Rp100 Juta dari UPZ Semen Padang, Bantuan Muslim Rohingya Terus Mengalir

  • 09 November 2017
  • David Septian
  • 63 Kali Dilihat
  • Rp100 Juta dari UPZ Semen Padang, Bantuan Muslim Rohingya Terus Mengalir

    Direktur Keuangan PT Semen Padang Tri Hartono Rianto menyerahkan bantuan Rp100 Juta untuk Muslim Rohingya kepada Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo yang juga diteruskan ke Ketua Basznas Kota Padang Epi Santoso di Ruang Kerja Walikota Padan

    PADANG.GO.ID -- Dukungan dan aksi solidaritas untuk Muslim Rohingya Myanmar yang mengalami krisis kemanusiaan terus mengalir dari Kota Padang, Sumatera Barat. Dimana Pemerintah Kota (Pemko) Padang telah menjanjikan akan memberikan bantuan minimal Rp 2 Miliar untuk umat Islam yang tertindas oleh pemerintah dan militer di salah satu negara di Asia Tenggara tersebut.

    Seperti diketahui, sebelumnya Pemko Padang telah mengirimkan bantuan sebanyak Rp1 Miliar. Direncanakan, bantuan bakal terus berlanjut untuk tahap selanjutnya berdasarkan dana yang dihimpun baik melalui sekolah, mesjid, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Padang disertai donatur lainnya.

    Kali ini, dukungan datang dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) PT Semen Padang. Bantuan pun diserahterimakan secara simbolis di Ruang Kerja Walikota Padang, Balaikota, Rabu (8/11/2017).

    Direktur Keuangan PT Semen Padang Tri Hartono Rianto menyerahkannya kepada Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo yang juga diteruskan ke Ketua Basznas Kota Padang Epi Santoso. Dalam kesempatan itu hadir Ketua Pelaksana Harian UPZ Baznas Semen Padang Muhammad Arif dan Kepala Biro CSR PT Semen Padang Muhammad Ikrar.

    Walikota Padang mengucapkan terimakasih banyak kepada PT Semen Padang melalui UPZ Baznasnya yang turut membantu muslim Rohingya. “Atas nama Pemko Padang, kita sangat berterima kasih kepada para donatur yang turut menyumbangkan hartanya demi keselamatan umat Muslim di Myanmar. Alhamdulillah kali ini dari UPZ Baznas Semen Padang,” ungkapnya. Mahyeldi pun mengapresiasi perhatian yang luar biasa dari warga Kota Padang dalam melakukan aksi kemanusiaan tersebut.

    “Semoga dukungan dan doa terus kita alirkan untuk keselamatan kehidupan saudara-saudara kita baik yang ada di Myanmar atau pun sekarang di kamp-kamp pengungsian,” tuturnya.

    Dalam kesempatan itu, Muhammad Arif juga menguungkapkan rasa syukur UPZ Baznas Semen Padang bisa membantu Muslim Rohingya yang sangat mengharapkan uluran tangan dari semua pihak. Disebutkannya, bantuan Rp100 Juta tersebut merupakan dana yang terkumpul dari zakat para muzakki (karyawan) PT Semen Padang Group.

    “Alhamdulillah kita ikut membantu program Pemko Padang untuk bantuan kemanusiaan Rohingya,” syukurnya.

    Ia juga mengatakan, bantuan ini merupakan kedua kalinya dari UPZ Semen Padang yang diserahkan melalui Pemko Padang untuk diantar ke Bangladesh. Sebagaimana sebelumnya di tahap pertama, UPZ Baznas Semen Padang telah mengantarkan bantuan untuk pengungsi Muslim Rohingya yang berada di Aceh.

    "Alhamdulillah, sebelumnya kita telah mengantarkan bantuan sekitar Rp50 Juta ke Aceh. Insyaallah setelah ini bantuan kita salurkan lagi melalui Pemerintah Provinsi Sumbar,” tukasnya.

    Sementara Ketua Baznas Padang Epi Santoso menyebutkan, meski keberadaan UPZ Baznas PT Semen Padang di bawah naungan pusat, namun sinerginya bersama Baznas Padang cukup terasa oleh masyarakat Kota Padang melalui berbagai program kerjanya.

    “Alhamdulillah bantuan kemanusiaan untuk Muslim Rohingya didukung UPZ Baznas PT Semen Padang. Bantuan ini akan kita serahkan dalam waktu dekat, selaku bantuan tahap kedua dari Pemko Padang. Untuk ini minimal terkumpul sebanyak Rp500 Juta lagi dan dalam penyalurannya bekerjasama melalui pihak Aksi Cepat Tanggap (ACT) pusat,” sebutnya.

    Seperti diketahui, lebih dari 600 ribu orang Muslim Rohingya saat ini telah mencapai kamp-kamp pengungsian di Bangladesh dan juga negara lainnya. Hal itu sejak pemerintah dan pasukan keamanan Myanmar melancarkan operasi yang memuncak sejak 25 Agustus 2017 lalu. Aksi ini disebut PBB dan lain-lain sebagai “pembersihan etnis”.(David / Nda / Mg)

    Admin :
    David Septian