| 72 Persen Guru TK Masih Honorer |
|
PADANG--Sebanyak 72 persen guru dari 1250 guru Taman Kanak-kanak (TK) di Kota Padang atau sebanyak 900 guru masih berstatus honorer, dengan penghasilan berkisar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per bulan. Kondisi tersebut diungkapkan Kepala Ikatan Guru TK Indonesia-Persatuan Guru Republik Indonesia IGTKI-PGRI Kota Padang, Yusniati kepada Wali Kota Padang yang diwakili Asisten III Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Didi Aryadi saat peringatan ulang tahun IGTKI-PGRI ke-59 di Taman Melati, Padang, Kamis (20/5/2009). Yusniati meminta Walikota untuk memperhatikan nasib para honorer tersebut. Kami sangat berharap agar Pak Wali bisa memperhatikan nasib para honorer kami, katanya. Menanggapi hal itu, Didi Aryadi mengatakan tetap akan memberikan reward bagi para guru tersebut, di samping terus mengusulkan adanya pengangkatan guru honor menjadi Pegawai Negeri Sipil. \"Kita akan perhatikan. Tapi, kita juga harus mengikuti aturan dan tata cara yang sesuai dengan koridor pengangkatan yang ditetapkan. Kalau ada formasi, akan kita usulkan,\" katanya. Meskipun begitu, Yusniati tetap mengajak para pengajar anak pada usia emas itu tetap menomorsatukan profesionalitasnya sebagai tenaga pendidik. \"Pendidikan anak harus dinomorsatukan. Karena itulah tanggung jawab kita yang membentuk kharakter dan kecerdasan dasar cikal penerus bangsa ini ke depannya,\" ujar Ketua IGTKI-PGRI Kota Padang periode 2004-2009 itu. Acara tersebut diikuti sekitar 700 Kepala TK dan majelis guru TK se Kota Padang. Berdasarkan data IGTKI-PGRI Kota Padang, saat ini terdapat 270 TK di Kota Padang. Dan hanya 3 TK di antaranya yang berstatus TK Negeri.* Ir. SM.Abadi |