 Drs. H. FAUZI BAHAR, M.Si Padang, - Walikota Padang, Fauzi Bahar, meminta agar para pedagang, memahami keputusan yang diambil Pemko Padang dalam pembangunan kios-kios di Pasar Raya Padang. "Tidak ada niat sedikitpun untuk merugikan dan menyengsarakan warga Kota Padang, khususnya para pedagang," katanya. Kata dia, berbagai kebijakan dan keputusan yang diambil, merupakan alternatif terbaik dalam menangani permasalahan pascagempa.
Lebih jauh dikatakannya, apapun keputusan yang telah diambil Pemko Padang, pasti tidak akan memuaskan semua pihak, karena kondisinya memang demikian. "Untuk itu, saya berharap langkah yang sudah ditetapkan Pemko Padang bisa didukung semua pihak," katanya. Dia menambahkan, pembangunan kios-kios darurat di Pasar Raya Padang, adalah untuk mengatasi kondisi yang kurang menguntungkan." Karena itu, tolong jangan dipermasalahkan lagi," |
|
 FAUZI BAHAR Walikota Padang Drs. H. Fauzi Bahar, M. Si mengajak warga kota dan seluruh komponen masyarakat berfikiran positif dan objektif menghadapi musibah/ pasca gempa berkekuatan 7,9 SR 30 September 2009. Hal itu disampaikan Walikota Padang Fauzi Bahar melalaui Kabid Humas Pemko Padang Richardi Akbar, S. Sos, menjawab pertanyaan Pers dan situasi yang berkembang saat ini, kemarin. Musibah gempa yang melanda Kota Padang dan Sumatera Barat umumnya tidak seorangpun yang menghendakinya. Musibah ini mari kita hadapi dengan tenang dan tidak berfikir macam- macam, apalagi setelah pasca gempa.
=== Humas dan Telematika (S.M. Abadi) ==== |
|
Menunggu Dana Rehabilitasi
 EMZALMI Masa tanggap darurat memang telah berakhir, beralih pada masa rehabilitasui dan rekontruksi. Tapi hingga kini, Pemko Padang belum memperoleh bantuan dana dari Badang Nasional Penanggulangan Becana (BNPB). Soal hal tersebut selalu dilakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat. Demikian diungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Emzalmi baru baru ini. Sedangkan kerugian yang dialami Kota Padang akibat gempa Rabu 30 September 2009, mencapai Rp6,1 triliun. Total rumah masyarakat yang mengalami Rusak Berat (RB) 33.597 dan rumah Rusak Sedang (RS) 35. 816 sedangkan ruma masyarakat yang Rusak Ringan (RR) 37.615.
Sehubungan dengan itu Pemko Padang akan membentuk Badan Rekontruksi dan Rehabilitasi (BRR), segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) BRR. Badan pelaksana BRR tersebut terdiri dari Pemko Padang, DPRD Padang, Muspida, dan elemen masyarakat.
** Irwan Rais/Ir.SM Abadi
|
|
BIAYANYA RP17 MILIAR
 MARKET SMA NEGERI 1 PADANG PADANG--Gedung SMA Negeri 1 Padang bertaraf internasional dan mampu menahan goncangan gempa 10 Skala Richter Selasa (10/11/2009) dilakukan peletakan batu pertamanya. Hal itu pertanda pembangunannya dimulai, yang berlokasi di Jl. Belanti Raya, Lolong, Kecamatan Padang Utara. Pembangunan gedung SMAN 1 tersebut hingga selesai menghabiskan biaya Rp17 miliar. Gedung ini juga berfungsi sebagai shelter (tempat penampungan) dari ancaman tsunami, serta mempunyai helly pad (landasan helikopter)
|
|
PADANG—Pasca gempa 30 September 2009, Pemko Padang telah dua kali melaksanakan upacara di lingkungan Terminal Regional Bingkuang (TRB). Pertama upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda. Kedua peringatan hari Pahlawan 10 November 2009, Wakil Walikota Padang H. Mahyeldi tampil sebagai Inspektur upacara. Upacara yang dihadairi para PNS, TNI, POLRI dan para siswa SD hingga SLTA. Upcara berlangsung khidmat, namun ketika upacar berlangsung sekitar 14 siswa yang pusing dan pingsan.
|
|
|
334 PNS Pemko Padang Terima Penghargaan  MAHYELDI ANSHARULLAH PADANG—Peringatan hari pahlawan hendaknya tidak hanya bersifat seremonial semata, namun yang lebih penting bagaimana menghayati dan mwendayagunakan nilai-nilai kepahlawanan tersebut. Hal ini dalam rangka memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) guna mewujudkan kesejahteraan rakyat. Ini juga sejalan dengan tema peringatan hari pahlawan tahun 2009 yakni, “ Dengan semangat dan nilai-nilai Kepahlawanan, Kita perkokoh Negara Kesatuam republik Indonesia.” |
|
 HIPTONIUS DAMANHURI Padang, - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang, Drs Hiptonius Damanhuri, mengatakan, pascagempa, tidak ada Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemko Padang yang mengajukan permohonan pindah ke daerah lain."Sejauh ini, belum ada satu pun pegawai kita yang mengajukan surat permohonan untuk pindah," katanya pada antara-sumbar.com, Senin.
|
|
|
Padang, – Pemerintah Kota (Pemko) Padang datangkan empat unit mesin daur ulang untuk meringankan beban warga korban gempa di kota ini dalam membangun kembali rumah mereka yang rusak akibat gempa. “Kita telah pesan empat unit mesin daur ulang yang sengaja kita pesan khusus untuk mendaur ulang material bangunan menjadi pasir. Saat ini mesin tersebut telah berada di Bandara Adi Sucipto dan siap diterbangkan ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM)”, kata Asisten II Pemko Solok , Kamis (5/10).
|
|
 MAHYELDI Padang, - Pemerintah Kota Padang, Sumbar menggencarkan komunikasi dengan kedutaan Asing seperti Arab, Quwait, Qatar dan Malaysia untuk menghimpun bantuan dana dalam mempercepat masa rekontruksi bangunan yang rusak pasca gempa. "Pasca berakhirnya masa tanggap darurat di Padang, maka Padang terus mencoba mengencarkan dan membangun komunikasi dengan delapan kedutaan asing untuk menghimpun bantuan rekonstruksi bangunan. Tugas tersebut dibagi juga dengan Walikota Padang Fauzi Bahar, " kata Wakil Walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah, di Padang, Rabu.
|
|
 FAUZI BAHAR Padang,- Pemerintah Kota Padang menargetkan penerimaan zakat hingga bulan Desember 2009 sebesar Rp10 miliar. Walikota Padang, Fauzi Bahar, di Padang, mengatakan, pengumpulan zakat sampai periode Januari - Agustus mencapai Rp6,6 miliar. Untuk itulah Walikota menyatakan berani untuk menargetkan penerimaan zakat hingga bulan Desember 2009 sebesar Rp10 miliar. "Sementara itu penghimpunan zakat pada tahun 2004 hanya sebesar Rp75juta," katanya.Menurutnya, zakat yang dikumpulkan tersebut berasal dari PNS di lingkungan Pemko Padang. Di kalangan PNS potensi zakat yang ada diperkirakan mencapai Rp120 miliar setahun. Untuk itu Walikota berharap agar mereka yang belum membayar zakat sesuai dengan ketentuan (2,5 persen dari penghasilan) agar segera mengikuti teman-temannya yang sudah berzakat. "Jika pengumpulan zakat ini terus dilakukan akan terbantu pula mereka yang sangat membutuhkan, apalagi di saat Sumbar dilanda gempa",katanya.
|
|
|