Puncak Hari Pers Nasional 2018, Presiden Jokowi Saling Bertukar Peran Dengan Seorang Wartawan

  • 09 Februari 2018
  • Wan Rais
  • 216 Kali Dilihat
  • Puncak Hari Pers Nasional 2018, Presiden Jokowi Saling Bertukar Peran Dengan Seorang Wartawan

    PADANG – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) meminta satu wartawan maju untuk bertukar peran dengannya saat menghadiri puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Danau Cimpago, Padang, Sumatera Barat, Jumat (9/2/2018). Jokowi meminta seorang wartawan untuk menjadi Presiden dan Jokowi sendiri menjadi wartawan.

    Hal tersebut terjadi ketika Jokowi bercerita bahwa ia kerap mendapat banyak pertanyaan ketika wawancara dengan tingkat kesulitan yang tinggi.

    “Kalau pas dicegat doorstop (wawancara mendadak) 80-90 wartawan, pertanyaannya tidak satu, banyak sekali dan sulit semua. Karena ditembak (pertanyaan) langsung saat kita tak siap. Oleh sebab itu, di HPN saya minta satu wartawan maju,” ujar Jokowi yang langsung disambut antusias oleh para wartawan yang juga tamu undangan di acara tersebut.

     

    Dari sekian banyak wartawan yang mengacungkan tangan, berminat maju, Jokowi akhirnya memilih salah satu wartawan yang sudah senior. Wartawan tersebut bernama Muhammad Yusrinur Raja dari Surabaya yang sudah menggeluti profesi sebagai jurnalis 40 tahun lamanya.

    “Saya minta Pak Yusri jadi Presiden, saya yang jadi wartawan. Saya yang tanya. Mumpung hari pers,” ujar Jokowi.

    Tanpa ragu, Yusri pun langsung mendalami perannya sebagai Presiden. Ia langsung bertanya pada Jokowi yang berperan sebagai wartawan, perihal apa yang akan ditanyakan.

    “Baik, saudara wartawan. Apa yang mau ditanyakan?” ujar Yusri yang langsung mengundang gelak tawa para hadirin, tak terkecuali Jokowi.

    Jokowi sempat kaget dengan pertanyaan Yusri tersebut. Namun ia tetap meneruskan pertanyaan yang akan diajukannya.

    “Bapak kan punya 34 menteri, menteri mana yang Bapak anggap paling penting?” tanya Jokowi.

    “Sebenarnya semua penting. Tapi yang paling penting adalah menteri yang bisa membuat menterinya nyaman,” jawab Yusri.

     

    To the point saja Pak. Bapak banyak muter-muter gitu. Muter-muter terus, saya nggak bisa nangkap,” sela Jokowi.

    “Baik! Menteri yang urusi wartawan,” jawab Yusri.

    “Menteri apa itu?” tanya Jokowi lagi.

    “Kalau sekarang namanya Kominfo,” jawab Yusri singkat.

    Jokowi masih meneruskan pertanyaan lainnya. “Kenapa Bapak anggap paling penting?”

    “Supaya semua mendapat informasi, dari kota sampai desa,” Yusri menjawab pasti.

    “Blak-blakan saja. Saya sering sekali kadang sebal, kadang jengkel,” Jokowi kembali sedikit mengeluh. “Media apa yang paling menyebalkan? Jawab blak-blakan,” lanjutnya.

    “Media abal-abal,” Yusri menjawab, tapi tidak membuat Jokowi puas dengan jawabannya.

    Bak wartawan sungguhan, Jokowi pun langsung menyela jawaban Yusri yang tak membuatnya puas, “Tidak ada media abal-abal. Resmi semua. Sampaikan entah TV, cetak, online,” desaknya.

    “Yang paling menyebalkan itu Rakyat Merdeka!” ujar Presiden Yusri lantang.

    Jawaban Yusri kembali membuat para hadirin, termasuk Jokowi sang wartawan tergelak.

    “Pak Presiden ini blak-blakan seperi perasaan saya, sama persis. Kenapa Pak? Kenapa Rakyat Merdeka?” tanya Jokowi lagi.

    “Karena pemimpinnya itu kan susah. Terlalu merdeka semua, apa saja dianggap merdeka, padahal ada aturan pemberitaan,” katanya.

    Setelah jawaban tersebut, Jokowi mengakhiri perannya sebagai wartawan dan kembali menjadi Presiden. Pasalnya seperti biasa, Jokowi memberikan satu sepeda kepada Yusri yang menjadi presiden dalam beberapa menit saja di HPN 2018 ini.

    Sumber: Suara Pembaruan

     

     

     

     

     

     

     

     

    Admin :
    Wan Rais