Lagu Ciptaan Mahyeldi Diperdengarkan ke Publik

  • 30 Oktober 2017
  • David Septian
  • 94 Kali Dilihat
  • Lagu Ciptaan Mahyeldi Diperdengarkan ke Publik

    Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah disela acara launching lagu ciptaanya yang berjudul "Bhinneka Tunggal Ika" di SMP 31 Padang, Kamis (27/10/2017).

    PADANG.GO.ID -- Semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' yang memiliki arti 'berbeda-beda tetapi tetap satu' mengumandang dalam alunan sebuah lagu yang dibawakan siswa-siswi SMP 31 dan SMP 2 Padang, Kamis (26/10/2017). Meskipun frasa 'Bhinneka Tunggal Ika' telah tercipta jauh sebelum Indonesia merdeka, namun dalam lagu terdengar lebih menggetarkan dada.

    Lirik lagu baru bermuatan semboyan yang menjadi motto bangsa Indonesia ini melambangkan persatuan di tengah keberagaman. Ternyata lagu yang pertama kali diperdengarkan ke publik itu adalah ciptaan Mahyeldi Ansharullah, Walikota Padang. Lagu itu diaransir oleh Feri Zein dibantu beberapa musisi dari Kota Padang. "Lagu berjudul 'Bhinneka Tunggal Ika' ini lahir melalui diskusi panjang bersama beberapa teman. Intinya untuk mengingatkan generasi muda dan kita semua terhadap motto bangsa ini," kata Mahyeldi disela acara launching lagu tersebut di SMP 31 Padang, Kamis (27/10/2017).

    Mahyeldi berharap melalui lagu tersebut dapat menumbuhkan kesadaran bersama tentang pentingnya persatuan dan kesatuan.

    "Dengan modal persatuan itu keutuhan bangsa dipertahankan, kejayaan bangsa dapat diraih," tukuknya.

    Dalam acara launching tersebut, hadir seribuan lebih siswa-siswi sejumlah SMP di Kota Padang. Mereka antusias menyanyikan lagu itu dan menghayatinya. Terlihat hadir Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Camat Padang Timur serta para kepala sekolah SMP se-Kota Padang.

    Sekedar mengulas, 'Bhinneka Tunggal Ika' adalah sebuah frasa yang terdapat dalam Kakawin Sutasoma. Kakawin sendiri berarti syair dengan bahasa Jawa kuno. Kakawin Sutasoma merupakan karangan Mpu Tantular yang dituliskan menggunakan bahasa Jawa kuno dengan aksara Bali. Diketahui, Kakawin Sutasoma dikarang pada abad ke-14. Kutipan frasa 'Bhinneka Tunggal Ika' sendiri terdapat dalam petikan pupuh 139 bait 5 pada Kakawin Sutasoma. Bila diterjemahkan tiap kata, Bhinneka punya arti 'beraneka ragam'. Kata tunggal berarti 'satu' dan ika berarti 'itu'. Sehingga, bila mengacu berdasarkan arti secara harfiahnya, 'Bhinneka Tunggal Ika' memiliki arti 'beraneka ragam itu satu.(Humas)

    Admin :
    David Septian