Lainnya
Tingkat Laju Inflasi di Kota Padang

 

 

 

Angka inflasi Kota Padang tahun 2008 cukup tinggi  yakni sebesar 13,09 persen. Tingkat inflasi Kota Padang tersebut, lebih tinggi jika dibandingkan  dengan tingkat inflasi secara nasional (11,06 persen) dan Sumatera Barat (12,68 persen).  Sebelumnya tingkat inflasi yang  tinggi di Kota Padang terjadi pada tahun 2005, mencapai angka 19,33 persen.  Kemudian pada tahun 2006 laju inflasi mengalami penurunan menjadi 8,05 persen dan menurun lagi menjadi 6,73 persen tahun 2007. 

                                                            

Perkembangan Angka Inflasi di Kota Padang

Tahun 2005-2008 ( dalam %)

No

Uraian

2005

2006

2007

2008

1.

Laju Inflasi

19,33

8,05

6,73

13,09

          Sumber : BPS Kota Padang

 

Dilihat dari perkembangan per bulan selama tahun 2008, menunjukkan angka yang   berfluktuasi dan rata – rata di bawah 1 persen.  Inflasi terbesar dan cukup tinggi  terjadi pada bulan Juni yakni sebesar 4,09 persen.  Besarnya inflasi bulan Juni merupakan dampak dari kenaikan harga BBM pada bulan Mei, yang berimbas terhadap kenaikan biaya produksi dan harga barang – barang lainnya.

 
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Padang

Dewasa ini, titik berat pembangunan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup penduduk baik phisik maupun mental.  Dengan pergeseran titik berat pembangunan tersebut, maka indikator untuk mengukur keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya menggunakan indikator ekonomi seperti pertumbuhan ekonomi (PDRB) dan pendapatan perkapita saja. Untuk itu diperlukan indikator lain khususnya untuk keberhasilan pembangunan  sumber daya manusia.  Indikator yang biasa digunakan salah satunya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indeks komposit yang terdiri dari tiga parameter yaitu kesehatan yang diukur dengan angka harapan hidup, pendidikan yang diukur dengan angka melek huruf dan rata-rata lamanya sekolah dan parameter ekonomi diukur dengan daya beli (Purchasing Power Parity/PPP). Badan dunia UNDP membagi tingkatan status pembangunan manusia suatu wilayah/negara ke dalam tiga gologan yaitu ; rendah/negara terbelakang (nilai IPM <50),  sedang/negara berkembang (nilai IPM 50-80) dan tinggi/negara maju (nilai IPM >80). Tetapi untuk keperluan perbandingan antar daerah dan perencanaan pembangunan di Indonesia, kriteria yang digunakan adalah.

 

Klasifikasi Status Pembangunan Manusia

Nilai IPM

Status Pembangunan Manusia

< 50

Rendah

50< IPM < 66

Menengah Bawah

66 < IPM < 80

Menengah Atas

> 80

Tinggi

   Sumber : BPS  Kota Padang

 

 

Dari hasil penghitungan yang dilakukan oleh BPS dengan menggunakan data Survey Sosial Ekonomi (Susenas), maka nilai IPM Kota Padang terus mengalami peningkatan. Jika pada tahun 1999 nilainya baru mencapai 70,4 maka pada tahun 2006 meningkat menjadi 76,6 dan pada tahun 2008 mempunyai nilai sebesar 76,85. Hasil tersebut menunjukkan bahwa status pembangunan manusia di Kota Padang telah mencapai level menengah atas.

 

 

 

 

Jika diperhatikan per Kecamatan, dari 11 (sebelas) kecamatan yang ada di Kota Padang, maka nilai IPM terendah berada di Kecamatan Bungus Teluk Kabung dengan nilai sebesar 73,11 dan IPM tertinggi terdapat di Kecamatan Padang Utara dengan nilai mencapai 80,05. Apabila dibandingkan dengan nilai IPM Kota Padang, maka sebagian besar nilai IPM kecamatan masih berada di bawah nilai IPM Kota Padang, dan hanya lima  kecamatan saja yang memiliki nilai di atas nilai IPM Kota Padang yaitu ; Kecamatan Padang Utara, Kecamatan Padang Barat, Kecamatan Padang Timur, Kecamatan Nanggalo dan Kecamatan Lubuk Begalung. Gambaran nilai IPM dan peringkat masing-masing Kecamatan di Kota Padang tahun 2008 dapat dilihat pada tabel berikut.

 

 

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Padang Tahun 2008

dan Peringkat per Kecamatan

No

Kecamatan

Nilai

Peringkat

1

Padang Utara

80,05

1

2

Padang Barat

79,66

2

3

Nanggalo

79,44

3

4

Lubuk Begalung

77,85

4

5

Padang Timur

77,12

5

6

Kuranji

76,42

6

7

Pauh

76,36

7

8

Koto Tangah

76,09

8

9

Lubuk Kilangan

75,73

9

10

Padang Selatan

73,54

10

11

Bungus Teluk Kabung

73,11

11

Kota Padang

77,20

-

Sumber : BPS Kota Padang

 
Produk Hukum yang Dihasilkan DPRD Kota Padang

 

 

 

 

Produk Hukum yang Dihasilkan DPRD Kota Padang Tahun 2008

 

No.

Jenis Produk

Jumlah

1

Peraturan Daerah

16

2

Keputusan DPRD

23

3

Pernyataan

-

4

Keputusan Pimpinan DPRD

18

5

Rapat Panitia Musyawarah

40

6

Memorandum

-

7

Panitia Anggaran

10

8

Lain-lain

-

JUMLAH

107

                        Sumber :  Sekretariat DPRD Kota Padang

 
Rekapiltulasi Kegiatan Sidang/Rapat DPRD Kota Padang

            Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta tanggung jawab yang dibebankan kepada setiap anggota maupun kepada lembaga DPRD Kota Padang, telah dilakukan serangkaian kegiatan kedinasan yang meliputi sidang-siidang dan rapat-rapat pembahasan, baik perubahan produk-produk hukum daerah maupun pembahasan dan penyelesaian permasalahan aktual yang terjadi ditengah-tengah masyarakat, termasuk yang menyangkut kebijakan Pemerintah Daerah Kota Padang. Secara lebih lengkap kegiatan sidang dan rapat DPRD Kota Padang dapat dilihat pada tabel berikut ini.

 

 

 

 

 Kegiatan Sidang/Rapat DPRD Kota Padang Tahun 2007 dan 2008

 

No

Kegiatan Sidang / Rapat

2007           

2008

1.

Sidang Paripurna:

a. Biasa

b. Istimewa

c. Khusus

 

37

3

-

 

33

6

-

2.

Rapat Franksi

260

231

3.

Rapat Komisi

81

172

4.

Rapat Panitia Khusus

57

50

5.

Raker / Konsultasi dgn Eksekutif

a)       Panitia Anggaran dengan    Eksekutif

b)       Rapat Lerka Gabungan denga Eksekutif

c)        Rapat Kerja Panitai Khusus dengan Eksekutif

 

33

-

 

215

 

33

-

 

153

6.

Rapat Pimpinan

42

40

7.

Rapat Gabungan Panitia Khusus

6

5

8.

Rapat Gabungan Komisi

-

-

9.

Rapat Panitia Musyawarah

26

40

Jumlah / Total

760

763

                    Sumber :  Sekretariat DPRD Kota Padang

 
Tenaga Kesehatan di Kota Padang

Tenaga Kesehatan di  Kota Padang dari tahun 2006 - 2008 dapat lihat pada tabel berikut ini.

 

Jumlah Tenaga Kesehatan di Kota Padang

 

No

Jenis Tenaga Kesehatan

2006

2007

2008

1.

Dokter Umum      (orang)

479

479

479

2.

Dokter Spesialis

172

172

172

3.

Dokter Gigi

149

149

149

4.

Apoteker

109

109

109

5.

Ahli Gizi

62

25

25

6.

Analisa Laboraturium

45

44

44

7.

Ahli Rontgen

5

5

5

8.

Mantri Kesehatan

966

966

966

9.

Ahli Penyehatan  Lingkungan

41

36

36

10.

Rasio Dokter / Penduduk

1.231

1.231

1.231

                 Sumber  : Dinas Kesehatan Kota Padang

 

Dari tabel diatas terlihat jumlah dan perkembangan tenaga kesehatan di Kota Padang dalam 3 tahun terakhir, yaitu  dari  tahun 2006 – 2008 sebagai berikut :

1.      Dokter Umum

Jumlah dokter umum di Kota Padang tahun 2006 sampai dengan 2008 tidak ada mengalami perubahan dengan jumlah dokter sebanyak 479 orang.

2.      Dokter Spesialis

Jumlah dokter spesialis  sejak tahun 2006 sampai dengan 2008 tidak terjadi penambahan dengan jumlah dokter spesialis sebanyak 172 orang.

3.      Dokter Gigi

Jumlah dokter gigi pada tahun 2006 berjumlah  149 orang kondisinya tidak berubah pada tahun 2008.

4.  Apoteker

Dalam 3 tahun terakhir jumlah tenaga Apoteker  tidak mengalami perubahan.

5.    Ahli Gizi

Jumlah ahli gizi  sebanyak 62 orang pada tahun 2006,  sedangkan pada tahun 2008 terjadi pengurangan sebanyak 37 orang sehingga menjadi 25 orang.

5.      Analisa Laboratorium

Pada tahun 2006 tenaga Analisa Laboratorium di Kota Padang berjumlah 45 orang dan terjadi  pengurangan sebanyak 1 orang pada tahun 2008 sehingga menjadi 44 orang. 

6.      Ahli Rontgen

Ahli rontgen di Kota Padang pada tahun 2006 berjumlah 5 orang dan tidak ada mengalami perubahan sampai tahun 2008. Semua ahli rontgen tersebut   berada di RSUP. M. Jamil Padang.

7.      Mantri Kesehatan

Jumlah Tenaga Mantri Kesehatan  pada jajaran  Pemko Padang  tahun 2006, tercatat sebanyak  966 orang, dan tidak mengalami perubahan  pada tahun 2008.

9.   Ahli Penyehatan Lingkungan

Pada tahun 2006 Pemerintah Kota Padang memiliki ahli Penyehatan Lingkungan sebanyak 41 orang, terjadi pengurangan sebanyak 5 orang menjadi 36 orang pada tahun 2008, namun pengawasannya berada di luar jangkauan DKK.

 
<<  1 2 3 4 5  >  >>

Hasil 1 - 9 dari 40
Advertisement
counter