Pemko Padang Kampanye Stop Bullying

  • 07 November 2017
  • David Septian
  • 53 Kali Dilihat
  • Pemko Padang Kampanye Stop Bullying

    Walikota Padang menyalami para siswa usai membuka seminar "Gerakan Anti Bullying" di kampus UNP, Selasa (7/11/2017).

    PADANG.GO.ID -- Perilaku mengejek, mengancam, mencela, memukul, merampas serta didikan yang keras belakangan agaknya semakin menjadi-menjadi yang harus diatasi. Baik itu di lingkungan masyarakat maupun di media sosial yang lebih kompleks dan global. Sehingga perilaku yang dikatakan sebagai 'bullying' ini menjadi fenomena buruk yang harus diantisipasi secara masif.

    Demikian ditegaskan Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah saat membuka seminar "Gerakan Anti Bullying" di kampus UNP, Selasa (7/11/2017). Kegiatan ini dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2 KB) Kota Padang didukung Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya.

    Menurut Mahyeldi, perbuatan 'bullying' berpengaruh negatif terhadap psikologis korbannya. Bila itu terjadi terhadap anak-anak, dapat berakibat jatuhnya mental mereka sehingga nantinya menjadi generasi yang lemah. "Untuk itu, sampaikanlah ucapan yang baik-baik terhadap orang lain. Terlebih kepada anak-anak berilah mereka kata-kata yang menyejukkan agar beesemangat menghadapi masa depannya," kata Mahyeldi.

    Ia menambahkan, sebaiknya menghindari dunia kekerasan dan tahan untuk saling mengeluarkan kata-kata yang kurang baik. 'Bullying' bentuk perbuatan yang tidak terpuji. "Hentikan 'bullying'. Mari berpikir positif, karena kekerasan dan berbagai bentuk 'bullying' hanya merugikan kita semua," ujar Wako Mahyeldi dalam seminar yang dihadiri 100 pelajar SMP dan SD.

    Kampanye 'Gerakan Anti Bullying' di Kota Padang menyasar generasi muda yang terdiri pelajar SMP dan SD. Kampanye dilakukan dalam bentuk seminar serta konser dengan menghadirkan artis sebagai duta anti 'bullying' Harris J. Terlihat hadir sejumlah Kepala Sekolah dan guru mendampingi siswa mereka.

    Selaku nara sumber, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Hj. Harneli Bahar mengatakan, agar tidak menjadi korban 'bullying' sebaiknya jangan memancing timbulnya perbuatan tersebut.

    "Bullying yang ditujukan kepada kita selagi masih wajar dan positif ada baiknya disikapi dengan biasa saja. Kapan perlu anggap itu doa sebagai motivasi untuk mencapai kondisi yang lebih baik lagi," pungkasnya. Sebagai narasumber lain dalam seminar 'Gerakan Anti Bullying' ada dari kepolisian dan pemerhati anak.(Rel)

    Admin :
    David Septian