| Walikota Padang Presentasikan Rencana Pengembangan Pasar Raya Kepada Komisi VI DPR-RI |
|
Ikut dalam rombongan walikota yaitu, Ketua DPRD Kota Padang Zulherman Dt. Bgd. Sati, S.Pd, MM, Ketua Komisi C DPRD Kota Padang Erison, B, Ac, Ketua Pansus Pasar Januardi Sumka, M. Si, Sekretaris Pansus Pasar Asrizal, Tim Ahli BPRR Kota Padang Prof. DR. Ir. Helmi. M. sc, Asisten II Ir. H. Hervan Bahar, M. Si, Drs. Wedistar, MM Kepala Diperindagtamben, Kepala Dinas Pasar Zabendri, SH, Kepala Dinas PU Ir. Hermen Peri, M. Si, Kepala DPKA Ir. Cory Zaidan, Kabid Humas Pemko Padang Richardi Akbar, S. Sos, Dirut PDAM Padang Ir. Azhar Latif, Nasril, SE, MM Kabid Perdagangan Dinas Perindagtamben, Ir. Rudi Rinaldi, MT Kabid Pengembangan Wilayah Bappeda Padang,, Drs. Zainal Ibrahim dan Ali Basyar, SH, MM staf ahli walikota. Pada kesempatan itu walikota akan memaparkan tentang berbagai hal yang ditimbulkan oleh gempa dan upaya yang dilakukan pada pasca gempa, khususnya terhadap sarana dan prasarana perdagangan, home industri, serta BUMD/ PDAM Kota Padang. Menurut walikota adapun latar belakang rencana pengembangan Pasar Raya antara lain, Kota Padang merupakan ibukota Provinsi Sumatera Barat, pusat pemerintahan, perdagangan dan jasa. Fasilitas transportasi cukup memadai, telah dibangun pusat- pusat keramaian, seperti pasar pusat dan pasar punanjang. Perlu peningkatan kwalitas sarana dan prasarana pendukung berupa pasar refresentatif memberikan keamanan dan kenyamanan berbelanja. Pasar Inpres berada dikawasan Pasar Raya Padang, letaknya sangat strategis dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Mudah dicapai dari segala jurusan dan memiliki daya tarik sebagai tempat berbelanja dan sarana rekreasi. Kondisi pasar Inpres pasca gempa yaitu, bangunan pasar raya Inpres yang masih tersisa kondisi struktur bangunannya tidak layak, saluran drainase pasar tak berfungsi, pedagang direlokasi di kios darurat dan alur lalu lintas dan keluar pasar raya terganggu. Ia juga menjelaskan dampak dari kerusakan antara lain, ada pedagang yang tidak berjualan lagi, menurunnya pendapatan pedagang, terganggunya system transportasi dan perparkiran, menurunnya pendapatan daerah yang bersumber dari retribusi pasar dan perekonomian masyarakat terganggu, sehingga meningkat angka pengangguran. Lebih jauh Fauzi Bahar menjelaskan bahwa rencana pengembangan pasar raya yaitu dengan konsep pasar tradisional yang modern diatas lahan seluas 18.030 M2, dengan rencana luas bangunan 36.921 M2. Yaitu untuk blok 1 seluas 9.130 M2, blok 2 seluas 8.716 M2, blok seluas 13.275 M2 dan blok 4 seluas 5.800 M2. Juga ada kapasitas parkir pada lantai dasar/ basement, yaitu untuk roda empat 200 mobil dan roda dua 400 motor. Total biaya diperkirakan Rp237.242.147.788. Dengan rincian untuk biaya bangunan sebesar Rp227.898.316.800, untuk biaya konsultan perencanaan Rp5.697.457.920 dan untuk konsultan pengawas Rp3.646.373.068,-. Rencana bangunan pasar lima lantai, yaitu untuk lantai 1 (dasar) untuk parkir kendaraan dan pergudangan, lantai II untuk pedagang sayur, ayam, ikan dan daging, untuk lantai III bagi penjual barang- barang harian dan rempah –rempah, lantai IV untuk pedagang alat- alat rumah tangga/ dapur dan asesoris lainnya. Sedangkan lantai V dimanfaatkan untuk helly pad dan shalter serta genzet, ujar Fauzi Bahar. Upaya yang telah dilakukan Pemko Padang menjelang pasar yang refresentatif dibangun antara lain, membangun 1.100 kios- kios darurat, upaya penggalangan anggaaran ke pemerintah provinsi dan pusat, pihak swasta dan ke kedutaan Negara asing di Jakarta serta NGO dan yang lainnya yang tidak mengikat. (Rel Humas) |
|
|
| Home |
| Profil |
| Pemerintahan & DPRD |
| Keuangan, Pembangunan dan Harga |
| Peluang Investasi |
| Pariwisata |
| Hotel & Restoran |
| Sarana & Prasarana |
| Potensi Daerah |
| BukuTamu |
| Kontak |
| AKSI DARURAT PASCA GEMPA |
Kurs
| Jual
| Beli
|
|---|---|---|
USD |
00,00 |
00,00 |
SGD |
00,00 |
00,00 |
JPY |
00 |
00 |
GBP |
00,00 |
00,00 |
EUR |
00,00 |
00,00 |
Updated: 2012-02-08 00:03:38
|
||
