| Dianggarkan Pembagunan Rusunawa Rp 7,5 M |
| PADANG--Dari pengalaman selama tinggal di kawasan Purus, pola hidup masyarakat cukup unik. Sebab sebagian besar warga adalah keluarga miskin dan pendatang yang mengontrak. Hidup dipinggir pantai terbiasa dengan pola hidup kurang sehat. Bahkan ada istilah WC terbang. Artinya, ada warga yang buang air besar dengan memasukkan ke kantong plastik kemudian dilempar ke kali. Jadi, Pemerintah Pusat membangun Rumah Susun Sewa (Rusunawa) di kawasan Purus, yakin bisa merubah pola hidup ke arah yang lebih baik lagi, sebut Wakil Ketua DPRD Kota Padang Z.Panji Alam Cara seperti itu dilakukannya lantaran ketiadaan sarana WC yang memadai di rumah mereka. Ditambah lagi dengan tempat tinggal yang satu ruangan tanpa kamar. Artinya segala aktifitas keluarga dilakukan di satu tempat, mulai dari makan, tidur dan lain sebagainya. “Makanya di sekitar rumah saya, hingga pukul 22.00 bahkan lebih, masih banyak anak-anak yang bermain. Rata-rata itu disuruh orang tua mereka. Karena orang tua mereka di rumah melakukan aktifitas sangat pribadi, sementara tempat untuk itu tidak ada. Terpaksa anak-anak disuruh main keluar dulu,†ungkapnya. Dibangunnya Rusunawa nanti, diharapkan pola hidup semacam itu akan berubah. Sebab di Rusunawa itu nantinya tentu akan lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung aktifitas keluarga. “Rusunawa itu nantinya akan dibangun berupa twin blok berlantai empat, difasilitasi dengan penerangan listrik, WC, kamar mandi, halaman parkir, pengamanan, telepon dan lainnya,†ucap Panji Alam yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kota Padang. Diperkirakan Rusunawa tahap satu, dimulai Februari 2009 ini. Pembebasan lahan sudah dianggarkan Pemko Padang sebesar Rp7,5 miliar. Sedangkan, anggaran untuk pembangunan fisik berasal dari pemerintah pusat. Anggaran sebesar Rp7,5 miliar itu berasal dari, APBD Perubahan tahun 2008 sebesar Rp2,5 miliar ditambah APBD tahun 2009 sebesar Rp5 miliar. Terkait biaya sewa yang akan diberlakukan nantinya, ia yakin akan sangat murah. Karena biaya tersebut diperuntukkan bagi masyarakat miskin. “Tentu yang akan diprioritaskan adalah warga yang berada di kawasan kumuh,†sebutnya. Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Kota Padang Syahbuddin BSW mengatakan, pembangunan rusunawa itu harus segera dilakukan oleh Pemko Padang guna menghindari dampak dari tsunami. “Selain itu, penataan rumahtangga di Kota Padang lebih teratur, kesehatan masyarakat lebih terjaga dan jika tidur antara orang tua dan anak terpisah,†katanya. Diharapkan, dalam setahun ini pengerjaan pembangunan fisiknya cepat selesai. ** |