Di Padang Kebakaran 23 Kali

Kerugian Sekitar Rp2.2 Milyar

Image
Fauzi Bahar dan Budi Erwanto
PADANG—Para personil Dinas Kebakaran mulai berangkat dari rumah menunju tempat tugas, berniat terlebih dahulu, sehingga seberat apapun pekerjaan yang dihadapi,  dengan baik bisa dilakukan. Niat yang tulus dalam melaksanakan tugas semoga bernilai ibadah disisi Allah Swt.
Hal ini disampaikan Walikota Padang  Fauzi Bahar dalam Apel Pagi di halaman kantor Dinas Kebakaran Padang Senin ( 28/9/2009). Sejalan dengan itu, Walikota juga memesankan kepada para personil Dinas Kebakaran supaya merawat Armada, baik yang masih baru maupun yang telah lama. Tujuannya supaya setiap melakukan operasional berjalan dengan lancar, seperti peristiwa kebakaran dan lain sebagainya.

Sedangkan Kepala Dinas Kebakaran Kota Padang Budi Erwanto menyebutkan, kini jumlah kendaraan mobil kebakaran 11 unit, dengan 62 personil, 36 personil lapangan dan 26 staf. Semestinya, melihat luas wilayah kota, armada Pemadam kebakaran idealnya sebanyak 30 unit. Sekarang hanya 1 unit kendaraan pemadam kebakaran yang tidak layak, namun saat ini sedang diperbaiki.

            Selain itu,  pihak Dinas Kebakaran  upayakan memberikan informasi kepada warga Kota, bahwa setia perumahan atau komplek  jangan membuat gang yang sempit. Ukuran dari Gang untuk masuk kelingkungan perumahan itu kendaraan pemadam kebakaran harus bisa masuk. Sebab jika gangnya kecil, pada suatu ketika jika terjadi musibah kekabaran, kendaraan pemadam kebakaran kesulitan untuk mengatasinya.

            Kemudian, selama bulan suci Ramadhan 1430 H, terjadi musibah kebakaran sebanyak 23 kali, mayoritas rumah penduduk. Diperkirakan kerugian mencapai Rp2,2 Milyar. Sebab dari peristiwa kebakaran tersebut, kebanyakan dari arus pendek. Sehubungan dengan itu, kepada warga pemilik rumah, setiap meninggalkan rumah supaya diperiksa seluruh lampu penerangannya, mana yang tak perlu dimatikan. Begitu juga, api kompor, harus waspada, jangan sampai meninggalkan dapur saat memasak dan kompor sedang menyala. Karena cara seperti ini bisa berbahaya, bisa menimbulkan kebarakan, ujar Budi Erwanto.

                                                                                                            Rel Humas       

 
Advertisement
counter