|
 EMZALMI Wali Kota Padang, Fauzi Bahar mengukuhkan BPRR (Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi) Kota Padang di Balaikota. Wako Padang. BPRR sangat diharapkan mampu bekerja optimal menuntaskan rehabilitasi dan rekontruksi Kota Padang dalam jangka waktu maksimal dua tahun. ”Saya berharap, Padang segera pulih seperti sedia kalanya. Kalau bisa, lebih baik dari sebelumnya," ujar Wako Padang, Fauzi Bahar.
BPRR dipimpin Sekretaris Kota (Sekko) Padang, Emzalmi sebagai koordinator. Wali Kota Padang, Fauzi Bahar sebagai penanggung jawab dan Ketua DPRD Zulherman sebagai Dewan Pengarah. Emzalmi dibantu seluruh asisten sebagai wakil koordinator. Tim BPRR juga dibantu tenaga ahli dari Unand, Prof Helmi, Prof Syafruddin Karimi, Dr Ardinis Arbain, Dr Yossysfra, Dr Uyung Gatot dan Dr Eko Alvares. Tim BPRR juga akan dilapis tim teknis pembangunan gempa yang diketuai Dr Febrin Anas Ismail (Unand) dan Komandan Batalyon 133 YS Padang.
Koordinator BRR, Emzalmi berharap semua anggota tim bekerja maksimal sesuai tugas, pokok dan fungsi masing-masing. Tim BPRR ini juga dibantu Wakil Walikota Mahyeldi sebagai wakil penanggung jawab serta Ketua LKAAM dan Ketua MUI sebagai Dewan Penasehat.
Dari SKPD, Kepala Bappeda, Indra Catri didapuk selaku ketua bidang perencanaan, bertanggung jawab terhadap kerangka jangka panjang dan jangka menengah serta RT/RW Kota Padang. Bidang Pelaksanaan diketuai Kepala Badan Penanggulangan Bencana, Dedi Hanidal, yang bertanggung jawab terhadap grand design pembangunan baik kantor, pasar maupun yang lainnya.
Bidang pengawasan diketuai Kepala Bapedalda, Indang Dewata, bertanggungjawab terhadap pengawasan teknis bangunan, lingkungan dan keuangan. Masing-masing kepala bidang dilengkapi anggota, Kepala Sub Bidang. Unsur pelaksana teknis diisi kepala SKPD.
"Hingga Desember tahun ini, BPRR fokus untuk finalisasi aspirasi dan konsultasi publik. Januari hingga Mei 2010, BPRR fokus untuk menyusun master plan kota," jelas Emzalmi.
Pemulihan dini aktifitas ekonomi, jelas Emzalmi, meliputi pengembangan UMKM, pembangunan terminal angkot di Pasar Raya, dan revitalisasi pasar satelit. Sejalan dengan itu, Pemko juga akan melakukan revisi RTRW dan RPJM, serta revisi rencana strategi SKPD dalam RAPBD 2011.
Tim ahli BPRR dalam hal ini, juga telah merekomendasikan Pemko untuk kembali menata ulang pusat kota lama, seperti Pasar Raya dan Pondok. Yakni membangun ruang publik untuk interaksi warga kota serta merevitalisasi kawasan kota lama. (*)
|