Sasaran Manti Basa Tampil Mengagumkan.

  • 17 Oktober 2017
  • Wan Rais
  • 39 Kali Dilihat
  • Sasaran Manti Basa Tampil Mengagumkan.

    Penyambutan Rombongan Penilai Kelurahan Pengimplementasi ABS-SBK di Rimbo Tarok, Kelurahan Gunuang Sarik, Kuranji, Kota Padang, Senin (16/10# Irwan Rais

    Padang--Sebanyak 14 orang rombongan juri/tim penilai Kelurahan Pengimplementasi Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah (ABS-SBK) Pemko Padang mendatangi kantor Lurah Gunuang Sariak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Rombongan Juri yang diketuai Prof.Dr.Hj.Puti Reno Raudhah Thaib, MS.i yang juga Ketua Umum Bundo Kanduang Sumatera Barat  memberikan apresiasi terhadap penyambutan tari silat, patatah petitih di Rimbo Tarok, Senin (16/10).

              Petatah petitih penyambutan untuk mempersilahkan rombongan penilai  masuk ke arena penialain yang telah dipersiapkannya. Setelah itu, dipersembahkan pula tari Babuai, Silek Kuranji, dan  Saranan Manti Basa, 5 pemuda berpetatah petitih manjapuik marapulai dengan baik dan berbahasa Minang. Prof.Dr.Hj.Puti Reno Raudhah Thaib langsung memberikan pujian, terhadap semua kegiatan rangkaian seni tradisi yang telah diperlihatkan para generasi muda setempat.

              Hanya, pada kesempatan tersebut Puti Reno Raudhah Thaib juga menyampaikan dan meluruskan agar atribut di Ranahminang dan tidak boleh sembarangan, semua punya makna seperti baju Niniak Mamak berwarna hitam jangan diganti dengan warna merah, bukan niniak mamak lagi, tapi dubalang. Kemudian warna bendera (Marawa) Minangkabau, urutanya Itam, Merah Kuniang. Marawa sebagai bendera Minangkabau dalam adat  bukan hanya sekedar umbul-umbul, tetapi punya arti dan makna tersendiri bagi masyarakat Minangkabau. Jadi tidak main-main dengan urutannya dan  harus seragam atau sama.

              Kegiatan penilaian Kelurahan Pengimplementasi ABS-SBK ini baru pertama kali dilaksanakan di Sumatera Barat, Kota Padang yang pertama. Tujuannya untuk memotivasi, menata kembali segala yang telah terserak serta melestarikan Adat Minangkabau, ucap Raudha Thaib.

              Setelah itu yang mengangumkan, penampilan sasaran Manti Basa dengan 5 pemuda berpetatah petitih manjapuik marapulai, berbahasa Minang yang lancar. Maka  para pengunjung sempat dihantarkan terbuai, seperti acara baralek Minang. Amin sebagai Niniak, Imam sebagai Sumando nan datang, dan Farhan sebagai Sumando pangka. Dipenghujung penilaian, makan bajamba di rumah gadang. Selanjutnya penilaian yang sama dilakukan pula di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto tangah.

              Camat Koto Tangah Syahrul menyampaikan, semoga norma adat Minangkabau ini dibiasakan kembali terhadap generasi muda, sehingga mereka tahu tentang ABS-SBK dan tau dinan Ampek. Untuk itu bersama kembali menatanya. Ketua KAN Koto Tangah Alidir Dt. Mudo juga menyampaikan bangga dengan kegiatan Kelurahan Pengimplementasi ABS-SBK ini. Sebab semua tradisi di Balai Gadang masih eksis, termasuk hubungan atara pemerintah Kelurahan dengan para pemangku adat, KAN dan lain sebagainya. Kegiatan penilaian dipusatkan di Balai-Balai Adat Kanagarian Koto Tangah.  -# Irwandi Rais

     

    Teks Foto :

     

    Robongan Tim Juri Kelurahan Pengimplementasi ABS-SBK disambut  para pemuka masyarakat Rimbo Tarok, Kelurahan Gunuang Sariak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Senin (16/10)# Irwan Rais

     

     

     

    Admin :
    Wan Rais