Pengentasan Kemiskinan, SDM, dan Pendidikan Diprioritaskan

PADANG KINI- Wali Kota Padang, Fauzi Bahar mengatakan percepatan pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pendidikan akan menjadi prioritas pembangunan Kota Padang hingga 2010 mendatang.\"Saat ini, 28,9 persen warga kota belum sejahtera. Angka itu diperkirakan bertambah karena tingkat urbanisasi juga menyumbang angka kemiskinan di Kota Padang. Dari sekitar 900 jiwa penduduk Kota Padang saat ini, pada waktu-waktu tertentu mobilisasi penduduk di ibukota Provinsi Sumbar ini bisa mencapai 1 juta jiwa. Ini akan diprioritaskan,\" tegas Fauzi Bahar dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kota Padang Tahun 2009 di Gedung Bagindo Azis Chan, Padang, Senin (30/3).


Penentuan prioritas pembangunan Kota Padang ke depannya juga dipengaruhi terbatasnya APBD Kota Padang saat ini, sejumlah pembangunan akan diprioritaskan untuk digenjot hingga 2010 mendatang. Pembangunan itu akan ditopang dengan limpahan dana dari APBD provinsi dan APBN.

Fauzi Bahar menyebutkan tujuh prioritas pembangunan hingga 2010 mendatang, yakni peningkatan pelayanan kepada masyarakat mulai dari level RT/RW hingga tingkat kotamadya, pengentasan kemiskinan, pembinaan kerukunan hidup beragama, kualitas pendidikan wajib belajar 9 tahun dan jangkauan layanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, perempuan dan anak, perekonomian dan investasi, serta peningkatan sarana dan prasarana, termasuk penanggulangan bencana.

Dia menambahkan akar masalah dari persoalan sosial akan menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota (Pemko) Padang hingga 2010 mendatang seperti, pendidikan dan kemiskinan.

\"Masalah gangguan keamanan dan ketertiban kota yang kita panen sekarang adalah buah dari lemahnya pendidikan dan kemiskinan. Hal inilah yang akan kita entaskan ke depannya,\" ujarnya.

Selain itu, walikota menambahkan saat ini tingkat partisipasi masyarakat untuk memelihara sarana dan prasarana kota masih rendah. Hal itu disebabkan kurangnya solidaritas dan pemahaman bahwa warga kota adalah bagian dari Kota Padang itu sendiri, serta lemahnya kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.

Musrenbang ini dilaksanakan selama dua hari, hingga 31 Maret besok. Acara kali ini juga dihadiri anggota DPRD Kota Padang, unsur Muspida dan jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkot Padang.*Ir.SM.Abadi/Ant

 
Advertisement
counter