Lebih 500 Anak Jadi Korban Padang Siapkan Ranperda “Ngelem”

  • 13 Desember 2017
  • David Septian
  • 20 Kali Dilihat
  • Lebih 500 Anak Jadi Korban  Padang Siapkan Ranperda “Ngelem”

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang dr. Ferimulyani, M.Biomed dalam FGD (Focus Group Discussion) dengan insan pers di salah satu hotel di Padang, Jumat (8/12/2017).

    PADANG.GO.ID --  Berdasarkan hasil survey yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Padang di beberapa kelurahan, lebih dari 500 anak di Kota Padang terlibat dalam penyalahgunaan fungsi lem (baca: menghirup lem).

    Bahkan, sudah ada beberapa kasus yang mengalami gangguan kejiwaan dan sudah dirawat di rumah sakit jiwa. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang dr. Ferimulyani, M.Biomed saat melakukan FGD (Focus Group Discussion) dengan insan pers di salah satu hotel di Kota Padang, Jumat (8/12/2017).

    “Sedangkan, informasi dari Panti Rehabilitasi Sosial Narkoba Sahabat Suci Hati, mereka telah merawat lebih kurang 15 anak yang terlibat dalam kasus lem ini,” terang Ferimulyani.

    Lebih lanjut dijelaskan, beberapa tindakan pencegahan telah dilakukan Pemkot Padang terhadap kasus “ngelem” tersebut, namun belum terlaksana dengan maksimal, karena belum adanya dasar hukum yang kuat.

    Oleh karena itu, Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyalahgunaan Fungsi Lem dan Inhalan Lainnya perlu untuk disiapkan secara matang.

    “Sejauh ini, kita telah menyiapkan Ranperda dan melakukan FGD dengan pihak terkait untuk membahas urgensi Ranperda ini. Semoga tahun depan, Ranperda bisa disahkan,” ujar Ferimulyani.

    Pada Ranperda tersebut diuraikan tentang tugas dan wewenang pemerintah, aspek pencegahan, pembinaan dan pengawasan, forum koordinasi, upaya khusus dan rehabilitasi, penyidikan, sanksi administrasi, dan ketentuan pidana.

    Sementara itu, Ketua BNK Kota Padang, Ir. H. Emzalmi, M.Si mengatakan, penyalahgunaan fungsi lem pada anak harus menjadi perhatian serius.

    “Walaupun lem tidak termasuk dalam kategori Narkoba, namun efeknya sama dengan Narkoba. Dan itu juga berbahaya,” ungkap Emzalmi.

    Emzalmi mengingatkan, walaupun Ranperda belum disahkan, namun semua pihak harus ikut terlibatkan mengawasi peredaran dan penyalahgunaan fungsi lem oleh generasi muda, termasuk orang tua, masyarakat dan pihak sekolah.

    “Lem mudah didapat dan harganya juga murah, namun punya efek kecanduan dan merusak kesehatan serta kejiwaan generasi muda,” tambah Wakil Walikota Padang tersebut. (LL)

    Admin :
    David Septian