Tersangkut Masalah Judi

PNS Dinas Sosial Tenaga Kerja Padang Terancam Dipecat

PADANG--Pemko Padang dibawah Kepemimpinan Drs. H. Fauzi Bahar, M. Sid an H. Mahyeldi Ansharullah, Sp tetap komit perang dengan segala bentuk maksiat, baik judi, Miras dan penyakit masyarakat lainnya. Pemko Padang tidak akan pandang bulu, baik masyarakat maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan diberikan sangsi sesuai kesalahannya. Dari segi tindak criminal akan berhadapan dengan penegak hukum, namun  khusus terhadap PNS akan berhadapan dengan peraturan kepegawaian.

Nasib sial akan menimpa salah seorang PNS Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Padang Dalyon.. Beberapa waktu lalu dia tertangkap sedang berjudi di kawasan kelurahan Tunggul Hitam oleh aparat Poltabes Kota Padang bersama beberapa rekannya (bukan PNS).

            Dari pemeriksaan aparat kepolisian yang bersangkutan adalah seorang PNS, dan melaporkannya kepada Walikota Padang Fauzi Bahar. Setelah beberapa waktu dilakukan cros check dan proses terhadap yang bersangkutan. Mereka nampaknya terancam diusulkan untuk diberhentikan dari PNS dengan tidak hormat. Karena telah mencemarkan nama baik Pemko Padang dan melanggar disiplin PNS.

            Walikota Padang Drs. H. Fauzi Bahar, M. Si  didampingi Kabid Humas Dinas Kominfo Padang Richardi Akbar, S. Sos, kepada Pers, di balaikota, kemarin (29/8), mengatakan bisa saja memecat dan mengusulkan pemberhentian setiap PNS yang melakukan pelanggaran disiplin dan peraturan kepegawaian, termasuk kepada Dalyon

            Namun kita terlebih dahulu tetap memproses yang bersangkutan, sejauhmana pelanggar disiplin PNS yang dilakukannya. Kalau tergolong berat kita tidak segan- segan menegakkan aturan 100 persen, seperti pengusulan pemecatan, tegas Fauzi Bahar.

            Untuk itu ia mengingatkan kepada 14.000 PNS Pemko Padang agar selalu memperhatikan peraturan kepegawaian. Jangan sekali- kali bangga dengan melakukan pelanggaran atau indisipliner. Laksanakanlah tugas dengan baik dan dimana tinggal  selalu mencerminkan sikap PNS yang benar dan baik.

            PNS dilingkungan tepat tinggalnya  adalah suritauladan dan sebagai pengayom masyarakat agar tidak melakukan hal- hal yang salah, seperti terlibat Maksiat. Kalau PNS ikut- ikutan pula melakukan Maksiat tentu ini namanya ‘Tungkek Mambao Rabah’’, sikap seperti ini sudah tidak benar, ujar Fauzi Bahar geram.

            Untuk itu kepada semua pimpinan SKPD ia berharap agar melakukan pembinaan kepada bawahannya secara intensif, bila perlu setiap hari. Sehingga peluang untuk melakukan kesalahan bisa ditekan sekecil mungkin.

            Saya sejak lima tahun lalu sudah mencanangkan memperbaiki moral dan akhlak generasi muda dan masyarakat. Untuk itu hal ini harus didukung pula oleh PNS. Masak saya mencanangkan peningkatan iman dan taqwa masyarakat, malah sebaliknya ada PNS yang mendukung perjudian dan maksiat, yang benar aja dong, tegasnya.

            Ke depan saya tetap komit perang dengan segala bentuk perjudian dan penyakit masyarakat. Saya harapkan PNS harus berada dibelakang saya untuk yang satu ini, ajak Fauzi Bahar.

(RELHumas/Irwan Rais)

 
Advertisement
counter