| Pemko Padang Gencarkan Komunikasi dengan Kedutaan Asing |
![]() MAHYELDI Mahyeldi menyebutkan, dirinya baru berhasil membangun komunikasi dengan kedutaan Arab, Quait, Malaysia dan Qatar. Pemerintah Malaysia, katanya, dalam masa tanggap darurat sudah banyak membantu Padang antara lain melalui NGO dan dunia Islam Malaysia yang membantu melakukan pemetaan Kota Padang pasca gempa. Selain itu Pemerintah Qatar, sudah menjawab permohonan bantuan itu terbukti dimintanya Pemko Padang untuk segera mempresentasikan kerusakan bangunan di Padang pada minggu depan. "Bantuan negara asing itu diperlukan, terkait bangunan yang rusak parah di Padang cukup banyak dan tentu membutuhkan dana yang cukup besar untuk memperbaikinya,\" katanya. Berdasarkan evaluasi Asosiasi Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia, pasca gempa, Padang mengalami kerugian sebesar Rp21 triliun. Besarnya dana untuk pembangunan kembali gedung-gedung dan rumah-rumah penduduk yang rusak itu diyakini tidak akan mampu ditalangi melalui APBD Kota Padang dan APBD Provinsi Sumbar. Percepatan pemulihan bangunan di Kota Padang diperlukan segera agar ekonomi masyarakat bisa berjalan normal kembali. "Karenanya berbagai pihak sangat diharapkan bantuannya dalam mendukung upaya percepatan 'kebangkitan' Kota Padang pasca gempa,\" katanya. Ia menjelaskan, rekonstruksi bangunan perlu dipercepat khususnya bangunan pendidikan, kesehatan dan rumah ibadah sehingga beban berat memasuki masa rekonstruksi bangunan bisa menjadi ringan jika dilakukan secara bersama-sama.(*) |
|
|
| Home |
| Profil |
| Pemerintahan & DPRD |
| Keuangan, Pembangunan dan Harga |
| Peluang Investasi |
| Pariwisata |
| Hotel & Restoran |
| Sarana & Prasarana |
| Potensi Daerah |
| BukuTamu |
| Kontak |
| AKSI DARURAT PASCA GEMPA |
Kurs
| Jual
| Beli
|
|---|---|---|
USD |
00,00 |
00,00 |
SGD |
00,00 |
00,00 |
JPY |
00 |
00 |
GBP |
00,00 |
00,00 |
EUR |
00,00 |
00,00 |
Updated: 2012-02-08 00:03:38
|
||
