berbagai komponen masyarakat, apalagi mereka yang terpandang atau punya nilai plus dimata masyarakat, janganlah selalu memberikan statemen yang melemahkan animo masyarakat untuk mendukung pembangunan. Seharusnya masyarakat awam kita arahkan untuk bangkit dan mendukung rencana membangun kota ini lebih maju bersama pemerintah, ujar Richard. (Rel Humas) |