| Pesantren dan Pastoral |
|
Di hadapan 2.000 siswa, Fauzi berpesan agar tidak mudah termakan aliran kepercayaan yang sesat. "Saya tak ingin mendengar, siswa dan pelajar di Kota Padang, menjadi pengikut teroris nantinya. Karena seperti yang diketahui, teroris kini banyak merekrut anak-anak muda," ulasnya. Sama halnya dengan kegiatan pesantren, Fauzi men-test anak-anak untuk membaca Asmaul Husna, di dalam acara launching pastoral kemarin, Fauzi juga men-test siswa non muslim untuk menceritakan kisah pahlawan khatolik, seperti Xaverius, Tirtonadi, Yos Sudarso dan lain-lain. Tak tanggung-tanggung, Fauzi pun rela membagi 10 buah topi Walikota beserta satu jam tangan pribadinya yang mampu menjawab pertanyaan Fauzi tentang pahlawan Katolik tersebut. Tahun ini, kegiatan pastoral yang kelima dilaksanakan Pemko. "Kegiatan ini didanai Pemko yang anggarannya tergabung dalam dana kegiatan keagamaan yang dialokasikan sebesar Rp2 miliar," ulas Fauzi. Di tempat yang sama, Pembina Masyarakat Khatolik Kanwil Depag Sumbar B.P Siregar mengatakan, pelaksanaan kegiatan pastoral akan dilakukan di sekolah dan gereja. Bagi sekolah yang tergabung dalam yayasan Prayoga seperti, Don Bosco, Xaverius, Frater, kegiatan pastoral akan dilakukan di sekolah masing-masing. "Bagi siswa non muslim yang bersekolah di sekolah pemerintah, kegiatan pastoral akan dilakukan di gereja. Kegiatannya dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB," tandas Siregar. (*)
|