Setelah Asuh Anak Yatim Piatu, Penyakit Emi Langsung Sembuh

  • 17 Oktober 2017
  • Wan Rais
  • 53 Kali Dilihat
  • Setelah Asuh Anak Yatim Piatu, Penyakit Emi Langsung Sembuh

    Walikota

    PADANG - Emi Fitriani termasuk wanita sabar. Meski mengasuh 35 anak di Panti Asuhan miliknya, namun Emi cukup ulet dan penuh rasa sayang membesarkan seluruh anak yatim piatu.Ketika ditemui di Panti Asuhan “Ridho Rahmat” di Mata Air, Padang Selatan, akhir pekan kemarin, Emi cukup antusias saat diwawancarai. Sesekali ucapannya tertahan, matanya berkaca-kaca. Namun perasaan itu lekas ia tepiskan.

                Emi termasuk salah satu yang mendapat mukjizat dari Allah SWT. Dulu, sekitar tahun 2009, Emi memang kurang begitu peka dengan keadaan sekitar. Padahal, di dekat rumah orangtuanya terdapat Panti Asuhan. Tak sekalipun Emi tergerak hati untuk melihat kondisi di panti itu.“Ketika itu mungkin karena sibuk kerja,” ujarnya.

    Kesibukan membuat Emi lupa dengan sekitar. Ketika itu Emi sempat jatuh sakit. Emi mengidap diabetes melitus. Kondisi tersebut membuat Emi harus terus berobat ke Rumah Sakit. Mengontrol kadar gula darahnya setiap bulan.

    Sementara itu, Panti Asuhan yang berada di dekat rumah orangtuanya tidak lagi berjalan semestinya. Butuh dukungan pengasuh. Saat itu pula pihak Dinas Sosial datang ke rumah Emi menanyakan kesiapannya sebagai pengasuh di Panti Asuhan tersebut.

    “Saat itu saya merenung, karena terjadi gejolak di batin saya,” ungkapnya.

    Dalam pikirannya, saat itu dirinya sedang menanggung sakit. Sementara, belasan anak-anak berharap uluran tangannya. Emi pun berdoa kepada Allah, meminta petunjuk.

    “Saat berdoa, saya meminta kepada Allah untuk menerima seluruh anak yatim ini agar penyakit yang diderita dapat sembuh,” ulasnya.

    Benar saja. Enam bulan setelah menerima seluruh anak panti, Emi memeriksakan kesehatannya di Rumah Sakit. Saat itu kadar gula darahnya turun drastis.

    “Kadar gula darah saya normal seketika, saya pun sudah bisa membaca, ini mukjizat dari Allah kepada saya,” ceritanya.

    Sejak itu, Emi terus membesarkan anak yatim piatu. Donatur tetap bulanan yang membiayai anak-anak selalu berdatangan. Seluruh anak diperhatikan dengan baik, seperti belanja harian dan menu makanan.

    “Demi anak-anak saya berjuang, nyawa pun saya berikan,” kata Emi.

    Emi mengaku, untuk mempertahankan panti asuhan miliknya butuh perjuangan berat. Dulu, panti harus berpindah-pindah karena mengontrak rumah warga.

    “Setelah gempa kami sudah menetap di sini (Mata Air), tetapi donatur tetap tidak sebanyak dulu lagi. Mungkin karena gempa, banyak yang pindah ke luar Padang,” cecar Emi.

    Emi benar-benar memperhatikan seluruh anak. Meski didominasi anak laki-laki, namun Emi mampu menanamkan akhlak yang baik kepada seluruh anak. Setiap anak dididik untuk disiplin dan ajaran agama yang baik.

    Emi terus menanamkan sikap rendah hati dan sabar kepada seluruh anak-anak di Panti Asuhannya. Meski sesekali tidak tercukupi belanja anak-anak setiap hari, Emi tetap memberi semangat kepada seluruh anak-anak.

    “Saya ingin semuanya menamatkan sekolah hingga ke jenjang perkuliahan,” sebut Emi penuh harap.

    Hebatnya, anak-anak di Panti Asuhan “Ridho Rahmat” cukup banyak yang berprestasi di sekolahnya. Bahkan lima anak terpilih untuk mengikuti lomba di Jakarta pada awal November 2017 depan. Mereka mengikuti perlombaan anak yatim piatu seluruh Indonesia yang diadakan salah satu maskapai penerbangan.

    Minggu (15/10) kemarin itu Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo menyempatkan diri hadir di Panti Asuhan milik Emi. Walikota Padang sempat memberikan sejumlah bantuan bagi anak-anak yatim piatu. Tidak itu saja, Walikota juga sempat mengetes hafalan Al Quran sejumlah anak asuh. Mereka yang mampu menjawab setiap pertanyaan dan melafalkan ayat yang diminta baca, mendapat hadiah dari Walikota Padang.(Charlie Ch. Legi)

     

     

     

    Admin :
    Wan Rais