PIOMFest 2017, Cikal Bakal Perkembangan Industri Musik di Padang

  • 13 Desember 2017
  • David Septian
  • 117 Kali Dilihat
  • PIOMFest 2017, Cikal Bakal Perkembangan Industri Musik di Padang

    Musisi dari empat negara memainkan musik etnik dalam kegiatan bertajuk “Padang Indian Ocean Music Festival (PIOMFest) 2017 di bawah Jembatan Siti Nurbaya, 8-10 Desember 2017.

    PADANG.GO.ID -- Padang kembali menggelar event berskala internasional. Sejak 8-10 Desember kemarin, musisi dari empat negara datang ke Kota Padang. Seluruh musisi itu memainkan musik etnik dalam kegiatan bertajuk “Padang Indian Ocean Music Festival (PIOMFest) 2017.

    PIOMFest 2017 yang diselenggarakan di bawah Jembatan Siti Nurbaya itu menghadirkan musisi empat negara, seperti Jepang, India, Singapura, dan Indonesia. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo, Jumat (8/10 malam.

    “Penyelenggaraan Padang Indian Ocean Music Festival (PIOMFest) 2017 ini juga akan menjadi cikal bakal berkembangnya industri musik di Kota Padang,” ucap Mahyeldi di depan seluruh undangan dan warga yang hadir di bawah Jembatan Siti Nurbaya.

    Mahyeldi mengatakan, cukup banyak musisi kreatif yang mempunyai inovasi tinggi dalam mengembangkan industri musik di Kota Padang. Karena itulah Pemko Padang menggelar PIOMFest sebagai ajang untuk bertukar pengalaman, termasuk menjalin komunikasi budaya silaturahim antar musisi negara-negara IORA dan musisi lokal. Sehingga dapat saling berkolaborasi dalam menampilkan karya masing-masing.

    “PIOMFest merupakan sebuah upaya untuk menganyam hubungan kebudayaan antar negara dan kota-kota dikawasan Samudera Hindia, melalui tradisi musik yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat yang disetiap negara atau kota-kota tersebut,” papar Mahyeldi.

    Event PIOMFest 2017 memang diharapkan dapat mengangkat potensi pariwisata di Kota Padang. Secara tidak langsung, musisi luar negeri dapat mengenal potensi pariwisata Kota Padang.

    “Dengan sendirinya, kawasan Batang Arau dan Kota Lama, Jembatan Siti Nurbaya dan Gunung Padang yang menjadi icon pariwisata Kota Padang terpromosikan,” ungkap Mahyeldi.

    Walikota sempat menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh musisi yang telah hadir di Padang. Mahyeldi berharap, keindahan Kota Padang dapat menginspirasi para musisi untuk menciptakan karya musik yang bernilai tinggi.

    “Pariwisata juga berkembang melalui seni musik, karena saat ini seni pertunjukan ditetapkan sebagai lokomotif berkembangnya pariwisata Kota Padang, sehingga ini butuh percepatan dalam merealisasikannya seperti PIOMFest 2017 ini,” tukuk Mahyeldi.

    Walikota bertekad, PIOMFest akan menjadi agenda tahunan di Kota Padang. Dengan digelar setiap tahun, akan dapat mendorong pertumbuhan sektor-sektor lain seperti kuliner, cenderamata dan sebagainya. “Semoga kegiatan ini mendorong kegiatan promosi Kota Padang,” ulasnya.

    Selama tiga hari itu, musisi dari empat negara mendendangkan musik etnik. Nampak tampil musisi India yakni Nikhil Patwardhan dan Partha Mukherjee. Jepang menampilkan Seiki Onizuka. Singapura turut memboyong cukup banyak pemusik. Mulai dari Ms Tan Su-Hui, Sophy, Ms Tan Su-Min, Clara, dan Mr Ng Chee Yao. Sementara tuan rumah Indonesia menampilkan sejumlah grup musik.

    Seperti Arastra asal Bengkulu, Talago Buni (Sumbar), Riau Rhytm Chambers (Pekanbaru), Taufik Adam (Jakarta), De Tradisi (Medan), Gazal Himpunan Keluarga Muhadan (Padang). Balega (Padangpanjang), Sanggar Seni Dayung Dayung (INS Kayu Tanam), serta Komunitas Seni Nan Tumpah (Padang). “Semuanya adalah musisi musik etnik yang sangat famous di negaranya," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang Medi Iswandi.(Rel)

    Admin :
    David Septian