Tutup LPI 2017, Walikota Harapkan Olahraga Jadi Gaya Hidup

  • 06 November 2017
  • David Septian
  • 56 Kali Dilihat
  • Tutup LPI 2017,  Walikota Harapkan Olahraga Jadi Gaya Hidup

    Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah bersama para pemain dan official tim SMAN 4 Sumbar selaku Juara Satu tingkat SMA LPI Kota Padang 2017.

    PADANG.GO.ID -- Liga Pelajar Indonesia (LPI) tahun 2017, selaku ajang penyaluran bakat sepakbola di kalangan pelajar di Kota Padang resmi ditutup Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, Sabtu (4/11) sore di Stadion GOR H. Agus Salim (GHAS). Dalam turnamen sepakbola antar tingkat SMA dan juga SMP se-Kota Padang itu, telah mengeluarkan para juara di masing-masing tingkat. Untuk tingkat SMP keluar sebagai juara satu yakni MTSN Model. Sedangkan SMAN 4 Sumbar berhasil menjadi jawara baru untuk tingkat SMA.

    Walikota Padang dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi dan harapannya atas helatan LPI yang digelar rutin tiap tahun tersebut. Ia mengatakan, meskipun di tingkat provinsi dan nasional tidak menggelarnya lagi, namun agenda tersebut terus dilaksanakan di Kota Padang.

    “Kenapa agenda ini kita lakukan, yaitu karena kita menginginkan seluruh masyarakat dan generasi muda di kota ini cinta akan olahraga. Baik sepakbola atau pun olahraga-olahraga lainnya, dan apakah untuk olahraga prestasi atau pun demi kebugaran. Karena kita punya target, bagaimana semua warga menjadikan olahraga 'life style' atau gaya hidupnya,” ujar Mahyeldi di hadapan para pemain beserta official tim peserta LPI, panitia pelaksana dan hadirin yang memadati Stadion GHAS sore itu.

    Ia menyebutkan, LPI tersebut juga merupakan sarana demi mengarahkan generasi muda ke arah yang positif. Maka itu perlu selalu digelorakan, dan agar lebih meningkatkannya lagi ia pun meminta panitia pelaksana (Dispora-red) untuk mengikutsertakan peserta tingkat SD pada tahun 2018 mendatang.

    “Jadi LPI di 2018 mendatang Insyaallah juga diikuti tingkat SD. Sehingga semua tingkatan sekolah di Padang ikut meramaikan turnamen sepakbola yang memiliki banyak peminat di kalangan generasi muda ini. Apalagi kompetisi ini juga menjadi ajang bagi para pemain untuk melihatkan bakat dan kemampuan. Karena tidak dipungkiri juga bakal dilirik para pencari bakat untuk bisa lebih dikembangkan ke depan,” tuturnya.

    Lebih lanjut Mahyeldi menambahkan, menurutnya terlepas dari LPI kegiatan-kegiatan positif lainnya memang harus dilakukan bagi generasi muda. Sehingga dengan itu akan mengurangi dan mencegah mereka melakukan hal negatif.

    “Maka itu generasi muda harus senantiasa kita berikan wadah, pembekalan, didikan dan perhatian. Dengan itu Insyaallah nantinya mereka akan tumbuh menjadi personal atau pribadi yang berkualitas,” tandasnya memotivasi.(David /Fs)

    Admin :
    David Septian