| OPICK DUKUNG PROGRAM PEMKO PADANG |
|
Padang Jadi kota Religius
Dalam kesempatan itu, juga dibacakan pernyataan sikap sejumlah tokoh organisasi kemasyarakatan, sosial, LSM dan agama se-Kota Padang. Pembacaaan pernyataan sikap diikuti Ketua MUI Kota Padang H. Syamsul Bahri, Ketua LKAAM Kota Padang, H. Dt. Rajo Lenggang, Libas dan yang lainnya. Kebersamaan ini menunjukkan harmonisnya hubungan antar umat beragama di Kota Padang, Kata Ketua KNPI Kota Padang, Nisfan Jumadil. Sejalan dengan itu juga diserahkan beasiswa kepada pelajar dan siswa kurang mampu, dan hadiah lomba RW. Turut hadir, Wawako Mahyeldi, dan sejumlah unsur Muspida. Ustadz Noor Albar dari Jakarta, mengatakan kelangsungan dan kemajuan sebuah bangsa terletak di pundak generasi muda yang nasionalis religius. “Upaya apapun yang dilakukan untuk menciptakan generasi muda yang nasionalis religius itu adalah langkah daya tahan bangsa di era globalisasi kini. Penyanyi religius Opick berpakaian puti-putih, dalam tausiahnya, mendukung langkah Wako Padang Fauzi Bahar untuk menjadikan Padang sebagai kota religius. Sejak dini, generasi muda harus ditanamkan rasa nasionalis dan konsep religius. Generasi muda yang mencintai tanah air, menjunjung tinggi martabat bangsa harus memiliki pondasi nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. “Saya akui, program keagamaan Islam Pemko Padang patut dilanjutkan secara kontinu, ini dalam kerangka pembentukan karakter anak bangsa yang nasionalis religius.†Walikota H. Fauzi Bahar mengajak semua umat Islam untuk menghormati bulan suci Ramadhan. Bulan suci ini adalah yang penuh kesemptan untuk berbuat kebaikan. Isilah dengan sebaik-baiknya, mulai dari pagi hari hingga malam harinya, Tarwih berjamaah, tadarus, berdoa dan lain sebagainya. Wako juga mengajak siswa atau generasi muda, agar tak terpengaruh dengan ajakan teroris yang kini cendrung merekrut generasi muda sebagai kadernya. “Oleh sebab itu, seluruh generasi muda harus menjaga persatuan dan kesatuan, dan turut melakukan pencegahan terhadap setiap orang yang mencurigakan di tempat tinggal masing-masing.†Selain itu, Walikota Padang Fauzi Bahar menegaskan, untuk mewajibkan seluruh ketua RT agar kembali mengaktifkan wajib lapor 1x24 jam. Ini bertujuan sebagai langkah mencegah terhadap orang tak dikenal masuk kewilayah kita, bisa saja dia seorang teroris. Warga kota dalam hal ini, juga harus awas terhadap setiap gerak-gerik orang yang mencurigakan di lingkungan masing-masing. “Kasus teroris di Temanggung, menjadi pelajaran penting bagi setiap warga Indonesia, tak terkecuali Kota Padang. Jangan sesekali kita berpikiran, teroris itu tugas polisi. Tidak, semua kita harus bertanggungjawab untuk memusnahkannya,†tegas Wali Kota Padang Fauzi Bahar. IRWANDI RAIS
|