| Wako: Jangan Persulit Guru Naik Pangkat |
|
Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan (UPTD) se Kota Padang jangan sampai mempersulit guru untuk naik pangkat. Tidak ada guru lagi yang mondar mandir ke Kantor UPTD. Aparat Kantor Diknas dan BKD mengurus kenaikan pangkatnya. Untuk itu semua data-data, DP3 guru untuk kenaikan pangkat harus sudah ada budelnya di UPTD. Dalam urusan naik pangkat tersebut guru cukup sampai di Kantror UPTD. Jangan dipersulit dan dipungut biaya kepada mereka. Selama ini guru telah bekerja secara maksimal menyukseskan program pendidikan dan berbagai program Pemko Padang, tegas Walikota Padang Drs. H. Fauzi Bahar M.Si Pandeka Rajo Nan Sati dalam pertemuan dengan Kepala UPTD se Kota Padang, di kediaman resmi Wako, Selasa (10/2), Juga hadir Kepala BKD Drs. Hiptonius Damanhuri serta unsur pimpinan Diknas Kota Padang, Bambang, Musdek, Kabid Humas Mursalim, AP, M. Si Lebih jauh dikatakannya, Apa bila setiap UPTD memiliki data (File) guru dengan lengkap, mereka pasti sangat terbantu dalam memproses kenaikan pangkat. Untuk itu UPTD memberikan informasi secara lengkap kepada para guru yang akan naik pangkat. Jangan sampai ditunggu guru datang ke kantopr UPT untuk mencari informasi dan kasak kasuk mencari kepala UPT. Selama ini terkesan disamping mereka kusak kasuk mencari Kepala UPTD, bahkan diminta lagi uangnya. Seharusnya mereka dibantu sepenuhnya, cukup menunggu kenaikan pangkatnya di Kantor UPTD, tanpa mengeluarkan uang. Selain itu walikota juga mengingatkan kembali, agar guru tetap melaksanakan program strategis Pemko Padang, seperti diwajibkan kepada anak didik untuk membaca asma husna sebelum memulai pelajaran setiap hari. Sehingga hati mereka semakin sejuk dan dapat menerima pelajaran dengan baik. Kegiatan didikan subuh, wirid remaja harus tetap dilaksanakan. Dan kegiatan pesanyren Ramadhan harus sudah dirancang dengan baik sejak sekarang. Sehingga pelaksanaannya semakin sempurna pada bulan puasa nanti, pinta Fauzi Bahar. Khusus dalam membayar zakat, ia berharap semua majelis guru dan aparat Diknas Kota Padang tetap menunaikan kewajibannya. Karena zakat sesuai amanah agama yang harus kita tegakkan. Zakat bukanlah uang hilang, tetapi mereka yang menunaikannya pasti akan dibalas oleh Allah SWT berlipat ganda. Makanya tidak ada alasan untuk tidak bayar zakat, tegas Fauzi. Dana zakat ini nantinya tetap kita salurkan kepada yang berhak, bahkan tahun ini kita sisihkan sebear Rp1 miliar untuk warga miskin yang berobat ke Puskesmas, masing- masing diberi ongkos pulang Rp2.000/ orang. Saat ini sekitar 28 persen warga Kota Padang masih berada dibawah garis kemiskinan. Untuk itu ke depan mereka harus kita entaskan dan lepaskan dari permasalahan hidup, tegas Fauzi Bahar. Kegiatan kepramukaan, olahraga beladiri, pencak silat dan kesenian tradisional lainnya harus tetap dikembangkan di seluruh sekolah, mulai dari SD, SLTP, SLTA, bahkan bila perlu dimulai dari TK, katanya. |