Dekan FTI Unand Ahmad Syafruddin Berikan Tausyiah

  • 26 Februari 2018
  • Wan Rais
  • 178 Kali Dilihat
  • Dekan FTI Unand  Ahmad Syafruddin Berikan Tausyiah

    Padang, Infopublik--Dr. Ahmad Syafruddin Indrapriyatna, MT Dekan Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Andalas  Padang bersama Kabag dan para staf bertakziah kerumah duka Suardi, SH.M.Hum yang juga Kadis Kominfo Kota Padang, karena mertua yang laki-laki baru meninggal dunia beberapa hari lalu. Rombongan dari FTI Unand datang tiga unit mobil dan langsung dipersilakan masuk ke rumah duka di jalan DPRD, kawasan dadok Tunggul Hitam, Koto Tangah, Senin (26/2/2018).

                Semua rombongan takziah duduk bersila di ruangan rumah duka  membentuk lingkaran. Dari rombongan takziah FTI itu, tak terlihat ustad yang akan memberikan tausyiah. Kegiatan takziah dimulai, pembacaan kalam Illahi dilantunkan salah seorang staf FTI Unand, selesai dilanjutkan  wejangan dari  Dekan FTI Ahmad Syafruddin Indrapriyatna dan  lantaran tak ada ustad yang bisa dibawa serta telah punya jadwal semua, maka ia langsung memberikan tausyiah di rumah duka tersebut.

                Kata Ahmad Syafruddin, berta’ziyah kepada ahlul mayyit (keluarga yang ditinggalkan) maksudnya untuk menghibur mereka supaya bisa bersabar, dan sekaligus mendo’akannya. Meringankan beban musibah yang diderita oleh orang yang dilayat.
    Memotivasinya untuk terus bersabar menghadapi musibah, dan berharap pahala dari Allah Ta’ala. Memotivasinya untuk ridha dengan ketentuan atau qadar Allah Ta’ala, dan menyerahkannya kepada Allah Swt.

                "Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Allhumma ajirni fi musibati wakhluf li khoiron minha.
    Artinya: Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami kembali. Ya Allah berilah kami pahala atas musibah ini dan gantilah bagiku yang lebih baik dari musibah ini." Setiap yang bernyawa pasti akan menemui ajal, tidak bisa tidak. Tapi siapa yang duluan ke alam peristirahatan  terakhir, tak satupun orang mengetahuinya. Ini rahasia Allah Swt, bisa saja yang muda lebih duluan atau sebaliknya. Semua itu ketentuan Allah Swt, ucap Ahmad Syafruddin.

                Namun begi orang tua yang telah meninggal, makannya bukan nasi lagi, tapi kiriman doa dari anak yang soleh. " Kedua orang tua saya juga tak ada lagi, biasa tradisi di Jawa, setiap malam jumat mengirimkan doa, semoga memperoleh ketentraman dialam kuburannya," ungkap Ahmad Syafruddin.

                Jadi, pada intinya sabar menghadapi cobaan, perbanayak mendoakan orang tua yang telah mendahului kita. Dan doa takziah  dianjurkan untuk dibacakan saat bertakziah dengan tujuan supaya dosa yang telah meninggal diampuni Allah Swt, serta keluarga yang ditinggalkan dilapangkan hatinya agar tidak terlalu sedih dengan kepergian orang tua  yang telah pergi terlebih dahulu.# Irwandi Rais

                                                                                                       

     

    Admin :
    Wan Rais