Wako Fauzi Bahar:

Lebih Dahsyat Pengembangan Ekonomi Syariah  Dengan Zakat

PADANG--Pengembangan ekonomi syariah ternyata lebih dahsyat dengan mengotimalkan penghimpunan dana zakat umat muslim. Karena implementasinya lebih cepat dan nyata dilapangan.Untuk itu Walikota Padang telah mensosialisasikannya kepada berbagai lembaga social/ kemasyarakatan,  pihak perbankkan dan terhadap kalangan tokoh agama secara marathon, baik ditingkat kelurahan, kecamatan dan kota. Bahkan di wilayah Sumbar dan tingkat nasional.

Kata Walikota Fauzi Bahar, kemarin di balaikota,  mengoptimalkan dana zakat bukan berarti mengenyampingkan upaya yang dilakukan pihak perbankkan melalui pengembangan bank syariah. Tetapi melalui zakat salah satu gerakan lebih mengatasi permasalahan kemiskinan di tanah air, khususnya Kota Padang.

Pemko Padang ke depan tetap eksis dan serius megoptimalkan penghimpunan dana zakat umat. Kalau saat ini kalangan PNS Pemko Padang sudah bagus dalam membayar zakat, seperti sudah terhimpun mencapai Rp7 milyar lebih sampai September 2009. Namun Pemko juga menghimbau kepada pihak swasta, pengusaha dan orang- orang mampu lainnya menyalurkan zakat kepada Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Padang, ujar Kabid Humas Dinas Kominfo Kota Padang Richardi Akbar, S. Sos.

Dana yang terhimpun pada BAZ sebahagian besar sudah disalurkan kepada mereka yang berhak, baik fakir miskin maupun warga yang masih berada dibawah garis kemiskinan.

Antara lain dengan bantuan lepas, berupa bea siswa, tambahan modal ekonomi produktif, pelatihan kepada keluarga tak mampu untuk mengembangan usaha baru, bahkan berupa bantuan paket lebaran. Di Padang tercatat 28 persen keluarga yang masih berada dibawah garis kemiskinan dari 900.000 jiwa penduduk. Masak yang 28 persen ini tidak bisa kita megentaskan kemiskinannya, kata Fauzi.

Sesuai dengan laporan Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Kota Padang Ir. Hj. Corri Saidan, M. Si  tanggal 1 September 2009 dana zakat yang sudah dikeluarkan sampai dengan Agustus 2009 mencapai Rp4.471.200.003,-.

Untuk pengembangan ekonomi syariah, Pemko Padang juga mengembangkan  melalui majelis taklim, pengurus mesjid dan musala dengan membuka usaha Toserba, simpan pinjam dan yang lainnya. Sedangkan wadah koperasi yang sudah ada  tetap menjadi salah satu andalan, ujar Fauzi.

Upaya yang dilakukan Pemko Padang itu ternyata juga mendapat resposn positif dari peserta seminar, dengan topic Upaya Menempatkan Sumatera Barat Sebagai Daerah Percontohan Penerapan Ekonomi Syariah yang digelar Bank Indonesia dan Unand, Senin lalu.

Peserta seminar, yaitu dari seluruh Sumbar mencapai seribuan orang. Dihadiri pakar- pakar ekonomi, civitas perguruan tinggi bupati/ walikota dan dari berbagai pihak Perbankkan di Sumbar.

Ketertarikan mereka tersebut, karena melalui dana zakat gerakan pengentasan kemiskinan lebih cepat dan nyata di lapangan. (Rel Humas Pemko Padang/irwan rais)

 
Advertisement
counter