Ketua Umum Majelis Dzikir “Tazkira” (Medan) Sumut Buya KH Amiruddin, MS,

Bermohon Kota Padang Dijauhkan dari Malapetaka.

PADANG—“Subhanalloh, Walhamdulillah, Wala illahaillalloh Huwallohu Akbar. “Kalimat menyebut nama nama-Allah Swt berkumandang dan menggema di pelataran parkir Komplek GOR Haji Agussalaim Padang, Sabtu pagi (17/10/2009). Taushiah, Dzikir dan doa bersama itu di pimpin Ketua Umum Majelis Dzikir “Tazkira” (Medan) Sumatra-Utara Buya KH Amiruddin, MS, MA, MBA, Ph.D diikuti para siswa/I SLTP dan SLTA se Kota Padang, hadir Wakil Walikota Padang H. Mahyeldi, SP


 

Taushiah, Dzikir dan doa itu dilaksanakan Pemko Padang bertujuan untuk memohon doa agar dijauhkan dari malapetaka Gempa yang didatangkan Allah SWt. Kegiatan Dzikir, Taushiah dan Doa untuk memperbanyak amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. “Marilah kita sucikan dan kita sanjung Allah Swt, semoga dijauhakan dari musibah yang tak sanggup menghadapinya, kecuali atas pertolongan Allah Swt.

 Sejalan dengan itu, diakhir kegiatan Dzikir dan doa, Ketua Umum Tazkira juga menyerahkan bantuan sebesar Rp30. 200.000 (Tiga puluh juta, dua ratus ribu rupiah) yang diterima Wakil Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah. Dalam kesempatan itu Dr,H. Suhaili Ilyas, MA dari Universitas Ibnu Kaldum Jakarta juga tampil menyampaikan dan menyerukan, dalam musibah Gempa Rabu (30/10/2009) berkekuatan 7,9 SR  yang meluluhlantakan berbagai bangunan. Untuk itu kepada masyarakat yang tidak terkana musibah bergembiralah dan bersyukur. Bagi orang sabar, musibah sunnah Allah, ketetapan, sama dengan hujan, panas, siang dan malam. Ketetapan Allah Swt tidak bisa dihentikan oleh siapa saja.

 Wakil Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah mengatakan, masyarakat Kota Padang baru saja diuji oleh Allah swt melalui Gempa berkekuatan 7,9 SR. Peristiwa yang banyak merenggut nyawa dan meruntuhkan berbagai bangunan ini pasti tak dapat dilupakan masyarakat. Warga diuji, mana yang beriman dan yang berdusta. Untuk itu sikap terbaik adalah bersabar.

 Selain itu, ketika kita memperoleh nikmat harus bersyukur dan ketika kita mendapat ujian dan cobaan harus bersbar. Sabar itu adalah penuh dengan kreativitas dan tidak putus asa, obtimis, dan tidak terpukul mental. Bagi yang tidak ditimpa musibah mari sinsingkan lengan baju untuk meringankan beban mereka, kita Bantu dan memupuk kebersamaan

 Ketua panitia Dzikir dan doa bersama Al- Amin, S.Sos yang juga kabag Kesra Pemko Padang menyebutkan, melalui kegiatan islami ini kita panjat doa agar dijauhkan dari musibah gempa. Sebab peristiwa gempa Rabu 30/10/2009) telah banyak merenggut nyawa manusia, anak-anak kehilangan orang tua, jadi yatim piatu. Istri kehilangan suami begitu juga sebaliknya. Peristiwa gempa telah menjadi duka yang mendalam  bagi kita. Semua itu cobaan berat  dari Allah swt untuk meningkatkan keimaman dan ketagwaan kita kepada Allah Swt.

 Irwandi Rais  

 

 

 

 

 
Advertisement
counter