| Hotel Rusak Parah di Padang |
|
PADANG-- Dunia perhotelan di Kota Padang rusak parah akibat Gempa Rabu 30 September
2009, berkekuatan 7,9 SR. Malahan lebih parah bila disbandingkan dengan gempa
bumi yang terjadi di Jogja. Gempa di
Kota Padang, paling parah kerusakannya, kata Sapta Nirwandar, Derektur Jenderal
Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata di Padang beberapa hari lalu. Penilaian
yang sama juga disampaikan Ketua PHRI (Perhimpuan Hotel dan Restoran) Pusat SB
Wiryanti Sukamdani. Akibat gempa dari dari 9 hotel
berbintang di Kota Padang, 6 hotel hancur dan rusak berat. Bahkan menelan korban
jiwa.Hotel berbintang yang hancur adalah Hotel The Ambacang hotel, (bintang tiga) dan Hotel Hayam Wuruk (bintang
satu). Sebagian bangunan yang rusak berat adalah Hotel Rocky (bintang tiga), Hotel New Mariani (bintang dua),
Hotel Inna Muara (bintang tiga). Sedangkan rusak sedang Hotel Bumiminang
(bintang empat). Sementara hotel melati yang rusak
berat, Dipo Hotel di Jalan Diponegoro, Nuansa Hotel di Jalan Samudera, dan
Batang Arau Hotel, serta sejumlah hotel melati lain yang rusak ringan hingga
sedang. Hotel berbintang yang tidak rusak adalah Grand Basko Western, Pangeran
Beach Hotel (bintang empat) di Jalan S. Parman, dan Pangeran City (bintang dua)
di Jalan Dobi. Dari musibah gempa itu, walau Hotel Grand
Basko Wetern Hotel, Hotel Pangeran Beach, Hotel Bumiminang belum beroperasi. Sebab
pihak asuransi masih melakukan inspeksi evaluasi bangunan dalam dua bulan ke
depan. Nanti akan beroperasi setelah selesai dievaluasi dan direnovasi bagian
gedung yang bisa diperbaiki, sedangkan Inna Muara Hotel 40 kamarnya sudah
beroperasi dan sebagian hotel melati juga sudah beroperasi, sebut kata Maulana.
2-Rocky Hotel (rusak berat) 3-Ina Muara Hotel (sebagian rusak berat, 40 kamar
beroperasi)
|