OBJEK WISATA PANTAI AIE MANIH
Berikan Kenangan Indah Kepada Pengunjung


Oleh Irwandi Rais


Image
Pantai Aie Manih
Sesuai dengan kesepakatan Gubernur Sumbar, bahwa setiap daerah harus  mempunyai objek wisata unggulan. Di Kota Padang objek wisata unggulannya adalah Pantai Aie Manih, kampuang Wisata dengan legenda Batu Malin Kundang, Gunuang Padang, Pantai Padang dan bangunan tua di sekitar pondok. Untuk itu, kepada masyarakat yang tinggal disekitar lokasi objek wisata, layani setiap pengunjung  yang
Image
Sudut Gunung Padang
datang dengan menyenangkan. Sapa dengan  bias rona dan kata – kata manja, sehinga meninggalkan kenangan indah sepanjang masa kepada mereka.

Demikian awal  perbincangan wartawan dengan kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Padang di Wakili Kabag TU Suardi, SH, MM didampingi Kabid Objek Sarana Pariwisata Drs. H. Yacoub, MM di ruang kerjanya Jumat (29/5). Disamping itu, Suardi juga mengajak masyarakat dan seluruh potensi untuk saling seirama dalam memberikan informasi kepada para pengunjung pada dunia Pariwisataan di Kota Padang, seperti menunjukkan  lokasi dan keindahan kampung Wisata, Pantai Aie Manih dengan legenda Batu Malin Kundangnya. Kepada siapa saja, pengunjung  bertanya tentang objek wisata pantai Aie Manih, tukang becak, ojek, sopir taksi, sopir angkot dan kepada yang lainnya harus bisa menunjukkan lokasi dan memberikan informasi yang manarik. Pembangunan atau menciptakan informasi ini juga sangat penting.

Kata Suardi, yang juga mantan Kabag TU Bakominfo Kota Padang  itu, semenjak tahun 2008 lalu, berbagai sarana pendukung objek wisata pantai Aie Manih telah dilakukan seperti pembebesan tanah seluas 5 hektar, membangun  arena kampung Wisata yang dilngkapi dengan sarana Gallery, Gazebo, WC dan pada tahun 2009, sekitar bulan Juni nanti dimulai lagi pembenahan pembangunanya menganggarkan dana sekitar Rp1,4 Milyar diperkirakan selesai September 2009.

Upaya lain yang dilakukan Dinas Pariwisata membersihkan rerumputan kiri dan kanan jalan menuju ke Lokasi Pantai Aie Manih. Ini bertujuan supaya memberikan kesan menyenangkan bagi para pengunjung menjelang masuk lokasi objek wisata tersebut. Ditambah lagi keramah tamahan  berbudaya adat Minangkabau masyarakat di lokasi objek wisata kepada pengunjung. Ini juga akan mampu menjadi nilai tambah daya tarik terhadap objek wisata Pantai Aie Manih yang indah itu.

Sedangkan Kabid Objek Sarana M. Yacoub juga menyebutkan, pemuda atau generasi yang terlibat dalam pariwisata, seperti tenaga penjual karcis di gerbang harus berpakaian sopan, jangan sampai celana pendek, kaos oblong sengkeng, tangan dan badan bertato, sehingga ngeri orang melihatnya. Pada intinya, pengunjung akan menikmati alam objek wisata kita, mereka pasti sudah mempersiapkan  berbagai bekalnya, kita hanya tinggal melayaninya dengan baik dan menyenangkan.

  Pentingnya pengembangan sektor Kepariwisataan sebagai
salah satu upaya menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memberikan kontribusi peningkatan pendapatan kepada masyarakat. Peran serta dari masyarakat yang mempunyai rasa  memiliki yang tinggi terhadap objek wisata, adalah faktor pendukung yang menentukan keberhasilan terhadap dunia Pariwisata kita.  Dinas Pariwisata dan Budaya,  masyarakat, dan juga
stake holder sebagai pelaksana di lapangan harus saling
bersinergis. Dikarenakan tiga hal tersebut merupakan faktor penting
sebagai pendukung terwujudnya keberhasilan kepariwisataan yang  memadai, disenangi serta dikagumi.

Pertama, faktor masyarakat pendukung kebudayaan. Berangkat dari
 budaya tradisi, yang menjadi bagian  masyarakat sebagai pola budaya tradisi. Tampilkan produktifitas karya-karya sebagai daya tarik .  Kebudayaan itu hidup dan berkembang secara alamiah atas  dasar kesadaran dan tanggungjawab masyarakat sendiri.

 
<!--[if !supportLineBreakNewLine]-->
<!--[endif]-->

 Kedua, mempersiapkan  sumberdaya manusia (SDM), selalu memberikan bimbingan kepada masyarakat, ini mengacu
 pada slogan Sapta Pesona (aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah
 tamah, dan kenangan),  kata M. Yacoub. Ketiga, peran swasta (stake holder) pebisnis perhotelan, rumah  makan, dan lainnya, sebagai salah satu faktor yang juga penting dalam  upaya mendukung dunia  kepariwisataan. Ketiga faktor tersebut merupakan satu kesatuan dan saling mendukung untuk mencapai keberhasilan pengembangan kepariwisataan yang baik dan menyenangkan di kota Padang. **

 

 

 
Advertisement
counter