Di RST 68 Korban Gempa Dioperasi

PADANG-- RS Tentara (RST) Reksodiwiryo hari pertama setelah  gempa, menampung 200 korban. Hari pertama seluruh korban dirawat di lapangan. Hari kedua hingga kini, seluruh pasien telah pindah ke dalam. Sekarang, tinggal 32 pasien yang  dirawat,ujar  Mayor CKM dr Farhaan  yang juga mantan Kepala Rumkit Tentara Binjai ini. Di RST telah berhasil melakukan operasi bedah (orthopedi) terhadap 68 orang korban gempa hingga Kamis (8/10/2009). RST mendatangkan dokter orthopedi (bedah) untuk membantu penanganan operasi korban gempa, khususnya korban amputasi.

RST memiliki 12 dokter orthopedi, 5 dokter anestesi, 4 dokter bedah umum dan 30 paramedis.  Korban gempa banyak  yang terhimpit rruntuhan bangunan, mereka  harus diamputasi. Di RST telah berhasil melakukan operasi bedah (orthopedi) terhadap 68 orang korban gempa.Seluruh biaya operasi di RST ini, gratis," ujar Kepala Rumkit Reksodiwiryo, Mayor CKM dr Farhaan.

Selain itu, RST Reksodiwiryo memiliki 170 bed, juga menampung 4 orang pasien pindahan dari RS Siti Rahmah dan 12 orang pasien dari RSUP M Djamil. Ketika tanggap darurat, bagaimana memberikan pertolongan secepatnya, tanpa membeda-bedakan pasien dari rumah sakit manapun. Sejalan dengan itu,  150 tenaga medis stand-by 24 jam. Bantuan untuk RST terus datang dari RSPP Pertamina, ArthaGaraha Peduli, RCTI Peduli, dan RST Putri Hijau Medan. [*]

 

 

 
Advertisement
counter