Malin Pulang Bangun Kampung Halamannya

  • 23 November 2017
  • Wan Rais
  • 212 Kali Dilihat
  • Malin Pulang Bangun Kampung Halamannya

    Palembang--Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik,Kementerian Kominfo RI  Rosarita Niken Widyastuti  membuka  pelaksanaan Festival Media Pertunjukan Rakyat Tingkat  Nasional di gedung  Sport and Convention Center (PSCC) Rabu Malam (22/11). Sehubungan dengan hal itu  Walikota Padang H. Mahyeldi dan Ketua TP-PKK Hj. Umi Harneli, Asinten II Hermen Peri, Asisten III Didi Aryadi, Kadis Kominfo Suardi dan Kabag Humas Imran fauzi  saksikan pertunjukan festival tersebut sampai selesai.

    Pandangan dan mata H. Mahyeldi dan Umi Harneli fokus pada penampilan Group Palito Nyalo yang menyuguhkan cerita berjudul Rantau Malin Rabu malam itu.  Mulai dari awal, para seniman teater Palito Nyalo memasuki arena pentas Festival, gerak gerik tari, serta dialog  tutur bahasa yang disampaikan pada  penonton cukup mudah difahami dan dimengerti.

     Cerita yang disampai Ilno sebagai Malin cukup menyedihkan, perjalanan hidup diperkampungan nelayan, pinggir pantai, dan  bertahun tahun dilakoni memancing ikan ke lautan menggunakan perahu dan pancing, namun hasilnya tak menggembirakan. Kesusahan selalu menyelimuti Malin, kata Walikota H. Mahyeldi mengungkapkan kembali, makanya Malin ingin merubah taraf perekonomian untuk merantau.

    Malin minta izin pergi maratau kepada orang tuanya, namun ibunya kurang setuju, karena Malin anak satu-satunya serta segala-galanya. Untung datang mamak saat Malin dilarang ibu berniat pergi marantau untuk menjelaskannya. Biarlah Malin marantau dulu mamak, sesuai pepatah Minang, Keratau Madang Dihulu, Babuah Bangungo Balun, Karantau Malin dulu mamak, di kampung berguna belum. Marantau adalah proses perjalanan kecil yakni hijrah dari tiada mencari ada, kata Malin. Akhirnya niat dan kepergian Malin disekutujui oleh mamak dan ibunya.

    Malin dilepas untuk marantau merubah nasibnya dan mamak memesankan pada Malin supaya elok-elok dirantau,  semoga berhasil.  Malin telah berada dirantau, berbagai tantangan dilalui Malin, kehidupan perih dialami Malin, sehingga teringat ibunya di kampung.

    Namun berkat kesabaran, akhirnya Malin bertemu dengan saudagar kaya yang memiliki banyak kapal. Malin dibina, dan dipercaya menjadi nakhoda kapalnya. Malin jadi kaya raya. Setelah sekian lama di rantau, Malin berniat pulang kampung. Malin memasang niatnya melalui FC, WA, dan twiter serta intagramnya. Akhirnya diketahui teman-teman dikampungnya.

    Teman-temannya heboh, bahwa Malin akan pulang. Malin Pulang bertekad membangun kampung halaman dan mensejahterakan kehidupoan orang tuanya dan warga. Kepulangan Malin juga dilepas oleh Saudagar kaya itu. Malin disambut teman-teman  dan ibunya. Malin membangun kampung halamannya dengan segala fasilitas, termasuk kehudupoan ibunya, ungkap Walikota H. Mahyeldi menceritakan kembali di Palembang.   #Irwandi Rais

    Admin :
    Wan Rais